SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Zina, Jarang Shalat, Pelecehan Dari Waktu Kecil


Akhwat (Kota Sukabumi)
1 month ago on Ibadah

Assalamualaikum Wr WB Saya perempuan umur 16 tahun, memang masih muda tapi sudah membuat banyak dosa. Dari dulu saya dalam hal agama tidak terlalu mendalami hingga sering meninggalkan shalat. Karakter saya sangatlah tertutup sekali. 1.Pada saat itu saya ingin mencoba rasanya pacaran. Tapi, Saya melakukan Zina dengan pacar saya, ingin menolak tapi akhirnya saya tergoda. Saya shalat tapi melakukan zina lagi. Iman saya memang kurang kuat, hingga tak kuasa menahan hasrat. Akhirnya, kita tidak pacaran lagi dan saya sangat menyesal hingga saat ini karena dosa yang saya lakukan tidak lah kecil. 2. Saya tidak mengerti, keluarga saya yang tidak terlalu mementingkan agama, karena ayah saya mualaf. Yang saya tidak suka adalah saya tidak boleh sering menggunakan hijab apalagi saat perjalanan jauh oleh ayah saya. Meski saya keras kepala pakai hijab dan memberikan alasan agar tetap menggunakan hijab, ayah saya selalu mengomel ttg hal ini. 3. Saya penyuka anime / kartun Jepang. Karena saya selalu merasa kesepian saya selalu melihat anime hingga lupa waktu. Tapi, saya masuk terlalu jauh hingga saya terjun kedalam kegelapan yaitu melihat komik/ manga laki-laki menyukai laki-laki. Saya masih tetep ketagihan hingga sekarang. 4.saya tidak tahu waktu umur 4 THN yang namanya pelecehan. Dlu saya sering ke rumah Alm. Nenek saya dan ada suami/ayah sambung mama saya. Saya suka diajak bermain oleh ayah sambung, hingga dia berbuat hal pelecehan tersebut terhadap saya, saya waktu itu sama sekali tidak tahu dan tidak menyadari itu salah. Saya selalu diam tak bisa berbuat apa apa lagi. Tetapi sekarang sudah tidak. Saya mohon apa yang harus saya lakukan? saya masih saja tetap melakukan hal seperti ini. Setiap ingin taubat saya selalu berfikir selalu akan balik lagi dengan dosa yang saya perbuat, Iman saya masih tidaklah kuat. Saya tidak ingin seperti yang saya lakukan seperti " melakukan dosa, taubat, dosa " selalu berputar di kehidupan saya. Saya merasa anak perempuan yang tidak berpendidikan. Saya ingin meninggalkan ini, tapi sangatlah sulit. Saya ingin kembali ke kehidupan normal dan kejalan yang lurus. Dosa ini sudah melampaui dosa yang sangat besar. Saya ingin menggunakan umur saya sebaik mungkin. :') saya harap mendapatkan balasan dari pertanyaan yang saya buat.
Redaksi salamdakwah.com
1 month ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Diantara do'a yang ma'tsur yang bisa diamalkan oleh penanya adalah do'a yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada Mu'adz bin Jabal radhiyallahu anhu:


اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ


Ya Allah, bantulah saya untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik. HR. Ahmad 36/430, Abu Daud no.1522 dan an-Nasa’i no.1303

Meski demikian ini tidak menghalangi penanya untuk banyak berdo'a kepada Allah ta'ala dengan do'a selain yang ma'tsur dan do'a dengan selain bahasa Arab yang intinya supaya Allah ta'ala memberi dia ilmu agama dan memberinya kekuatan untuk mengamalkannya serta menjauhkannya dari dosa.

