SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bermaksiat Tanpa Niat


Ikhwan (Bekasi)
1 month ago on Aqidah

Assalamualaikum Ustadz apakah bermaksiat tanpa niat di hitung dosa?
Redaksi salamdakwah.com
1 month ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Seharusnya penanya menuliskan contoh sehingga bisa memperjelas arah pertanyaan. Namun secara umum bisa dikatakan bahwa hukum asalnya bila seseorang melakukan dosa tanpa ada niat untuk melakukan hal itu maka dia tidak terkena dosa. Seperti orang yang lupa belum melaksanakan shalat fardhu maka dia tidak berdosa namun ketika ingat dia harus mengqodho'nya, begitu pula bila orang melakukan pelanggaran namun dia tidak tahu maka dia juga tidak kena dosa seperti orang yang melakukan hubungan suami istri karena ia tidak tahu bahwa fajar shadiq telah muncul padahal faktanya fajar shadiq telah terbit, begitu pula misalnya orang yang dipaksa (dengan konsekwensi pembunuhan misalnya) mengucapkan kata kata kufur maka dia tidak berdosa mengucapkannya selama hatinya masih beriman dengan iman yang kuat. Diantara dalil masalah ini adalah:

- Firman Allah ta'ala:

وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُم بِهِ وَلَكِن مَّا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzaab: 5)

- Firman Allah ta'ala:

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا 

 "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. (QS. Al Baqarah: 286)

 - Sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

  إن الله وضع عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه  

Sesungguhnya Allah ta'ala meletakkan (konsekwensi dalam bentuk dosa.pent) dari ummatku saat ada ketidaksengajaan, lupa, dan keterpaksaan. HR. Ibnu Majah no.2033

Namun perlu diperhatikan Syekh Ibn Uthaymin menerangkan- semoga Allah merahmati  beliau - ragu-ragu dalam penelitian ini, dan beliau berkata: Itulah mengapa kita mengatakan: Setiap orang melakukan sesuatu yang dilarang (dalam keadaan tidak tahu hukumnya) maka ia tidak berdosa, dan ia tidak terkena hukuman, karena Allah yang Mahakuasa lebih berbelas kasih daripada menyiksa mereka yang tidak sengaja melanggar petunjuknya dan bermaksiat kepada-Nya. Namun, tetap ada pertimbangan  jika seseorang lalai mencari kebenaran, misalnya dia menganggap remeh. Dia melihat apa yang dilakukan oleh masyarakat kemudian dia melakukannya tanpa meneliti, maka dengan begini bisa jadi ia berdosa, tetapi dia berdosa karena lalai dalam mencari kebenaran, dan bisa jadi  ia dapat dimaafkan dalam kasus ini, 

Bisa jadi dimaafkan jika dia ia tidak berpikir bahwa tindakan ini adalah pelanggaran, sedangkan di sisi lain tidak ada ulama yang mengingatkan dia, kala itu dia dimaafkan,

Kesimpulannya: seseorang dimaafkan karena ketidaktahuan dia, tetapi tidak dimaafkan karena kelalaiannya dalam mencari kebenaran. 

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com