SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Ke Dukun Karena Dipelet


Ikhwan (Jambi)
4 months ago on Keluarga

Assalamualaikum ustadz. Saya punya makwo/kk dari ayah saya. Dia sedang berusaha mengobati suaminy yg ingin menceraikan dia karena menurut dri teman dia bahwa suaminy telah di guna". Teman kk ayh saya ini menurut saya adalah dukun karena dia menggunakan kemenyan dan foto" trs d bakar dan berbagai mcm ustadz. Dsini saya ingin bertanya apakah saya berdosa mengantarkan makwo saya ini kerumah dukun tersebut? Padahal saya tidak ingin mengantarkan dia kesana karena saya takut saya terkena akan dosany dan saya mengantar dia karena memang tidak ada yang bisa membawa motor drmh ini. Bagaimana ustadz apakah saya berdosa juga :/? Mohon bantuannya ustadz
Redaksi salamdakwah.com
4 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila anda tahu bahwa yang dituju adalah seorang dukun dan anda tidak ikut menemui dukun itu maka anda terkena dosa membantu dalam dosa Allah ta'ala berfirman dalam surat al Maidah ayat 2: 

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَاب     

Tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.

Apabila memang nampak dari tanda-tandanya seperti orang yang dipelet maka bisa menempuh langkah solusi yang syar'i untuk mengatasinya. diantaranya Yaitu ambillah tujuh lembar daun bidara yang masih hijau, ditumbuk atau digerus dengan batu atau alat tumbuk lainnya, sesudah itu dimasukkan ke dalam bejana beserta air secukupnya untuk mandi;

- bacakan ayat Kursi pada bejana tersebut;

- bacakan pula surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas,

- bacakan ayat-ayat sihir dalam surat Al-A’raf ayat 117-119


{وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ} (117) {فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ} (118) {فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوا صَاغِرِينَ} (119)


“Dan Kami wahyukan kepada Musa: ‘Lemparkanlah tongkatmu!’ Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. (117) Karena itu, nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan (118) Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina (119)

- bacakan surat Yunus ayat 79-82


{وَقَالَ فِرْعَوْنُ ائْتُونِي بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ} (79) {فَلَمَّا جَاءَ السَّحَرَةُ قَالَ لَهُمْ مُوسَى أَلْقُوا مَا أَنْتُمْ مُلْقُونَ} (80) {فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَى مَا جِئْتُمْ بِهِ السِّحْرُ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ} (81) {وَيُحِقُّ اللَّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ} (82)


“Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya): ‘Datangkanlah kepadaku semua ahli sihir yang pandai (79) Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: ‘Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan’ (80) Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: ‘Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenaran mereka. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsung pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan (81) Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapanNya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya)(82)

- bacakan juga surat Thaha ayat 65-69


{قَالُوا يَا مُوسَى إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَلْقَى} (65) {قَالَ بَلْ أَلْقُوا فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَى} (66) {فَأَوْجَسَ فِي نَفْسِهِ خِيفَةً مُوسَى} (67) {قُلْنَا لَا تَخَفْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعْلَى} (68) {وَأَلْقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوا إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى} (69)


“Mereka bertanya,’Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamilah yang mula-mula melemparkan?’ (65) Musa menjawab,’Silahkan kamu sekalian melemparkan’. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang oleh Musa seakan-akan ia merayap cepat lantaran sihir mereka (66) Maka Musa merasa takut dalam hatinya (67) Kami berfirman: ‘Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang) (68) Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat, sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu dari mana saja ia datang (69)

Setelah selesai membaca ayat-ayat tersebut di atas hendaklah diminum sedikit airnya (tiga kali) dan sisanya dipakai untuk mandi. Dengan cara ini mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menghilangkan penyakit yang sedang dideritanya.

Apabila perlu menggunakannya sebanyak dua kali atau lebih maka itu dibolehkan, hingga penyakitnya hilang.

Cara pengobatan sihir lainnya, termasuk cara yang paling bermanfaat ialah berupaya mengerahkan tenaga dan daya untuk mengetahui di mana tempat sihir terjadi, apakah itu di tanah, di gunung atau atau di tempat manapun ia berada. Bila sudah diketahui tempatnya, kemudian diambil dan dimusnahkan maka (biidznillah.pent) lenyaplah sihir tersebut.

Inilah apa yang bisa dijelaskan tentang perkara-perkara yang dapat digunakan untuk menjaga diri dari sihir dan yang bisa digunakan untuk usaha pengobatan atau cara penyembuhannya...Majmu' Fatawa Ibnu Baz 3/279-280

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com