SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Ragu Dalam Keimanan


Akhwat (Tgr)
4 months ago on Aqidah

Assalamu'alaikum ustadz saya mau bertanya, sudah 2/3 hari ini saya merasa ragu dengan kebenaran islam, saya ragu dan bingung dengan kehidupan akhirat, saya rasanya ingin bertanya banyak hal ttg islam untuk membuktikan keraguan saya salah. Saya lahir di keluarga islam, di didik dengan cara islam tapi mengapa saya suka ragu seperti ini sudah 3x seperti ini. Apa tindakan yg harus saya ambil saya tidak ingin ini terulang lagi
Redaksi salamdakwah.com
4 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Semoga Allah ta'ala memberikan kekuatan iman kepada penanya dan kita semua. Penanya belum menyebutkan sesuatu yang menjadi sumber keraguannya terhadap Islam, akhirat dll. Apabila ini dikarenakan analisis sendiri tanpa didasari ilmu pengetahuan maka perlu menghubungi Da'i atau Ulama' yang memang punya kapasitas dalam masalah ini. Apabila ini bersumber dari lamunan yang tidak jelas maka lamunan dan pemikiran liat itu perlu dicut, wallahu ta'ala a'lam.

Allamah Ibnu Qayyim rahimuhullah kami harap anda bisa memperhatikan secara seksama, karena ada penjelasan yang memuaskan berkaitan dengan masalah ini, beliau berkata :

 “ Sebagaimana dikitahui bahwa manusia tidak diberikan amanah lamunan dan kekuatan untuk memotongnya, karena ia akan menyerang kepada jiwa. Akan tetapi kekuatan iman dan akal fikiran yang akan membantu untuk menerima yang terbaik dan yang menentramkan dirinya serta bisa menahan yang jelek yang tidak disukainya. Sebagaimana perkataan para shohabat : “ Wahai Rasulullah !! sesungguhnya salah satu diantara kamu mendapatkan pada dirinya sesuatu yang bisa membakarnya sampai menjadi burung lebih baik daripada dia bicarakan ? Beliau bertanya : “ Apakah benar telah kamu dapatkan ?? Mereka menjawab : “ Iya . kemudian beliau bersabda : “ Itu adalah kejelasan Iman “ HR. Muslim bab Iman dan Abu Dawud di kitab Adab.

Ada dua hal, pertama : bahwa penolakan dan ketidak sukaan merupakan kejelasan imannya. Kedua : keberadaannya dan bisikan syetan terhadapnya merupakan kejelasan imannya juga. Ketika bisikan ada dalam jiwa, itu merupakan penolakan dan untuk menghilangkan keimanan.

Sungguh Allah telah menciptakan jiwa ini seperti alat gilingan yang tidak pernah berhenti, harus tetap ada yang akan di giling. Apakah akan ditaruh biji-bijian atau tanah atau kerikil akan di giling juga. Pikiran dan lamunan yang ada dalam jiwa itu bagaikan biji-bijian yang ditaruh di alat penggilingan yang tidak pernah rusak, bahkan harus tetap ada sesuatu yang ditaruh di dalamnya.  Sebagian orang ada yang menggiling biji sehingga keluar tepung yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Akan tetapi kebanyakan orang menggiling kerikil, batu dan tanah atau yang semisalnya. Ketika datang waktu membuat adonan dan roti, maka akan kelihatan hakekat gilingannya. 

Sebaik-baik obat adalah sibukkan fikiran anda dengan apa-apa yang bermanfaat bagi anda dan meninggalkan yang tidak ada gunanya. Karena pikiran yang tidak berguna merupakan pintu dari semua kejelekan. Kalau dia berfikir dengan yang tidak berguna maka dia akan kehilangan apa-apa yang berguna baginya. Dan sibukkan dengan sesuatu yang paling bermanfaat bagi dirinya, buang yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Karena fikikan, lamunan, keinginan yang sangat tinggi, sangat perlu untuk anda perbaiki dari pada diri anda. Karena hal ini merupakan kekhususan dan hakekat anda sebagai jalan untuk pendekatan diri kepada Tuhan dan sesembahan anda. Tidak ada kebahagiaan melainkan kedekatan dan mendapatkan keredhoan-NYa kepada anda. Dan semua kesengsaraan anda dapatkan dikala anda menjauh dan mendapatkan kemurkaan dari-Nya. Barangsiapa dalam lamunan dan pemikirannya rendah dan hina, maka semua urusannya tidak akan jauh berbeda.

