SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apakah Perlu Dimaafkan


Akhwat (Depok)
2 months ago on Aqidah

Assalamualaikum pak ustad, saya anak perempuan umur 16 tahun. saya punya sepupu laki-laki umurnya sekarang mungkin 21 tahun. dia tiba-tiba chat saya lewat wa trus dia ngaku katanya pernah cabul sama saya dan adik saya 3 tahun yang lalu sebelom saya baligh, saya dulu gak tau kalo dia pernah berbuat itu karna belom ngerti. trus dia minta maaf lalu bilang ke saya tolong kalo dimaafin jangan kasih tau siapa siapa karna dia udah tobat katanya, tapi dia bilang pasrah kalo saya mau aduin perbuatannya ke orang tua saya. apa boleh kalo saya maafin aja dia tanpa bilang ke siapa siapa? tolong dijawab ya pak ustad, saya udah susah searching tempat tanya kemana mana
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila sepupu penanya memang telah diketahui (melalui media sosial dia atau melaui informasi lain yang valid) menjadi orang yang bagus dalam menerapkan ajaran Islam maka maafkanlah dia dan sampaikan kepadanya bahwa bila ketahuan dia mengulangi perbuatan jahat itu ke yang lain maka penanya tidak segan untuk melibatkan keluarga besar dalam masalah ini. Tujuan peringatan ini adalah biar dia tidak tergoda melakukan itu lagi.

Dan hukum asalnya memaafkan adalah yang dianjurkan. Memaafkan orang lain yang berbuat dholim atau berbuat kesalahan adalah salah satu perbuatan orang Muttaqin yang sudah Allah ta'ala janjikan balasan yang agung untuk mereka berupa ampunan dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. Subhanallah, sungguh indah dan besar balasan tersebut. Allah ta'ala telah mengkabarkan hal yang demikian di surat Ali-Imron:


وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (134) وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ (135) أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ (136)


133. Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Rabb kalian dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

135. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

136. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Rabb mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah Sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

Dari sini bisa difahami bahwa kita memang disyariatkan untuk memaafkan kesalahan orang kepada kita, baik itu berupa kesalahan yang disengaja atau tidak.  

Apabila nampak ia tidak sungguh-sungguh bertaubat (berdasarkan informasi yang valid) maka katakan kepadanya supaya dia berhenti melakukan kejahatan itu penanya akan melaporkannya ke keluarga. Ini semua tujuannya supaya dia berhenti melakukan  kejahatan itu. Ini merupakan bentuk sayang seorang muslim kepada muslim lainnya yang jatuh dalam perbuatan dholim. 

Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin pernah ditanya,"Saya seorang supir berkebangsaan Mesir yang sedang bingung dengan tingkah laku istri sponsor/majikan. Istri majikan punya kebiasaan mengambil barang-barang yang diperlukan dari rumah, kemudian memerintahkan saya untuk menurunkannya di pasar kemudian ia masuk ke beberapa toko,selanjutnya dia masuk beberapa kantor yang berada di dalam, kemudian dia berbicara melalui telepon sejam setengah atau lebih. Atau dia menggunakan telepon umum. Istri majikan tersebut mengancamnya dengan pengusiran dan tuduhan buruk (supaya dia tutup mulut. Pent). Apakah si supir ini tetap menginformasikan hal ini kepada majikannya? Sebab dia tidak ridho dengan tingkah laku wanita itu sedangkan dia adalah seorang muslim."

Beliau menjawab," Bila ini benar maka hakekatnya tingkah laku ini adalah perbuatan buruk. Dan tidak ada seorang muslim pun yang ridho dengan itu. Kami berterima kasih kepada Anda atas rasa cemburu untuk majikan Anda, bahkan untuk istrinya pula (rasa ingin supaya istri majikan menjadi wanita terjaga.pent) karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda,"

Tolonglah saudaramu, baik dia dalam keadaan dholim atau didholimi. Para sahabat berkata: wahai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ya bagi yang didholimi, bagaimana menolong orang yang dholim? Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab," engkau menghalangi dia melakukan kedholiman, itulah bentuk pertolonganmu untuknya.

Jadi anda menasehati majikan dan istrinya. Bila istri tersebut tidak sadar setelah dinasihati maka Anda bisa menginformasikan perihal wanita itu ke suaminya supaya Anda bisa lepas dari tanggung jawab. Apabila Anda sudah menginformasikan kepada si suami insyaAllah Anda tidak terkena mudhorot, sebab Allah menjamin adanya jalan keluar dan Rizki dari jalan yang tidak terduga bagi orang bertakwa

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com