SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hukum Berjanji Menikahi Setelah Melakukan Hal Yang Tidak Layak?


Akhwat (jawa barat)
3 months ago on Fiqih

assalamu'alaikum warohmatullahi wabarakaatuh, semoga ustadz selalu dalam lindungan Allah. aamiin ustadz saya mau bertanya, singkat cerita, ada ikhwan yang sudah mengaji ingin bertaaruf dengan saya, namun ternyata banyak kesalahan yang kita lakukan, hingga kita melakukan maksiat. Lalu sampai berzina (tapi tidak sampai berhubungan), -semoga Allah mengampuni seluruh dosa saya- dan kejadian itu diketahui oleh ayah tiri saya. lalu si ikhwan berjanji kpd saya akan menikahi saya, dan ternyata si ikhwan pun berjanji kepada ayah tiri saya bahwa dia akan menikahi saya untuk bertanggung jawab meski tdk sampai merenggut kehormatan yg berharga sebelum menikah. lalu ibu saya pun tau, dan si ikhwan berucap lagi akan bertanggung jawab. setelah kejadian itu, kita sudah berusaha bertaubat semaksimal mungkin, sampai akhirnya ikhwan itu berusaha meninggalkan saya dan mencari wanita yang lebih baik. perasaan saya sangat hancur, walaupun saya sudah bertaubat. karena saya merasa dia tdk adil, tdk menepati janjinya, padahal dia tau hukumnya. 1. Apa janji yang ikhwan itu ucapkan pada saya dan orang saya wajib dia tepati? 2. apa boleh saya menuntut dia untuk menikahi saya, karena kami pun sudah sama2 bertaubat dan mengaji. semoga jawaban ustadz bisa membuat dia yakin untuk menikahi saya. insyaAllah aamiin.. jazaakallah khairon..
Redaksi salamdakwah.com
3 months ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila anda dan laki-laki itu sudah bertaubat maka tidak ada masalah yang menghalangi pernikahan. Apabila tidak ada alasan syar'i yang menghalangi pernikahan anda berdua maka laki-laki itu wajib memenuhi janjinya. Apabila dia lalai maka anda bisa mengingatkannya, diantara caranya adalah anda meminta keluarga anda yang laki-laki untuk mengingatkan dia dengan janjinya.
 
Ada pertanyaan yang ditujukan kepada Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi," Apa hukum menepati janji kepada orang Hindu dalam perkara yang tidak bertentangan dengan syariat Allah Ta'ala?

Mereka menjawab: Menepati janji terhadap perkara yang tidak bertentangan dengan syariat Allah Ta'ala hukumnya wajib. Allah Ta'ala berfirman (al-Isra':34),

{وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا}

dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya. Ini berlaku kepada siapa pun, baik terhadap orang Hindu atau lainnya, selagi mereka tidak mengingkari janji dan tidak menghina Islam.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Bakar Abu Zaid (Anggota)    
Abdul Aziz Alu asy-Syaikh (Anggota)    
Shalih al-Fawzan (Anggota)    
Abdullah bin Ghadyan (Anggota)    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 12/44-45 Pertanyaan Kedua dari Fatwa Nomor:17030

Semoga Allah ta'ala mudahkan urusan anda dan memberi anda karunia istiqomah di jalan yang benar.

Wallahu ta'ala a'lam                  

PERTANYAAN TERKAIT

© 2018 - Www.SalamDakwah.Com