SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menyukai Lelaki Soleh di Media Sosial


Akhwat (Luwuk)
7 months ago on Fiqih

Assalamualaikum Saya mengikuti seorang lelaki di media sosial, dan karena postingannya hati saya menjadi tergerak untuk beribadah dan menjadi wanita soleha dan akibat hal itu saya jadi mengagumi dia. Saya mau bertanya . Apakah kita boleh mengagumi seorang lelaki soleh yang kita liat di media sosial dan berharap agar bisa berjodoh dengan dia ? Tetapi dia tidak mengenal saya . Terimakasih
Redaksi salamdakwah.com
7 months ago

Waalaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuhu 

Apabila sumber cinta itu adalah sesuatu yang tidak halal seperti sengaja terus menerus memandang video laki laki tersebut dengan pandangan syahwat sehingga akhirnya jatuh cinta maka segeralah bertaubat karena hukum asalnya kaum mukminin dan mukminat diarahkan untuk menjaga pandangannya dari melihat lawan jenis yang bukan mahram. Allah ta'ala berfirman dalam surat An-Nur ayat 30-31:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ.....

“Katakanlah kepada laki – laki yang beriman :”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ.

“Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya”

Ini adalah hukum larangan dalam memandang lawan jenis yang bukan mahram, apalagi jika perbuatan yang dilakukan yang lebih dari itu, seperti memadu kasih lewat sms, telpon atau copy darat (sampai-sampai pasangan yang tidak halal ini dimabuk asmara) ini tentu lebih diharamkan, karena lebih mendekatkan kepada zina kemaluan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ.

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” HR. Muslim no.2657

Oleh karena itu cukupkan diri mendengar dan membaca nasehat -nasehat dia. 

 Apabila rasa kagum dan cinta muncul karena hal yang halal seperti kagum dengan keilmuan dan kesholehannya tanpa ada tindakan yang bermasalah yang bersumber dari penanya maka tidak apa apa. Lebih jelasnya silahkan membaca keterangan Ibnu Qayyim rahimahullahu ta'ala yang telah kami terjemahkan ke bahasa Indonesia,'"Awal mula dan sebab-sebab cinta sifatnya opsional (berada dibawah kendali seorang hamba.pent) dan termasuk dalam lingkaran taklif seorang hamba. Melihat, memikirkan dan membuka diri untuk mencintai sifatnya opsional. Apabila seseorang mendatangi sebab-sebab tersebut maka efeknya diluar kendali dia...ini seperti efek mabuk setelah meminum khamr, meminum khamr sifatnya opsional sedangkan efek mabuknya di luar kendali orang yang minum.

Ketika sebab itu dilakukan karena pilihan dia sendiri maka dia tidak diberi udzur untuk efek yang tiba di luar kendali. Ketika sebabnya diharamkan maka efek mabuknya tidaklah dimaafkan. Tidak diragukan lagi bahwa terus memandang dan terus memikirkan kedudukannya sama dengan meminum zat yang memabukkan sehingga dia dicela karena mendatangi sebabnya. Oleh karena itu, bila cinta datang dari hal-hal yang tidak terlarang maka orang yang jatuh cinta itu tidaklah tercela, sebagaimana orang yang mencintai istri atau budak wanitanya kemudian mereka berpisah namun rasa cinta itu tetap lekat dalam diri orang tersebut, kala itu dia tidak tercela sebagaimana berlalu dalam kisah Bariroh dan Mughits.

Begitu pula bila seseorang memandang sekejap kemudian ia memalingkan pandangannya namun cinta telah terlanjur hinggap dalam hatinya tanpa dia bisa kontrol. Meski demikian dia harus berusaha mengusir rasa itu dan memalingkan hati darinya, bila dia masih tersandera oleh rasa cinta itu setelah mengerahkan usaha maksimal untuk mengusir rasa tersebut maka dia tidak tercela. Raudhatul Muhibbin 147-148

 Apabila suka dengan laki laki tersebut penanya bisa menawarkan dirinya dengan cara yang baik. Seorang gadis boleh menawarkan dirinya untuk dinikahi oleh lelaki sholeh, baik dia itu sudah beristri atau belum. Boleh juga seorang wali menawarkan gadis yang berada di bawah perwaliannya kepada laki-laki sholeh. Ada pertanyaan yang ditujukan kepada Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa:

Apakah seorang gadis boleh menawarkan diri untuk dinikahi oleh seorang laki-laki mulia --karena Allah-- yang memiliki kriteria muslim yang konsisten dalam keislamannya, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu `anha? Jika Islam membolehkan, apakah ini tidak merendahkan derajat gadis tersebut? Atau, apa yang syarat yang harus gadis itu penuhi bila ia tertarik kepada laki-laki, karena akhlak, keislaman, dan komitmennya terhadap Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam? 

