SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mengubah Nama Saat Ijab Kabul


Ikhwan (Sumatra selatan)
1 year ago on Keluarga

Pak ustad saya mau bertanya, bagaimana pandangan/ajaran islam tentang mengubah nama saat ijab kabul di pernikahan tetapi nama yg tertera di buku nikah tetap nama asli, yang di ubah hanya pada saat ijab kabul. Dalam adat saya ada namanya pencocokan nama saat pernikahan.
Redaksi salamdakwah.com
1 year ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Kami belum memahami secara utuh rincian pertanyaan yang disampaikan mengingat terbatasnya informasi yang disampaikan, namun secara umum perlu difahami bahwa syarat sahnya nikah adalah penentuan kedua mempelai, baik itu dengan nama, sifat, fakta dan yang lainnya. Ibnu Quddamah al-Maqdisi salah seorang Ulama' yang meninggal pada tahun   620 H menerangkan:

مِنْ شَرْطِ صِحَّةِ النِّكَاحِ تَعْيِينُ الزَّوْجَيْنِ؛ لِأَنَّ كُلَّ عَاقِدٍ وَمَعْقُودٍ عَلَيْهِ يَجِبُ تَعْيِينُهُمَا، كَالْمُشْتَرِي وَالْمَبِيعِ، ثُمَّ يُنْظَرُ، فَإِنْ كَانَتْ الْمَرْأَةُ حَاضِرَةً، فَقَالَ: زَوَّجْتُك هَذِهِ صَحَّ، فَإِنَّ الْإِشَارَةَ تَكْفِي فِي التَّعْيِينِ، فَإِنْ زَادَ عَلَى ذَلِكَ، فَقَالَ: بِنْتِي هَذِهِ، أَوْ هَذِهِ فُلَانَةُ كَانَ تَأْكِيدًا، وَإِنْ كَانَتْ غَائِبَةً فَقَالَ: زَوَّجْتُك بِنْتِي وَلَيْسَ لَهُ سِوَاهَا جَازَ. فَإِنْ سَمَّاهَا بِاسْمِهَا مَعَ ذَلِكَ، كَانَ تَأْكِيدًا. فَإِنْ كَانَ لَهُ ابْنَتَانِ أَوْ أَكْثَرُ، فَقَالَ: زَوَّجْتُك ابْنَتِي لَمْ يَصِحَّ حَتَّى يَضُمَّ إلَى ذَلِكَ مَا تَتَمَيَّزُ بِهِ، مِنْ اسْمٍ أَوْ صِفَةٍ، فَيَقُولَ: زَوَّجْتُك ابْنَتِي الْكُبْرَى أَوْ الْوُسْطَى أَوْ الصُّغْرَى فَإِنْ سَمَّاهَا مَعَ ذَلِكَ كَانَ تَأْكِيدًا


Termasuk syarat sahanya pernikahan adalah penentuan dua mempelai, sebab setiap orang yang berakad dan objek akad wajib ditentukan seperti penentuan pembeli dan barang yang dijual, kemudian dilihat lagi, bila si wanita hadir maka dia kemudian wali mengatakan: saya menikahkan anda dengan ini maka sah pernikahan itu, mengingat isyarat cukup dalam penentuan mempelai, apabila ditambah lagi dengan ucapan," putriku ini atau fulanah ini maka ini menjadi penguat.

Apabila mempelai wanita tidak ada di tempat kemudian wali berucap: saya nikahkan anda dengan putri saya, sedangkan dia tidak memiliki putri lain maka ini juga boleh. Apabila disebutkan juga kala itu dengan namanya maka ini menjadi penguat. Apabila wali itu memiliki dua orang putri atau lebih kemudian wali berkata," saya menikahkan anda dengan putri saya maka akadnya tidak sah hingga menambahi keterangan yang membedakan mempelai dari yang lainnya, baik itu berupa nama atau sifat misalnya dia mengatakan: saya nikahkan anda dengan putri saya yang paling besar, atau yang pertengahan atau yang paling kecil. Apabila itu disertai penyebutan nama maka itu menjadi penguat. Al-Mughni 7/91

Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin, salah seorang Ulama' yang meninggal pada tahun 1421 H menerangkan juga

 

التعيين له طرق
الأول: الإشارة، بأن يقول زوجتك ابنتي هذه، فيقول: قبلت.
الثاني: التسمية باسمها الخاص، بأن يقول: زوجتك بنتي فاطمة، وليس له بنت بهذا الاسم سواها.
الثالث: أن يصفها بما تتميز به، مثل أن يقول: ابنتي التي أخذت الشهادة السادسة هذا العام، أو ابنتي الطويلة، أو ابنتي القصيرة، أو البيضاء، أو السوداء، أو العوراء، أو ما أشبه ذلك.
الرابع: أن يكون التعيين بالواقع، مثل أن يقول: زوجتك ابنتي، وليس له سواها، ما سمَّاها، ولا وصفها، ولا أشار إليها، فالذي عيَّنها الواقع


Penentuan mempelai ada beberapa cara
pertama:isyarat

kedua:menyebutkan namanya yang khusus buat dia dengan mengatakan," saya menikahkan anda dengan putri saya yang bernama Fatimah, sedangkan dia tidak memiliki putri lain yang bernama Fatimah.

ketiga:menyebutkan sifatnya yang menjadi pembeda dia dengan lainnya, seperti ucapan: putriku yang menerima ijazah keenam tahun ini, atau putriku yang tinggi, atau putriku yang pendek, atau yang putih, atau yang hitam, atau yang picak sebelah atau yang semacam itu.

keempat: penentuan dengan fakta seperti ucapan: saya menikahkan anda dengan putri saya, dan dia tidak punya putri lain,  meski dia tidak menyebutkan nama atau sifatnya serta tidak menunjuk kepadanya. yang menentukan adalah fakta. Asy-Syarh al-Mumti' 12/49    

Oleh karena itu bila penamaan mempelai di akad nikah dengan nama khusus dia dan mempelai hadir ditunjuk maka tidak masalah. Namun bila mempelai tidak hadir sedangkan nama itu umum (banyak yang bernama itu)  tidak khusus untuk mempelai saja dan tidak ada penyebutan sesuatu yang membedakan mempelai dari yang lainnya maka tidak sah.

Wallahu ta'ala a'lam

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com