SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Zina dan Ditinggal


Akhwat (Jawa Timur )
6 months ago on Fiqih

Assalamualaikum ustadz, mohon bantuannya bagaimana jika seorang perempuan dan laki2 telah melakukan dosa besar (zina) kemudian laki2 tersebut berniat akan meninggalkan si perempuan dgn alasan keluarga sehingga perempuan tsb sampai hampir putus asa. Bagaimana perempuan tersebut harus menanggapi ustadz? Apakah harus menuntut atau harus mengikhlaskan? Krn perempuan tsb khawatir akan masa depannya bgmn. Mohon bantuannya ustadz. Terimakasih
Redaksi salamdakwah.com
6 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Zina bukanlah perbuatan dosa biasa. Zina merupakan salah satu dosa besar yang pelakunya diancam dengan hukuman yang keras di dunia dan adzab yang pedih setelah kematian. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"


خُذُوْا عَنِّي خُذُوْا عَنِّي قَدْ جَعَلَ اللهُ لَهُنَّ سَبِيْلاً اَلْبِكْرُ بِالْبِكْرِ جَلْدُ مِائَةٍ وَنَفْيُ سَنَةٍ وَالثَّيِّبُ بِالثَّيِّبِ جَلْدُ مِائَةٍ وَالرَّجْمُ


"Ambillah dariku, ambillah dariku! Allah telah menjadikan bagi mereka jalan keluar. (jika berzina) perejaka dengan gadis (maka hadnya) dicambuk seratus kali dan diasingkan setahun. (Apabila berzina) dua orang yang sudah menikah (maka hadnya) dicambuk seratus kali dan dirajam.” HR. Muslim no.1690

Dalam nash yang lain disebutkan siksaan pezina setelah ia mati,"


"فانطلقنا فأتينا على مثل بناء التنور " - قال عوف: أحسب أنه قال -: " فإذا لغط وأصوات، فاطلعنا فإذا فيه رجال ونساء، وإذا هم يأتيهم اللهب من أسفل منهم، فإذا أتاهم ذلك ضوضووا، قال: قلت: من هؤلاء؟ قال: لي انطلق " - فذكر الحديث ثم قال في التفسير: " أما الرجال والنساء العراة الذين في مثل بناء التنور فإنهم الزناة والزواني


“Kemudian kami berlalu, lalu sampai pada sebuah bangunan seperti tungku pembakaran.” -Auf, perawi hadits- berkata, “Sepertinya beliau juga bersabda, ‘Tiba-tiba aku mendengar suara gaduh dan teriakan.’” Beliau melanjutkan, “Kemudian aku menengoknya, lalu aku dapati di dalamnya laki-laki dan perempuan yang telanjang. Tiba-tiba mereka didatangi nyala api dari bawah mereka, mereka pun berteriak-teriak.” Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Aku bertanya (pada Jibril dan Mika-il), ‘Siapa mereka?’ Keduanya menjawab, ‘Adapun laki-laki dan perempuan yang berada di tempat seperti tungku pembakaran, mereka adalah para pezina.’ HR. al-Baihaqi di Syu'ab al-Iman no.5036 Dishahihkan oleh al-Albani di Shahih al-Jami' ash-Shaghir 1/651

Bersungguh-sungguhlah untuk bertaubat dari dosa tersebut dan penuhilah syaratnya. Berikut ini syarat taubat yang harus dipenuhi:
yaitu:
Syarat taubat:
1. Ikhlas karena Allah ta’ala : maksudnya adalah karena takut kepada Allah ta’ala dan ingin mendekat kepadaNya

2. Menyesal atas perbuatan dosa yang telah dia perbuat sebelumnya

3. Segera meninggalkan dosa tersebut dan tidak menunda-nundanya

4. Bertekad kuat untuk tidak kembali kepada dosa tersebut

5. Taubat itu dilaksanakan pada saat taubat masih diterima, yaitu sebelum ajal menjemput dan sebelum matahari terbit dari sebelah barat. Diterjemahkan secara bebas dari Asy-Syarh Al-Mumti’ Ala Zad Al-Mustaqni’ oleh syaikh Utsaimin 14/380

Taubat yang benar mengharuskan anda untuk tidak menjalin hubungan pacaran dengan laki-laki tersebut. Suruhlah laki-laki tersebut untuk bertaubat. Apabila anda berdua sudah bertaubat maka anda bisa mengajukan diri untuk dinikahi dan anda berdua bisa menikah. Syaikh Utsaimin pernah ditanya:
Apa makna ayat mulia (An-Nur:3)


الزَّانِي لا يَنْكِحُ إلا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لا يَنْكِحُهَا إِلا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ


Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.