Mereka menjawab: Jika kondisinya demikian, maka wanita itu disyariatkan. untuk menawarkan diri supaya dipersunting laki-laki dengan kriteria tersebut, atau dengan kesalehan yang semisalnya. Ini tidak apa dilakukan. Sebab, ini juga dipraktikkan oleh Khadijah radhiyallahu `anha, dan perempuan yang disebutkan dalam Surah al-Ahzab yang menawarkan dirinya. Ini juga pernah dilakukan oleh Umar radhiyallahu 'anhu dengan menawarkan putrinya yang bernama Hafshah kepada Abu Bakar, kemudian kepada Utsman, radhiyallahu `anhuma.. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 18/48 pertanyaan pertama dari fatwa no.6400

Apabila wali penanya tidak bisa melakukan itu maka bisa memakai perantara lain. Apabila kecondongan kepada laki-laki yang dikagumi itu semakin kuat maka silahkan mencari wasilah yang akan menawarkan kepada laki-laki sholeh tersebut untuk menikahi si penanya. Menawarkan diri kepada laki-laki sholeh bukanlah aib. Dari Tsabit Al-Bunani mengatakan,

كُنْتُ عِنْدَ أَنَسٍ ، وَعِنْدَهُ ابْنَةٌ لَهُ ، قَالَ أَنَسٌ : جَاءَتْ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعْرِضُ عَلَيْهِ نَفْسَهَا ، قَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَكَ بِي حَاجَةٌ ؟ . فَقَالَتْ بِنْتُ أَنَسٍ : مَا أَقَلَّ حَيَاءَهَا ، وَا سَوْأَتَاهْ ! وَا سَوْأَتَاهْ ! قَالَ : هِيَ خَيْرٌ مِنْكِ ، رَغِبَتْ فِي النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَعَرَضَتْ عَلَيْهِ نَفْسَهَا

“Saya di sisi Anas dan beliau mempunyai anak wanita. Anas mengatakan, “Seorang wanita mendatangi Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam menawarkan dirinya kepada beliau seraya mengatakan, “Ya Rasulullah apakah anda membutuhkan diriku? Anak wanita Anas mengatakan, “Sedikit sekali rasa malunya. Oh malunya !! oh malunya !! berkata (Anas), “ Dia lebih baik dari kamu, dia menginginkan Nabi sallallahu alaihi wa sallam dan menawarkan diri kepada beliau.” (HR. Bukhari, no. 4828).

Imam Bukhari membuat bab dengan mengatakan ‘Bab:

 عرْض المرأة نفسَها على الرجل الصالح

Seorang wanita menawarkan dirinya kepada lelaki sholeh’

Dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, 30/50, dikatakan “Seorang wanita dibolehkan menawarkan dirinya kepada seorang lelaki dan menyampaikan padanya akan keinginannya. Karena kebaikan laki-laki itu dan keutamaannya atau karena ilmu dan kemuliaannya. Atau karena salah satu perangai agama, hal yang demikian bukanlah kehinaan. Bahkan hal itu menunjukan akan kemulyaannya. Dimana Bukhori telah mengeluarkan hadits Tsabit Albunany berkata, saya di sisi Anan… dan menyebutkan hadits tadi.

Apabila memang penanya tidak mau untuk melakukan usaha-usaha di atas maka saran kami adalah penanya move on dan tidak menyiksa diri dengan rasa kagum dan suka seumur hidup tapi tidak ditindaklanjuti seperti orang yang haus tapi tidak mau minum. Cobalah untuk mencari laki laki sholeh lain yang layak dicintai dan bisa dicintai secara resmi.

Wallahu ta'ala a'lam

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com