SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mendanai Pinjaman Online


Ikhwan (Cirebon)
1 year ago on Riba

Assalamualaikum ustad saya mau tanya, dulu saya pernah berinvestasi pada sebuah aplikasi pinjaman online. dana yang saya tanam pada aplikasi tersebut digunakan untuk mendanai pinjaman yang akan digunakan oleh pengguna aplikasi tersebut yang meminjam uang, lalu saya juga mendapat bagian dari keuntungannya sebesar sekian persen. apakah ini riba pak ustad? dan jika iya bagaimana caranya saya bertaubat dan harus saya apakan uang hasil keuntungan yang sudah saya dapat ini?
Redaksi salamdakwah.com
1 year ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Bila yang penanya maksud di sini adalah investasi pada lembaga keuangan online yang bergerak di bidang peminjaman dengan pengembalian berlebih maka penanya harus segera berusaha untuk berlepas diri dari lembaga keuangan tersebut. Apabila penanya memperoleh keuntungan dari usaha tersebut maka penanya tidak boleh memanfaatkannya. Penanya harus salurkan keuntunga itu ke fasilitas umum atau diberikan ke fakir miskin. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya," Apa hukum menanam saham di perusahaan dan bank? Apakah seseorang yang terdaftar di sebuah perusahaan atau bank boleh menjual saham khusus setelah mendaftar ke kantor jual beli saham? Ada kemungkinan saham tersebut dijual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan ketika dia membelinya. Apakah hukum kelebihan dari harga saham yang diterima oleh pemilik saham setiap tahun?,"
Mereka menjawab,"
Tidak boleh menanam saham di bank atau perusahaan yang menerapkan sistem riba. Apabila pemilik saham ingin keluar dari keikutsertaan investasinya pada bisnis yang mengandung riba, maka sebaiknya dia menjual sahamnya sesuai dengan harga pasaran. Dia cukup mengambil modal aslinya saja, sedangkan sisa kelebihannya diinfakkan untuk kemaslahatan orang banyak. Dia tidak boleh mengambil tambahan sedikit pun dari bunga saham atau keuntungan yang mengandung riba. Adapun investasi saham di perusahaan yang tidak menerapkan sistem riba, maka keuntungannya halal."

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Qu'ud selaku selaku Anggota
Abdullah bin Ghadyan selaku Anggota
Abdurrazzaq Afifi selaku Wakil Ketua
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua Komite
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 13/508. Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor:8996

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com