Oleh karena itu berhati-hatilah terhadap syetan masuk ke dalam rumah fikiran dan keinginan anda. Karena dia akan merusak diri anda dengan kerusakan yang sulit di perbaiki untuk selanjutnya. Memberikan dalam diri anda rasa was was dan pemikiran yang merusak. Menghalangi antara anda dengan pemikiran yang bermanfaat untuk anda. Maka hanya diri anda yang bisa memberi tempat dalam lamunan anda, sehingga anda adalah pemilik sesungguhnya. Perumpamaan anda dengan dia adalah seperti pemilik alat giling yang menggiling biji-bijian yang bagus, kemudian ada orang datang membawa tanah, kerikil, arang untuk digilingkan ke anda. Kalau anda usir dan tidak mau memasukkan barang yang dibawa bersamanya untuk digiling dalam satu alat giling, maka hasil gilingan anda akan bermanfaat. Akan tetapi kalau anda memasukkan ke dalam satu alat gilingan anda, maka akan merusak biji-bijian anda dan hasilnya semua akan rusak tidak bermanfaat lagi. Sampai disini ringkasan dari buku ( Al-Fawaid hal : 191 – 194 )

Carilah ketenangan yang bersumber dari ibadah yang khusyu', tunduk, merendahkn diri dan lain-lain. Ibnu Qoyyim Jauziyah rahimahullah mengatakan, “Ketenangan ketika menunaikan tugas ibadah itu yang mewariskan ketundukan dan kekhusyu’an, merendahkan diri, mengumpulkan hati fokus kepada Allah dimana dia dapat menunaikan ibadahnya dengan hati dan badannya. Dan khusu’ adalah hasil dari ketenangan ini. Khusu’ anggota tubuh adalah hasil dari khusu’nya hati. Sungguh Nabi sallallahu alaihi wa sallam melihat seseorang memainkan jenggotnya dalam shalat, maka beliau bersabda, “Kalau hatinya orang ini khusu’, pasti anggota tubuhnya juga khusu’.

Kalau anda bertanya, “Apa sebab yang dapat mendapatkan hal ini?

Saya katakan, “Sebabnya adalah penguasaan muroqobah hamba kepada Tuhannya sampai seakan-akan Dia melihatnya. Setiap kali muroqobah (merasa diawasi) semakin kuat, hal itu mengharuskan dia malu, tenang, cinta, khudu’, khusu’, takut dan harapan yang tidak didapatkan diselainnya. Maka muroqobah (merasa diawasi) adalah dasar pokok semua amalan hati dan tiang yang dapat tegak dengannya. Nabi sallallahu alaihi wa sallam telah mengumpulkan pokok amalan hati dan cabang-cabang semuanya dalam satu kata. Yaitu dalam ihsan (Engkau beribadah seakan-akan anda melihat-Nya). Maka renungkan pada setiap posisi dalam agama. Pada setiap amalan hati. Bagaimana anda akan mendapatkan asal dan sumbernya.

Maksudnya bahwa seorang hamba membutuhkan ketenganan ketika ada was was yang menghalangi dasar keimanan. Agar hatinya tetap dan tidak tergelincir ketika ada was was dan lintasan jelek pada amalan keimanan. Agar tidak semakin kuat sedih dan kegundahan serta lintasan yang dapat mengurangi imannya. Dan ketika ada sebab yang menakutkan dengan berbagai macam bentuknya. Agar hatinya tetap dan tenang urusannya. Dan ketika ada sebab yang menggembirakan, agar tidak terlalu berlebihan sehingga sampai melebihi batas yang tidak dapat diungkapkan sehingga berubah menjadi kesedihan.” Selesai dari ‘I’lamul Muwaqi’in, (4/155-156).

Tidak kalah penting dari itu semua, penanya perlu berkomunikasi secara langsung dengan para ustadz atau orang pesantren yang memang berkompeten dalam bidang seperti yang penanya tanyakan. Jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Allah ta'ala semoga Allah menetapkan hati dalam Islam. Telah diriwayatkan dalam sebuah hadits, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:

يامقلب القلوب ثبت قلبي على دينك

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”

[HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525]

Dalam riwayat lain disebutkan:

يا مقــلـب القــلــوب ثبــت قــلبـــي عــلى طـا عــتـك

“Wahai Dzat yg membolak-balikan hati teguhkanlah hatiku diatas ketaatan kepada-Mu”[HR. Muslim (no. 2654)]

Wallahu ta'ala a'lam   

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com