Untuk melawan hawa nafsu seseorang tidak cukup hanya berdo'a, dia harus melakukan aksi nyata dan berusaha sekuat tenaga untuk melawan hawa nafsunya. Allah ta'ala tidak akan merubah keadaan suatu kaum hingga mereka sendiri berusaha merubah keadaan. Allah ta'ala berfirman dalam surat ar-Ra'd ayat 11:


إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ


Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Syaikh Ibnu Baz pernah ditanya terkait perbuatan dosa yang dilakukan secara berulang:
Saya seorang penuntut ilmu, saya mencintai Allah dan Rasul-Nya namun saya melakukan dosa besar, setelah saya bertaubat saya kembali melakukannya, setiap saya memperbarui tekad untuk meninggalkannya saya terjatuh lagi ke dosa ini setelah beberapa bulan dan saya terus melakukannya selama beberapa tahun, saya berharap memperoleh solusi (yang menjadikan saya berhasil berlepas diri dari dosa itu) dari Anda dan obat yang kuat, berilah kami ilmu semoga Allah memberi Anda pahala?

Beliau menjawab:
Anda wajib jujur terhadap Allah, bergembiralah dengan kebaikan bila Anda telah bertaubat, jujur dan koreksilah diri Anda, mintalah kepada Allah petunjuk dan pertolongan. Janganlah Anda mengikuti hawa nafsu, berjuanglah melawan diri Anda sendiri, Allah subahanhu wa ta'ala berfirman (al-Ankabut:69):


وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ


Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

Allah juga berfirman (Ath-Thalaq:2)


وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا


Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar.

Allah juga berfirman (ath-Thalaq:4)


وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا


Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.

Anda wajib bertakwa kepada Allah dan tidak membiarkan setan mempermainkan Anda, kapanpun Anda bertaubat maka teguhlah dalam taubat itu serta berhati-hatilah jangan sampai kembali. Apabila Anda kembali berbuat dosa untuk yang kedua kali maka berhati-hatilah dengan lebih keras sehingga Anda tidak kembali berbuat dosa untuk ketiga kali adapun bermain-main dengan membiarkan setan memeprmainkan Anda maka ini menunjukkan lemahnya iman, lemahnya kekuatan dan sedikitnya ilmu, bertakwalah kepada Allah dan rasakan pengawasan Allah dan berjuanglah melawan diri sendiri sehingga Anda tidak kembali berbuat maksiat itu, kami meminta kepada Allah hidayah dan petunjuk untuk diri kami dan Anda. Majmu' Fatawa Ibnu Baz 28/425-426

Diantara sebab seseorang mengulangi perbuatan dosa adalah meremehkan dosa yang ia lakukan. Oleh karena itu kita perlu menuntut ilmu sehingga tahu betapa bahayanya dosa untuk kehidupan dunia dan akhirat kita. Seperti contohnya zina. Zina bukanlah perbuatan dosa biasa. Zina merupakan salah satu dosa besar yang pelakunya diancam dengan hukuman yang keras di dunia dan adzab yang pedih setelah kematian. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"


خُذُوْا عَنِّي خُذُوْا عَنِّي قَدْ جَعَلَ اللهُ لَهُنَّ سَبِيْلاً اَلْبِكْرُ بِالْبِكْرِ جَلْدُ مِائَةٍ وَنَفْيُ سَنَةٍ وَالثَّيِّبُ بِالثَّيِّبِ جَلْدُ مِائَةٍ وَالرَّجْمُ


"Ambillah dariku, ambillah dariku! Allah telah menjadikan bagi mereka jalan keluar. (jika berzina) perejaka dengan gadis (maka hadnya) dicambuk seratus kali dan diasingkan setahun. (Apabila berzina) dua orang yang sudah menikah (maka hadnya) dicambuk seratus kali dan dirajam.” HR. Muslim no.1690

Dalam nash yang lain disebutkan siksaan pezina setelah ia mati,"


"فانطلقنا فأتينا على مثل بناء التنور " - قال عوف: أحسب أنه قال -: " فإذا لغط وأصوات، فاطلعنا فإذا فيه رجال ونساء، وإذا هم يأتيهم اللهب من أسفل منهم، فإذا أتاهم ذلك ضوضووا، قال: قلت: من هؤلاء؟ قال: لي انطلق " - فذكر الحديث ثم قال في التفسير: " أما الرجال والنساء العراة الذين في مثل بناء التنور فإنهم الزناة والزواني


