SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Air Mani Keluar Bukan Karena Syahwat


Ikhwan (Purwokerto )
8 months ago on Ibadah

Assalamualaikum ustadz, saya mau bertanya, bagaimana hukum kalau kita mengeluarkan air mani, tapi tidak disertai niatan atau pikiran rangsangan yang kotor, dengan kata lain tidak sengaja, atau air mani keluar dengan sendirinya.. Apakah kita wajib melakukan mandi wajib? Agar sholatnya sah?.. Terimakasih
Redaksi salamdakwah.com
8 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila air mani keluar tidak diiringi rasa nikmat dan keluar bukan karena syahwat (seperti memikirkan jimak dan semisalnya) maka tidak wajib mandi. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya: Saya seorang pemuda berusia 27 tahun, telah menikah, dan memiliki empat orang anak. Saya sering mengalami keluar mani sebelum dan setelah buang air kecil atau setelah mandi junub. Saya terkadang menghayalkan tentang jima' dan membayangkan mencium isteri saya saat berada ditempat kerja, dan saat masuk ke kamar kecil saya melihat ada air mani di celana. Saya pun mendatangi dokter spesialis dan ia memberiku obat. Obatnya telah saya minum tetapi penyakit itu tidak sembuh juga. Bagaimanakah hukum salat dan puasa saya?

Mereka menjawab: Puasa Anda tetap sah. Tentang salat, jika air mani Anda keluar disebabkan syahwat, maka Anda wajib mandi walaupun syahwat itu timbul karena menghayalkan sesuatu. Adapun jika air mani keluar bukan disebabkan syahwat, maka hukumnya sama seperti kencing yang hanya membatalkan wudu sehingga Anda wajib beristinja' dan berwudu untuk salat.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
        
Abdullah bin Ghadyan (Anggota)    
Abdurrazzaq `Afifi (Wakil Ketua)    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 4/132-133 Fatwa nomor 14504

Mereka juga pernah ditanya:Pertanyaan: 2 Seorang suami menggauli istrinya kemudian ia mandi dan setelah itu keluar sisa-sisa mani bersama air seni, apakah ia perlu mengulang mandi?

Mereka menjawab: Segala puji hanyalah bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasul-Nya, kerabat dan sahabat beliau. Cukup baginya mandi junub. Jika setelah itu keluar mani, maka ia wajib membasuh kemaluannya, dan tidak perlu mengulang mandi, ia hanya wajib beristinja dan berwudhu saja.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

        
Abdullah bin Ghadyan (Anggota)    
Abdurrazzaq `Afifi (Wakil Ketua)     
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 5/325 Pertanyaan Kedua dari Fatwa Nomor: 13498

Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2018 - Www.SalamDakwah.Com