SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Qiyamullail Hanya 5 Rakaat


Ikhwan (Jakarta)
8 months ago on Fiqih

Assalamualaikum ustadz, Bolehkah sholat tahajjud dengan 2 rakaat pertama yang ringan lalu ditambah 2 rakaat berikutnya, dan diakhiri dengan witir 1 rakaat, dan dilakukan setengah jam sebelum shubuh, Djazakallohu khoir
Redaksi salamdakwah.com
8 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Itu dibolehkan. Dalam kitab al-Maushu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah (Ensiklopedi Fiqih Kuwait) disebutkan:

 اتَّفَقَ الْفُقَهَاءُ عَلَى أَنَّ أَقَلَّهَا رَكْعَتَانِ خَفِيفَتَانِ لِمَا رَوَى أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال: إذَا قَامَ أَحَدُكُمْ مِنَ اللَّيْل فَلْيَفْتَتِحْ صَلاَتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ

Ahli Fikih sepakat bahwasanya minimal shalat Tahajjud dilakukan dalam dua rakaat ringan, ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Huairah radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau berkata:

Apabila salah seorang kalian bangun malam maka hendaknya dia membuka shalatnya dengan dua rakaat ringan. HR. Muslim

Al-Maushu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah 14/88

Witir juga boleh dilaksanakan hanya satu rakaat. Syekh Ibnu Baz rahimahullah berkata: “Witir adalah bagian dari shalat malam, hukumnya sunnah dan witir merupakan penutup shalat malam. Bisa satu rakaat untuk menutup shalat malam di akhir malam atau di tengah malam atau di awal malam setelah shalat Isya. Tunaikan shalat malam  yang mudah, kemudian akhiri dengan satu rakaat.”Majmu' Fatawa Ibnu Baz 11/309

Terkait pelaksanaan tahajjud setengah jam sebelum subuh itu dibolehkan. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi menerangkan: Waktu salat malam dan witir adalah sejak selesai salat Isya hingga sebelum terbit fajar. Apabila fajar telah terbit, sedangkan dia belum mengerjakan beberapa rakaat salat malam atau tinggal salat witir saja, maka semua itu dikerjakan pada siang hari sebelum Zuhur. Aturan ini didasarkan pada hadis dari Aisyah radhiyallahu 'anha yang berkata,


مِنْ كُلِّ اللَّيْلِ أَوْتَرَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ وَأَوْسَطِهِ وَآخِرِهِ وَانْتَهَى وِتْرُهُ إِلَى السحر


"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melaksanakan salat witir setiap malam. Adakalanya di awal, pertengahan, atau akhir malam, hingga berakhir di waktu sahur." (Muttafaq 'Alaih)

Juga berdasarkan riwayat Abu Said al-Khudri radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang bersabda,


أَوْتِرُوا قَبْلَ أَنْ تُصْبِحُوا


"Laksanakanlah salat witir sebelum masuk waktu Subuh." (HR. Muslim)

Juga hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bahwasanya beliau bersabda,


إِذَا طَلَعَ الفَجْرُ فَقَدْ ذَهَبَ كُلُّ صَلَاةِ اللَّيْلِ وَالوِتْرِ فَأَوْتِرُوا قَبْل َطُلُوعِ الفَجْرِ


"Jika fajar telah terbit, maka habislah seluruh waktu salat malam dan salat witir. Oleh karena itu, berwitirlah sebelum terbit fajar." (HR. Tirmidzi). Juga hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha,


كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّمَ إِذَا مَنَعَهُ مِنْ قِيَامِ الَّليْلِ نَوْمٌ أَوْ وَجَعٌ صَلىَّ مِن النَّهَرَ اثْنَتَي عَشرَة رَكْعَة


"Apabila Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak salat witir karena ketiduran atau sakit, beliau salat dua belas rakaat pada siang harinya." (HR. Muslim)

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 7/224 – 225 pertanyaan keempat dari fatwa no.1405

Wallahu ta'ala a'lam

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2018 - Www.SalamDakwah.Com