SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Diganggu Tetangga


Akhwat (Bali)
3 months ago on Keluarga

Saya mau ijin bertanya, jadi saya tinggal satu tempat dengan 3 kepala keluarga. Awalnya salah satu dri kepala keluarga tsb datang ke Ibu saya sambil membawa sajam dan marah karena Ibu saya menyiram tanaman dimana air dari siraman tanaman tersebut menggenang menyebabkan banjir. Padahal, jika hujan tempat tersebut memang sering menggenang, dan ini hanya air nyiram tanaman dimana air menggenang tidak sebanyak air hujan. Orang tersebut juga menghina Ibu saya, dan mengajak berantam di hari raya. Hari ini orang tersebut berbicara sangat keras (nyindir) didepan rumah saya terkait masalah tanah (warisan) seakan akan tempat yang saya tinggali itu salah. Saya dan keluarga saya marah dan kesal dgn apa yg dilakukan orang tersebut lebih lagi ini disaat bulan suci. Saya ijin bertanya, apakah boleh kita membencinya dan mendoakannya agar cepat tidak ada krn dia suka sekali mengusik kehidupan orang lain? Dan apakah benar dalam Islam boleh membalas?
Redaksi salamdakwah.com
3 months ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

 

Apabila maksud dari penanya adalah bahwasanya tetangga dia sering berbuat dholim kepada keluarga penanya maka yang bisa dilakukan adalah bersabar dan menasehatinya karena menyakiti tetangga hukumnya adalah haram, ada beberapa nash yang menjelaskan itu, diantaranya adalah sabda Rasul shallallahu alaihi wa sallam:


مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِي جَارَهُ

Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka janganlah ia menyakiti tetangganya. HR. Bukhari no.5185 dan  Muslim no.47

Sikap seorang muslim ketika menghadapi gangguan tetangganya adalah bersabar dan bersabar serta menasehatinya, akan tetapi jika tetangga tersebut tidak berhenti dari keburukannya meski orang muslim itu sudah bersabar maka dia boleh menerangkan keburukan tetangga tersebut ke khalayak supaya tetangga tersebut sadar dan menghentikan kelakuannya karena malu dan menghindari laknat orang-orang yang tahu keburukannya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْكُو جَارَهُ، فَقَالَ: «اذْهَبْ فَاصْبِرْ» فَأَتَاهُ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا، فَقَالَ: «اذْهَبْ فَاطْرَحْ مَتَاعَكَ فِي الطَّرِيقِ» فَطَرَحَ مَتَاعَهُ فِي الطَّرِيقِ، فَجَعَلَ النَّاسُ يَسْأَلُونَهُ فَيُخْبِرُهُمْ خَبَرَهُ، فَجَعَلَ النَّاسُ يَلْعَنُونَهُ: فَعَلَ اللَّهُ بِهِ، وَفَعَلَ، وَفَعَلَ، فَجَاءَ إِلَيْهِ جَارُهُ فَقَالَ لَهُ: ارْجِعْ لَا تَرَى مِنِّي شَيْئًا تَكْرَهُهُ. 

Seorang laki-laki pernah datang kepada Nabi mengeluhkan tetangganya. Maka Rasulullah menasehatinya,"kembali dan bersabarlah". Lelaki itu kemudian mendatangi Nabi lagi sampai dua atau tiga kali, maka Beliau bersabda padanya,"Pulanglah dan lemparkanlah barang-barangmu ke jalan". Maka lelaki itu pun melemparkan barang-barangnya ke jalan, sehingga orang-orang bertanya kepadanya, ia pun menceritakan keadaannya kepada mereka. Maka orang-orang pun melaknat tetangganya itu: semoga Allah melakukan ini, ini dan itu terhadapnya. Hingga tetangganya itu mendatanginya dan berkata,"Kembalikanlah barang-barangmu, engkau tidak akan melihat lagi sesuatu yang tidak engkau sukai dariku. HR. Abu Daud  5153

Dalam Surat An-Nisa Ayat 148


لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dalam Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia disebutkan:
Allah tidak menyukai ucapan buruk yang disiarkan secara terbuka, bahkan Dia membencinya dan mengancam pelakunya. Akan tetapi orang yang dizalimi boleh mengucapkan kata-kata yang buruk secara terbuka untuk mengadukan orang yang menzaliminya, atau mengutuknya, atau membalasnya dengan ucapan yang serupa. Namun kesabaran dari orang yang dizhalimi lebih baik daripada mengeluarkan ucapan yang buruk secara terbuka. Dan Allah Maha Mendengar ucapan kalian lagi Maha Mengetahui niat kalian. Maka hindarilah ucapan yang buruk atau niat yang buruk. Selesai.

Bila memang apa yang dilakukan oleh tetangga tersebut membahayakan maka jangan segan untuk membawa masalah ini dibawa ke pihak berwajib (bila memang aparat desa sudah tidak bisa lagi menghentikan kedholiman orang tersebut). Kami sarankan kepada penanya sejak awal proses islah untuk mendoakan tetangganya supaya mendapatkan hidayah sehingga tidak lagi mengganggu kehidupan penanya dan keluarga. 

Wallahu ta'ala a'lam

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com