“Kemudian kami berlalu, lalu sampai pada sebuah bangunan seperti tungku pembakaran.” -Auf, perawi hadits- berkata, “Sepertinya beliau juga bersabda, ‘Tiba-tiba aku mendengar suara gaduh dan teriakan.’” Beliau melanjutkan, “Kemudian aku menengoknya, lalu aku dapati di dalamnya laki-laki dan perempuan yang telanjang. Tiba-tiba mereka didatangi nyala api dari bawah mereka, mereka pun berteriak-teriak.” Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Aku bertanya (pada Jibril dan Mika-il), ‘Siapa mereka?’ Keduanya menjawab, ‘Adapun laki-laki dan perempuan yang berada di tempat seperti tungku pembakaran, mereka adalah para pezina.’ HR. al-Baihaqi di Syu'ab al-Iman no.5036 Dishahihkan oleh al-Albani di Shahih al-Jami' ash-Shaghir 1/651

Termasuk yang perlu dilakukan oleh penanya adalah menjauhi lingkungan buruk yang menarik dia kembali jatuh dalam kubangan dosa. Dalam salah satu riwayat shahih disebutkan: 


عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا، فَسَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ، فَأَتَاهُ فَقَالَ: إِنَّهُ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا، فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَقَالَ: لَا، فَقَتَلَهُ، فَكَمَّلَ بِهِ مِائَةً، ثُمَّ سَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ، فَقَالَ: إِنَّهُ قَتَلَ مِائَةَ نَفْسٍ، فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَقَالَ: نَعَمْ، وَمَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ التَّوْبَةِ؟ انْطَلِقْ إِلَى أَرْضِ كَذَا وَكَذَا، فَإِنَّ بِهَا أُنَاسًا يَعْبُدُونَ اللهَ فَاعْبُدِ اللهَ مَعَهُمْ، وَلَا تَرْجِعْ إِلَى أَرْضِكَ، فَإِنَّهَا أَرْضُ سَوْءٍ، فَانْطَلَقَ حَتَّى إِذَا نَصَفَ الطَّرِيقَ أَتَاهُ الْمَوْتُ، فَاخْتَصَمَتْ فِيهِ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ وَمَلَائِكَةُ الْعَذَابِ، فَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ: جَاءَ تَائِبًا مُقْبِلًا بِقَلْبِهِ إِلَى اللهِ، وَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الْعَذَابِ: إِنَّهُ لَمْ يَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ، فَأَتَاهُمْ مَلَكٌ فِي صُورَةِ آدَمِيٍّ، فَجَعَلُوهُ بَيْنَهُمْ، فَقَالَ: قِيسُوا مَا بَيْنَ الْأَرْضَيْنِ، فَإِلَى أَيَّتِهِمَا كَانَ أَدْنَى فَهُوَ لَهُ، فَقَاسُوهُ فَوَجَدُوهُ أَدْنَى إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي أَرَادَ، فَقَبَضَتْهُ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ "

