SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menghadapi Remaja Aneh Yang Meneror Saya dan Anak


Akhwat (Tangerang)
3 months ago on Aqidah

Assalamualaikum, izinkan saya bertanya ya ustadz. Jadi begini, saya didatangi seorang remaja salah satu tetangga saya yang mengadukan dirinya sendiri telah melakukan pelecehan seksual kepada anak saya beberapa bulan lalu. Tapi dia bilang yang dilakukan hanya menindih anak saya tanpa melepas pakaiannya dan tanpa memasukkan *mohon maaf* penisnya ke kemaluan anak saya. Saya berpikir remaja kurangajar ini mengada2 ustad, karena setelah saya periksa tidak terjadi apa2 pada anak saya. Bahkan saat si remaja itu menanyakan hal tersebut kepada anak saya, anak saya menjawab dia baik2 saja dan tidak pernah diperlakukan hal seperti yang diakui oleh remaja tersebut. Saya pun marah padanya karena berpikiran bahwa dia telah mengada ngada dan membicarakan sesuatu yang tidak pantas di hadapan anak saya lalu mengusirnya. Tetapi kemudian dia menghubungi saya meminta maaf dan bilang mau bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan alat kelamin atau hal lain yang diakibatkan oleh perbuatannya. Kemudian saya mematikan telfon dan setelah itu saya kembali mengecek anak saya dan *mohon maaf* mengecek alat kelaminnya namun saya tidak menemukan ada sesuatu yang salah. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana saya harus menyikapi si remaja aneh ini? Haruskah saya percaya padanya dan harus saya apakan dia? Mohon maaf pak ustad, saya tidak dapat mengontrol emosi dengan baik dalam keadaan berpuasa. Mohon pencerahannya
Redaksi salamdakwah.com
3 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Untuk menghilangkan keraguan penanya maka penanya bisa membawa anak penanya ke dokter kelamin yang perempuan (yang berkompeten dan terpercaya) untuk mengecek kemaluan anak penanya. Apabila tidak ada masalah sebagaimana dhohir dari keterangan penanya maka penanya tidak perlu memperdulikan lagi apa yang disampaikan oleh pemuda tersebut. Apabila pemuda itu menghubungi lagi maka suruhlah dia bertaubat dengan sungguh-sungguh dan mintalah kepada dia dengan tegas supaya pemuda itu tidak menghubungi penanya lagi. 

Kami sarankan untuk menjaga amarah saat puasa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ, إِنِّي صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ


“Puasa adalah tameng. Maka janganlah ia berkata kotor dan berbuat bodoh. Apabila seseorang memerangi atau mencelanya, maka berucaplah: "Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa..." (dua kali) (HR al-Bukhari: 1894, Muslim: 1151. Ini adalah lafadz Bukhari)

Maka bila didapati seseorang mengganggu dan mengusik emosi, cukup disampaikan kepadanya:


إِنِّي صَائِمٌ, إِنِّي صَائِمٌ


"Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa..."

 Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com