SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Memanipulasi nilai demi kebaikan apakah diperbolehkan dalam islam?


Akhwat (Jawa Tengah)
5 months ago on Fiqih

Assalamualaikum ustadz.. Mohon jawabannya.. Perkenalkan nama saya Dyah. Profesi saya sebagai guru. Saya mengajar di sekolah pinggiran di daerah saya yang siswanya kebanyakan adalah siswa dari sekolah lain yang sudah dikeluarkan dan kalaupun ada yang mendaftar itu merupakan siswa buangan dari sekolah lain. Karena kemampuan anak yg kurang, semua guru memanipulasi nilai dari mulai nilai harian hingga nilai USBN ( ujian sekolah berstandar nasional) hingga Kepala Sekolah saja menganjurkan hal curang tersebut agar akreditasi sekolah tidak turun. Saya sendiri tidak setuju dengan hal tersebut. Dan sangat ingin mengudurkan diri dari sekolahan karena bertentangan dengan hati saya.. Tapi yang menjadi permasalahannya adalah orang tua saya yang menginginkan saya untuk tetap bekerja disana, dengan alasan mencari pekerjaan sekarang itu tidak mudah.. Setiap kali saya curhat kepada ortu tentang kecurangan yang dilakukan guru2 disana, ortu saya tetap bersikukuh membenarkan hal tersebut dan berpendapat bahwa melakukan kecurangan demi kebaikan itu tidak apa2, tapi saya sendiri tetap masih bertahan pada pendapat saya bahwa itu salah.. Mohon pencerahaanya.. apa yg seharusnya saya lakukan..?? saya ingin sekali resign dari pekerjaan tapi takut dengan orang tua yg memgancam jika resign, saya akan diusir dari rumah bahkan saya dianggap durhaka jika tidak mematuhi ortu untuk tetap bekerja di sekolah tsb.. Mohon pencerahannya.. Setiap hari saya dan orang tua selalu ribut membahas hal yg tidak menemukan titik terang ini. Saya mohon Balasannya ..Terimakasih Wassalamu'alaikum wr.wb..
Redaksi salamdakwah.com
5 months ago

Waalaikumussalam wa rahmatullahi wabarakatuhu

 


Allah ta'ala telah menegaskan aturan bermuamalah dengan orang tua. Allah ta'ala berfirman dalam surat Al-Isra' ayat 24:


وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا


Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".

Ayat ini memerintahakan kita untuk merendahkan diri dihadapan orang tua kita dan menghormatinya, bahkan apabila mereka memerintahkan kita berbuat pelanggaran syariat kita diminta untuk tidak mentaatinya tapi kita tetap diminta mempergauli mereka dengan baik. Allah ta'ala berfirman dalam surat Luqman ayat 14 dan 15:


وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ


14. dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

15. dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Dalam konteks kasus yang Anda tanyakan secara khusus, tentu kita tidak boleh mentaati perintah orang tua dan keinginan mereka, sebab, perintah itu bertentangan dengan syariat Allah ta'ala. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


إنما الطاعة في المعروف


Sesungguhnya ketaatan hanya pada perkara yang baik. HR. Bukhari no. 7145 dan Muslim no.1840 

Dalam riwayat lain Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda:


لَا طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ


Tidak boleh ada keta'atan untuk satu makhluq dalam bermaksiat kepada Allah. Dikeluarkan oleh Abu Bakar bin Alkhallal dalam kitab As-Sunnah no.58. Dishahihkan oleh Al-Albani di Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir 2/1250

Meski demikian, kita tetap wajib mempergauli mereka dengan baik sebagaimana yang Allah ta'ala perintahkan di surat Luqman ayat 14 dan 15. KIta tetap harus berjuang memberikan penjelasan dengan metode terbaik sehingga mereka bisa memahami hujjah kita dan menyadari bahayanya berdusta untuk dunia dan akhirat seseorang.

Ada dua opsi yang bisa anda ambil, yakni melaporkan kecurangan ini ke pihak berwenang supaya budaya ini dihilangkan dari sekolah anda atau opsi kedua anda tidak mau untuk berbuat curang seperti yang lain. Apabila dua opsi tersebut tidak bisa diambil dan anda dipaksa keluar maka silahkan resign dan melamar kerja di tempat lain

 

Semoga Allah ta'ala mudahkan urusan anda


والله تعالى أعلم بالحق والصواب 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2018 - Www.SalamDakwah.Com