SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Istri Meminta Pindah Rumah Karena Mertua Ikut Campur


Akhwat (Bogor)
1 year ago on Keluarga

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh... Saya dan suami tinggal satu atap dengan mertua. Mertua saya selalu ikut campur rumah tangga saya, seperti: dalam menata peralatan rumah harus sesuai dengan maunya, masak harus sesuai selera beliau kalo tidak sesuai dikoreksi ulang sama beliau, setiap saya beberes dirumahnya beliau selalu melakukan ulang apa yg saya lakukan, ikut campur dalam hal mengurus anak saya, dan masih banyak ikut campur yg dilakukan mertua saya, intinya saya harus melakukan sesuai dengan selera mertua saya. Kadang saya suka merasa apa yang saya lakukan tidak pernah benar dimata mertua. Dan kaka ipar saya selalu kritik tentang rumah tangga saya, seperti cara mendidik anak, cara mengurus rumah tangga. Karena rumah saya satu atap dengan mertua, saya merasa tidak punya privasi apapun dalam rumah saya. Semua aktivitas yg saya lakukan selalu diperhatikan mertua dan kaka ipar. Saya sering membicarakan kepada suami untuk pindah rumah atau ngontrak rumah karena hal tersebut, dan suami sudah sampaikan ke mertua soal pindah rumah mau ngontrak, dan jawaban mertua tidak mengizinkan pindah rumah dengan alasan kesepian. Padahal rumah kaka ipar tidak jauh dari rumah mertua, dan kaka ipar sering menjenguk orang tuanya tersebut, dan kami berdua walaupun nanti pindah rumah tetap menjenguk mertua. Bagaimana saya menyikapi sikap mertua saya? Dan bolehkah saya pindah rumah dengan alasan seperti itu? Jazakumullahu khairan
Redaksi salamdakwah.com
1 year ago

      وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته    

Apabila anda telah berbuat benar namun sikap mertua anda tidak membuat anda nyaman maka anda berhak untuk minta fasilitas tempat tinggal yang terpisah dengan metua. Perlu difahami bahwa seorang istri berhak untuk mendapatkan tempat tinggal terpisah dan tersendiri, lebih-lebih bila ia merasa terganggu dan tidak nyaman terhadap perlakuan mertuanya bila ia tinggal serumah dengannya. Dalam Ensiklopedi Fiqih Kuwait disebutkan: Mengumpulkan kedua orang tua (begitu pula kerabat lainnya) dan istri di satu tempat tinggal tidaklah diperbolehkan. Istri juga diperbolehkan untuk menolak bila akan ditempatkan bersama dengan salah satu dari keduanya, sebab berada di tempat tinggal pribadi yang menjadikan seorang istri merasa aman terhadap diri dan hartanya adalah hak dari istri tersebut. Dan tidak ada seorang pun yang boleh memaksanya untuk itu (tinggal bersama keluarga suami.pent). Inilah madzhab mayoritas Ahli Fiqih dari kalangan Ulama' Hanafi, Syafi'i dan Hanbali. Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah 25/109.  

Untuk mengakomodir kepentingan suami supaya bisa terus berbuat baik ke ibunya maka bisa dicari rumah yang dekat dengan orang tuanya.  Wallahu ta'ala a'lam     

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com