SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

suami menafkahi orang tua angkat


Akhwat (Jakarta)
11 months ago on Keluarga

assalamualaikum ust, saya seorang istri, saat ini saya punya suami namun gaji suami saya hanya cukup dipergunakan untuk orang tua angkatnya karena mereka tidak bekerja dan sudah tua. Namun nafkah dan hak saya tidak ditunaikan krn alasan hanya cukup untuk orang tuanya. apakah saya salah jika meminta hak untuk dinafkahi terlebih saya baru melahirkan. dan segala kebutuhan sandang pangan papan harus saya yg mencari untuk kebutuhan suami juga. apa saya berdosa jika menuntut hak untuk dinafkahi? manakah yang seharusnya diutamakan oleh suami, jika saya menuntut hak suami saya selalu berkata orangtua angkatnya lebih membutuhkan. walaupun saya punya gaji saya merasa di telantarkan oleh suami.
Redaksi salamdakwah.com
11 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila faktanya,  penanya disuruh oleh suaminya untuk mencari nafkah demi menghidupi keluarga mereka maka ini salah besar karena mencari nafkah merupakan kewajiban suami. Kewajiban mencari nafkah merupakan beban yang harus dipikul oleh suami. Istri tidak wajib untuk mencari nafkah. Ibnu al-Qaththan menerangkan:
Ulama' sepakat tentang wajibnya nafkah bagi istri atas suaminya bila mereka sudah mencapai baligh kecuali bagi wanita yang durhaka dan tidak memenuhi keinginan suaminya. Al-Iqna' fi Masail al-Ijma' 2/55

Allah ta’ala berfirman di surat Ath-Tholaq:7


لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ الله


Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya..

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda


وَلَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ


Kalian (para suami) berkewajiban memenuhi hak para istri (menafkahi mereka dan memberi mereka pakaian yang sesuai). HR. Muslim no.1218 dan yang lainnya

Suami tidak boleh memaksa istrinya bekerja di luar rumah. Dan bila suami memaksa istri bekerja di luar rumah maka dia tidak wajib taat. Majlis Majma' al-Fiqhi al Islami Internasional di bawah koordinasi Organisasi Konferensi Islam (OKI) dalam Mukatamarnya yang ke 16 di Dubai tanggal 19 April 2005 menerbitkan beberapa fatwa, diantaranya pada point ke empat: Suami tidak boleh memaksa istrinya bekerja di luar rumah

Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin pernah ditanya," Jika suaminya memerintahkan dia untuk bekerja di luar rumah pada job tertentu demi memperoleh gaji apakah wanita itu wajib untuk mentaatinya?

Beliau menjawab," dia tidak wajib taat sebab memberi nafkah adalah kewajiban suami dan si wanita tidak wajib untuk manafkahi dirinya sendiri." http://islamqa.info/ar/5591

Apabila istri membantu (secara sukarela )dengan cara bekerja supaya bisa mencukupi diri dan anaknya sehingga penanya tidak perlu menafkahi anak dan istrinya maka itu adalah kebaikan istri. Allah Ta’ala berfirman terkait itsar (mengutamakan orang lain untuk urusan dunia),

وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ

 “Mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka sendiri sangat membutuhkan/dalam kesusahan.” (Al-Hasyr ;9)

Namun tetap istri tidak boleh dipaksa untuk bekerja membantu suami.

Apabila suami penghasilannya tidak mencukupi bila menafkahi istri dan anaknya serta orang tua angkatnya maka yang diutamakan adalah istri dan anaknya terlebih istri baru melahirkan. 

dalam salah satu hadits disebutkan:


ابْدَأْ بِنَفْسِكَ فَتَصَدَّقْ عَلَيْهَا، فَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ فَلِأَهْلِكَ، فَإِنْ فَضَلَ عَنْ أَهْلِكَ شَيْءٌ فَلِذِي قَرَابَتِكَ، فَإِنْ فَضَلَ عَنْ ذِي قَرَابَتِكَ شَيْءٌ فَهَكَذَا وَهَكَذَا» يَقُولُ: فَبَيْنَ يَدَيْكَ وَعَنْ يَمِينِكَ وَعَنْ شِمَالِكَ


"Manfaatkanlah uang ini untuk dirimu sendiri, bila ada sisanya maka untuk keluargamu, jika masih tersisa, maka untuk kerabatmu, dan jika masih tersisa, maka untuk orang-orang disekitarmu. HR. Muslim no.997

Setelah membawakan hadits di atas, imam Asy-Syaukani berkomentar: Apabila seseorang setelah berinfaq atas dirinya sendiri masih memiliki kelebihan maka ia wajib menginfaqkannya ke istrinya. Termasuk Ijma' ulama': Kewajiban seseorang untuk berinfaq atas istri, kemudian apabila masih berlebih maka ia menginfaqkannya ke kerabatnya. Asy-Syaukani, Nail Al-Awthor, Dar Al-Hadist, Mesir, 1413 H, Juz 6, hal.381

Imam an-Nawawi menerangkan," Apabila seseorang memiliki kewajiban  menafkahi beberapa orang yang membutuhkan maka perlu dilihat, apabila harta dan penghasilannya bisa digunakan untuk menafkahi mereka semua maka dia wajib menafkahi mereka semua, baik itu keluarga dekat maupun keluarga jauh. Apabila setelah ia menafkahi dirinya sendiri hartanya hanya cukup untuk nafkah satu orang maka menafkahi istri lebih didahulukan dibanding menafkahi kerabat. Ini disepakati oleh Ulama' Syafi'i sebab menafkahi istri lebih ditekankan. Menafkahi istri tidak gugur dengan berlalunya masa dan tidak gugur meski dalam keadaan sulit." Raudhatu ath-Thalibin 9/93

Salah seorang  ulama' Hanbali yang bernama Mardawi menerangkan:Ketahuilah bahwa yang benar dalam madzhab Hanbali adalah wajib menafkahi kedua orang tua (kakek nenek dan seterusnya), wajib menafkahi anak (cucu dan seterusnya) sesuai dengan yang makruf...ini bila ada kelebihan setelah menafkahi diri sendiri kemudian istrinya. Al-Inshaf fi Makrifati ar-Rajih min al-Khilaf 9/392

 

Dalam kitab al-Fiqhu al-Islami wa Adillatuhu 

إذا تعدد مستحقو النفقة ولم يكن لهم إلا قريب واحد، فإن استطاع أن ينفق عليهم جميعاً وجب عليه الإنفاق، وإن لم يستطع بدأ بنفسه، ثم بولده الصغير أو الأنثى، أو العاجز، ثم بزوجته

Apabila yang berhak menerima nafkah jumlahnya banyak sedangkan mereka hanya memiliki satu kerabat saja maka bila ia mampu maka ia menafkahi mereka semua. Dia wajib memberi nafkah. Apabila ia tidak mampu maka ia mulai menafkahi dirinya sendiri, kemudian anak nya yang masih kecil (baik itu laki-laki atau perempuan), atau yang lemah kemudian menafkahi istrinya.

Oleh karena itu sebenarnya penanya harus memberi nafkah kepada anak dan istri. Terkait orang tua angkat yang tidak bisa tercover maka bisa dicarikan solusinya dengan menghubungi lembaga zakat dan lembaga sosial supaya ada santunan untuk mereka.

Semoga Allah ta'ala memudahkan urusan kita semua.

 

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com