SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hukum air mani


Ikhwan (Bandung)
9 months ago on Fiqih

Assalamu'alaikum ustadz. Saya mau nanya bagaimana jika mimpi basah lalu air maninya ditahan(tidak memakai tangan) lalu saya bangun untuk memastikannya di wc, ketika di wc ada yang mengalir dari kemaluan tetapi ketika ada airnya bening tetapi tidak memancar. Bagaimana itu ustadz?
Redaksi salamdakwah.com
9 months ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Ibnu Quddamah rahimahullah menerangkan," Oleh karena itu bila mani keluar setelah itu (setelah ditahan) maka wajib untuk mandi, baik itu seseorang mandi sebelum keluarnya mani tersebut ataukah dia belum mandi, sebab itu adalah mani yang keluar karena syahwat sehingga mandi menjadi wajib sebagaimana bila dia keluar setelah air mani berpindah dari tempatnya. Imam Ahmad telah berkata dalam masalah laki-laki yang berhubungan dengan istrinya namun maninya tidak keluar, kemudian dia mandi dan ternyata mani keluar setelah itu," Dia wajib untuk mandi"

Beliau juga pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang bermimpi jimak kemudian dia bangun namun dia tidak mendapati air mani, ketika dia berjalan mani keluar, beliau menjawab:,"Dia perlu mandi. Al-Mughni 1/147

Dalam kitab al-Mausu'ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyyah disebutkan," Seseorang dianggap junub bila maninya telah berpindah dari sumbernya dengan didasari syahwat namun dia keluar tidak disertai syahwat. Ini pendapat madzhab Maliki, Syafi'i, Hanbali, Abu Hanifah serta Muhammad bin al-Hasan." al-Mausu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah 16/50 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2018 - Www.SalamDakwah.Com