SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Terintimidasi Oleh Saudari Yang Murtad dan Lelaki Pilihannya


Ikhwan (Solo)
9 months ago on Keluarga

Apa yang harus saya lakukan pak...saya saat ini tinggak ditempat kakak saya wanita yang murtad ikut suaminya saya dipekerjakan di tempat usaha y ...dan hari demi hari saya dihasut suami kakak saya agar ikut agama mereka ...apa yang harus saya lakukan
Redaksi salamdakwah.com
9 months ago

 

بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

 

Apabila anda tidak bisa memberikan warna islami di keluarga anda tersebut, bahkan anda khawatir terhadap agama anda sendiri maka kami sarankan anda untuk pindah dari tempat itu  dan insya Allah ta'ala rizki akan Allah ta'ala karuniakan kepada anda. Tidak sedikit nash yang menunjukkan perlunya meninggalkan lingkungan yang buruk mengingat begitu besarnya pengaruh lingkungan itu. Diantara nash dalam masalah ini adalah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"


إِنَّمَا الطَّاعَةُ فيِ المَعْرُوفُ


Sesungguhnya ketaatan hanya pada perkara yang baik. HR. Bukhari. No 7145 dan Muslim no.1840 

Bila memang benar sikap ibu anda berubah dikarenakan pengaruh buruk keluarganya yang non muslim maka seharusnya keluarganya yang muslim, termasuk anda menjauhkannya dari keluarganya yang non muslim tersebut, bisa dengan menjauhkannya secara fisik (dengan pindah tempat tinggal) atau non fisik (misalnya dengan menyibukkannya sehingga mama anda tidak bisa sering bergaul dengan keluarganya). Sungguh benar apa yang disabdakan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dalam satu hadits disebutkan:


سَمِعْتُ أَبَا بُرْدَةَ بْنَ أَبِي مُوسَى، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالجَلِيسِ السَّوْءِ، كَمَثَلِ صَاحِبِ المِسْكِ وَكِيرِ الحَدَّادِ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ المِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ، وَكِيرُ الحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ، أَوْ ثَوْبَكَ، أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَة


Aku mendengar Abu Burdah bin Abu Musa dari bapaknya radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaan orang yang bergaul dengan orang shalih dan orang yang bergaul dengan orang buruk seperti penjual minyak wangi dan tukang tempa besi, Pasti kau dapatkan dari pedagang minyak wangi apakah kamu membeli minyak wanginya atau sekedar mendapatkan bau wewangiannya, sedangkan dari tukang tempa besi akan membakar badanmu atau kainmu atau kamu akan mendapatkan bau yang tidak sedap. HR. Bukhari no. 2101 dan Muslim no. 2628, lafadz di atas adalah lafadz Bukhari.

Dalam hadits lain juga disebutkan:


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِل


Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang laki-laki itu bergantung dengan agama teman gaulnya, maka hendaklah salah seorang melihat siapa yang menjadi teman gaulnya."HR. Abu Daud no.4833 dan Tirmidzi no.2378 dan yang lainnya. Dihasankan oleh Al-Albani.

Dan apabila orang yang bertaubat tinggal di lingkungan yang buruk maka seharusnya dia pindah dan tidak kembali ke tempat tersebut demi menjaga dirinya supaya tidak kembali terpengaruh. Dalam salah satu hadits disebutkan:


عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا، فَسَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ، فَأَتَاهُ فَقَالَ: إِنَّهُ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا، فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَقَالَ: لَا، فَقَتَلَهُ، فَكَمَّلَ بِهِ مِائَةً، ثُمَّ سَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ، فَقَالَ: إِنَّهُ قَتَلَ مِائَةَ نَفْسٍ، فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَقَالَ: نَعَمْ، وَمَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ التَّوْبَةِ؟ انْطَلِقْ إِلَى أَرْضِ كَذَا وَكَذَا، فَإِنَّ بِهَا أُنَاسًا يَعْبُدُونَ اللهَ فَاعْبُدِ اللهَ مَعَهُمْ، وَلَا تَرْجِعْ إِلَى أَرْضِكَ، فَإِنَّهَا أَرْضُ سَوْءٍ


Dahulu, di zaman orang-orang sebelum kalian, ada seorang laki-laki yang telah membunuh 99 jiwa. Dia pun bertanya tentang orang yang paling alim di muka bumi ketika itu, lalu ditunjukkan kepadanya tentang seorang rahib (pendeta, ahli ibadah). Maka dia pun mendatangi rahib tersebut lalu mengatakan bahwa sesungguhnya dia telah membunuh 99 jiwa, apakah ada taubat baginya?

Ahli ibadah itu berkata: “Tidak.” Seketika laki-laki itu membunuhnya. Maka dia pun menggenapi dengan itu (membunuh rahib) menjadi 100 jiwa. Kemudian dia menanyakan apakah ada orang yang paling alim di muka bumi ketika itu? Lalu ditunjukkanlah kepadanya tentang seorang yang berilmu. Maka dia pun mengatakan bahwa sesungguhnya dia telah membunuh 100 jiwa, apakah ada taubat baginya? Orang alim itu berkata: “Ya. Siapa yang menghalangi dia dari taubatnya? Pergilah ke daerah ini dan ini. Karena sesungguhnya di sana ada orang-orang yang senantiasa beribadah kepada Allah, maka beribadahlah kamu kepada Allah bersama mereka. Dan jangan kamu kembali ke negerimu, karena negerimu itu adalah negeri yang buruk/jahat...” HR. Muslim no.2118 dan diriwaytakan juga oleh yang lain.


والله تعالى أعلم بالحق والصواب

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2018 - Www.SalamDakwah.Com