SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Imam Selalu Melaksanakan Qunut Subuh


Ikhwan (Ciamis, Jawa Barat)
1 week ago on Fiqih

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Afwan ustadz mohon dikoreksi apabila pernyataan saya ada yang keliru. Setahu saya qunut subuh itu khilafiyah antara imam madzhab. Tapi, apabila kita bermakmum dibelakang imam yg qunut kita dianjurkan ikut qunut. Sedangkan jika dilakukan terus menerus itu termasuk bid'ah. Di masjid dekat rumah saya, setiap hari berqunut otomatis saya juga berqunut setiap subuh. Yang saya lakukan adalah saya selalu ikut berqunut tetapi terkadang juga tidak untuk menghindari bid'ah yg dilakukan terus menerus. Apakah ini dibenarkan ustadz? Karena ini sangat membingungkan saya. Mohon pencerahanya ustadz. Terima kasih. جزاك اللهُ خيرًا
Redaksi salamdakwah.com
1 week ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Anda harus berusaha untuk mencari masjid lain yang imamnya tidak selalu membaca qunut setiap shalat Shubuh. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya: Apakah boleh bermakmum kepada imam yang meluruskan tangannya ketika berdiri dan tidak meletakkannya di depan dada, serta selalu melakukan kunut pada rakaat terakhir di salat Subuh?

Mereka menjawab: Meletakkan tangan kanan di depan tangan kiri saat berdiri ketika salat adalah sunah, sedangkan meluruskannya ke bawah adalah bertentangan dengan sunah. Dan selalu melakukan kunut pada rakaat terakhir ketika salat Subuh, sebagaimana dilakukan oleh sebagian pengikut Mazhab Maliki dan Mazhab Syafii adalah bertentangan dengan sunah, karena tidak ada riwayat yang kuat dari Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam tentang hal itu. Sedangkan Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam hanya melakukan kunut ketika terjadi bencana dan ketika salat witir.

Apabila imam salat selalu meluruskan tangannya ketika berdiri dan selalu melakukan kunut ketika salat Subuh sebagaimana disebutkan di dalam pertanyaan, maka hendaknya para ulama menasihatinya dan membimbingnya untuk melakukan salat yang sesuai dengan sunah. Jika dia menerima, maka alhamdulillah. Namun jika dia menolak dan mudah untuk melakukan salat berjamaah bersama imam yang lain, maka sebaiknya melakukan salat berjamaah dengan imam yang lain untuk menjaga sunah. Akan tetapi jika hal itu sulit dilakukan, maka hendaknya tetap bermakmum kepada imam tersebut untuk menjaga salat berjamaah dan dalam hal ini salatnya juga tetap sah.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Qu'ud (Anggota)    
Abdurrazzaq Afifi (Wakil Ketua)    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 7/369-370 Pertanyaan Kedua dari Fatwa Nomor2017

Apabila memang tidak ada lagi yang lain maka makmum mengikuti imamnya. Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin pernah ditanya:
Di tempat kami imam shalatnya melaksanakan qunut setiap shalat Shubuh, apakah kami mengikutinya? Apakah kami mengaminkan doanya?

Beliau menjawab: Siapa yang imam shalatnya melaksanakan qunut di shalat Shubuh maka dia perlu mengikuti imam tersebut serta mengaminkan doanya dengan baik. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullahu ta'ala telah menyatakan demikian. Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin  14/177

Wallahu ta'ala a'lam

© 2018 - Www.SalamDakwah.Com