   Dari Abu Sa'id Al Khudri bahwasanya Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Pada jaman dahulu ada seorang laki-laki yang telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Kemudian orang tersebut mencari-cari orang alim yang paling banyak memiliki pengetahuan. Lalu ia diberitahu tentang seorang rahib dan ia pun langsung mendatanginya. Kepada rahib tersebut ia berterus terang bahwasanya ia telah membunuh sembilan puluh sembilan orang dan apakah taubatnya itu akan diterima? Ternyata rahib itu malahan menjawab; 'Tidak (Taubatmu tidak akan diterima).' Akhirnya laki-laki itu langsung membunuh sang rahib hingga genaplah kini seratus orang yang telah dibunuhnya. Kemudian laki-laki itu mencari orang lain lagi yang paling banyak ilmunya. Lalu ditunjukan kepadanya seorang alim yang mempunyai ilmu yang banyak. Kepada orang alim tersebut, laki-laki itu berkata; 'Saya telah membunuh seratus orang dan apakah taubat saya akan diterima? ' Orang alim itu menjawab; 'Ya. Tidak ada penghalang antara taubatmu dan dirimu. Pergilah ke daerah ini dan itu, karena di sana banyak orang yang beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Setelah itu, beribadahlah kamu kepada Allah bersama mereka dan janganlah kamu kembali ke daerahmu, karena daerahmu itu termasuk lingkungan yang buruk.' Maka berangkatlah laki-laki itu ke daerah yang telah ditunjukan tersebut. Di tengah perjalanan menuju ke sana laki-laki itu meninggal dunia. Lalu malaikat Rahmat dan Azab saling berbantahan. Malaikat Rahmat berkata; 'Orang laki-laki ini telah berniat pergi ke suatu wilayah untuk bertaubat dan beribadah kepada Allah dengan sepenuh hati.' Malaikat Azab membantah; 'Tetapi, bukankah ia belum berbuat baik sama sekali.' Akhirnya datanglah seorang malaikat yang berwujud manusia menemui kedua malaikat yang sedang berbantahan itu. Maka keduanya meminta keputusan kepada malaikat yang berwujud manusia dengan cara yang terbaik. Orang tersebut berkata; 'Ukurlah jarak yang terdekat dengan orang yang meninggal dunia ini dari tempat berangkatnya hingga ke tempat tujuannya. Mana yang terdekat, maka itulah keputusannya.' Ternyata dari hasil pengukuran mereka itu terbukti bahwa orang laki-laki tersebut meninggal dunia lebih dekat ke tempat tujuannya. Dengan demikian orang tersebut berada dalam genggaman malaikat Rahmat.'HR. Muslim no.2766 dan yang lainnya  

Taubat yang benar harus memenuhi syaratnya, berikut ini syarat-syarat penting dalam bertaubat :  

1. Ikhlas karena Allah ta'ala

2. Menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan

3. Segera meninggalkan perbuatan tersebut.

4. Bertekad untuk tidak kembali ke dosa tersebut

5. Taubat tersebut dilaksanakan pada saat Taubat masih diterima. lih. Asy-Syarh Al-Mumti' 'ala Zad Al-Mustaqni' oleh syaikh Utsaimin 14/380  

Kembalilah ke jalan Allah ta'ala dan jangan perdulikan cemoohan orang-orang yang hanya melihat masa lalu dan tidak memiliki ilmu dalam masalah ini. Perbanyaklah berbuat amal shaleh, diharapkan itu akan menjadi penghapus dosa yang telah lalu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

    اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.    

“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Ikutilah kejelekan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapus kejelekan tersebut dan berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang baik.” HR. Tirmidzi no1987. Dishahihkan oleh al-Albani.    

Jauhilah oleh Anda, teman-teman dan lingkungan tidak baik dan yang selama ini ikut membentuk diri Anda sebagai orang yang salah, mengingat kekuatan pengaruh teman sejawat terhadap pribadi seseorang tidaklah terbantahkan. Dalam salah satu riwayat disebutkan:

   سَمِعْتُ أَبَا بُرْدَةَ بْنَ أَبِي مُوسَى، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالجَلِيسِ السَّوْءِ، كَمَثَلِ صَاحِبِ المِسْكِ وَكِيرِ الحَدَّادِ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ المِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ، وَكِيرُ الحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ، أَوْ ثَوْبَكَ، أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَة      

Aku mendengar Abu Burdah bin Abu Musa dari bapaknya radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaan orang yang bergaul dengan orang shalih dan orang yang bergaul dengan orang buruk seperti penjual minyak wangi dan tukang tempa besi, Pasti kau dapatkan dari pedagang minyak wangi apakah kamu membeli minyak wanginya atau sekedar mendapatkan bau wewangiannya, sedangkan dari tukang tempa besi akan membakar badanmu atau kainmu atau kamu akan mendapatkan bau yang tidak sedap. HR. Bukhari no. 2101 dan Muslim no. 2628, lafadz di atas adalah lafadz Bukhari.   Semoga Allah ta'ala memudahkan Anda dan kita semua dalam bertaubat kepada Allah ta'ala atas dosa-dosa yang telah lalu.    

والله تعالى أعلم بالحق والصواب    

 
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com