SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Jual Beli Follower


Ikhwan (Kab. Blitar)
6 months ago on Fiqih

Bagaimana hukum jual beli follower akun medsos semisal instagram?
Redaksi salamdakwah.com
6 months ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

 

Wallahu ta'ala a'lam, dhohir yang kami fahami bahwa suatu akun akan cukup bernilai bila followernya banyak, diantara benefit banyaknya jumlah follower adalah bisa menjadi ladang mencari uang melalui jasa menampilkan iklan, endorse atau yang lainnya, dengan demikian di sini ada unsur merugikan orang lain yang berakad dengan pelaku dikarenakan jumlah follower yang palsu. Perbuatan ini bahaya bagi akhirat seseorang. Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabatnya

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ؟» قَالُوا: الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ، فَقَالَ: «إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ، وَصِيَامٍ، وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ، ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ»


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?” Mereka berkata, “Orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku pada hari kiamat itu adalah orang yang datang membawa pahala shalat, membawa pahala puasa, dan membawa pahala zakat, namun di sisi lain ia pernah mencaci-maki orang ini, menuduh orang ini, memakan harta orang ini, mengucurkan darah orang Ini, dan memukul orang ini; lalu diberikanlah kebaikan-kebaikannya kepada orang ini dan ini (yang didzalimi tersebut). Apabila kebaikan-kebaikannya sudah habis sebelum melunasi hutang-hutang kedzaliman itu, maka akan diambillah dosa-dosa mereka (orang yang didzalimi itu) dan ditanggungkan kepada dia, kemudian ia pun dilemparkan ke dalam api neraka.”” (H.R. Muslim no.2581;At-Tirmidzi no.2418; Ahmad 13/399 dan yang lainnya. Lafadz dia atas adalah lafadz Muslim)

Apabila penggelembungan jumlah follower itu tidak dipakai untuk tujuan komersial tetap saja itu bermasalah karena ada kedustaan yang disengaja. 

Imam Bukhori (6094) dan Muslim (2607) telah meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud –radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا

وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا 

“Hendaknya kalian berlaku jujur, karena kejujuran akan mengarahkan kepada kebaikan, dan sungguh kebaikan itu akan mengarahkan kepada surga, dan seseorang yang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk berlaku jujur hingga akan tercatat disisi Allah sebagai orang yang jujur.

Jauhilah oleh kalian kedustaan, karena sungguh kedustaan itu akan mengarahkan kepada kejahatan, dan sungguh kejahatan itu mengarahkan kepada neraka, dan seseorang senantiasa berdusta dan berusaha untuk berdusta sampai tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta”.

Oleh karena itu tidak boleh menjual follower karena itu berefek terjadinya dosa dan kesalahan. Apabila penjualan follower tetap dilakukan maka ini termasuk pelanggaran syariat. Allah ta'ala berfirman dalam surat al-Maidah ayat 2:


وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ


Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah kalian tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kalian kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya. 

Semoga Allah ta'ala memberikan kita semua kemudahan untuk mencari rizki yang halal dan berbarokah.     

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com