Dan apakah keimanan terangkat dri diri seseorang serta ia menuju kemusyrikan bila ia melakukan dosa ini?

Beliau menjawab:
Apabila kita membaca ayat ini (yang ditutup oleh Allah dengan: dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin) kita bisa mengambil sebuah hukum, yaitu haramnya menikahi pezina wanita dan haramnya menikahi pezina laki-laki. Maksudnya seseorangtidak boleh menikahi pezina wanita dan seorang laki-laki tidak boleh menikahkan putrinya dengan pezina laki-laki....Akan tetapi hukum ini hilang dengan taubat. Apabila seorang pezina laki-laki atau perempuan bertaubat dari zinanya maka akan hilanglah darinya pensifatan tersebut darinya, yakni pensifatan sebagai seorang pezina..
Apabila pezina laki-laki telah bertaubat dari perbuatan zinanya atau pezina wanita dari perbuatan zinanya maka boleh menikahinya. Fatawa Islamiah syaikh Utsaimin 3/246-247

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa pernah ditanya:
Seorang pria hidup bersama seorang wanita tanpa ikatan pernikahan (kumpul kebo) dan memiliki banyak anak. Setelah itu, laki-laki tersebut menikahi dua orang wanita secara syar'i dan keduanya pun melahirkan banyak anak. Kemudian, laki-laki itu ingin mengusir wanita yang pertama dari rumah, tetapi anak-anaknya melarang. Bagaimana hukum atas permasalahan ini?

Beliau menjawab:
"kumpul kebo" merupakan perbuatan zina yang diharamkan menurut Alquran, Sunah, dan ijmak umat Islam. Kedua pasangan zina itu harus berpisah, bertobat kepada Allah, dan meminta ampun kepada-Nya. Apabila keduanya sudah bertobat dengan sungguh-sungguh lalu menikah secara syar'i, maka tidak ada lagi yang dipersoalkan...Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 22/24-25 Pertanyaan Kelima dari Fatwa Nomor:6575

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa juga pernah ditanya:
Apabila seorang laki-laki berzina dengan seorang wanita kemudian ia menikahinya. Setelah 4 bulan laki-laki itu bertaubat kepada Allah ta'ala. Apakah akad nikahnya sah?

Mereka menjawab:
Tidak boleh menikahi pezina wanita dan tidak sah menikahinya sampai dia bertaubat dan masa iddahnya telah berlalu. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 18/383-384. Pertanyaan ke 3 dari fatwa no 17776

Apabila laki-laki itu tidak mau bertaubat dari perbuatan keji itu maka tidak masalah dia meninggalkan perempuan. Terkait masa depan perempuan itu, perlu diketahui bahwa taubatnya yang sungguh-sungguh akan menjadikan status dia menjadi wanita yang baik. Dia berhak untuk menikah dengan laki-laki yang baik. Perempuan itu tidak dituntut untuk memberikan informasi kepada calon suami dia bahwa dia sudah tidak perawan lagi. Apabila laki-laki yang akan dia nikahi kelak mensyaratkan supaya calon istrinya perawan maka perempuan itu cukup mengundurkan diri dari pernikahan tanpa harus membuka aibnya. Apabila dia ditanya tanya tentang aib masa lalu maka janganlah dia membuka aibnya dan nasehatilah penanya supaya tidak melakukan itu. Silahkan lihat jawaban sebelumnya di link http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/berbohong-untuk-menutupi-aib.html

Semoga Allah ta'ala memudahkan perempuan itu untuk berada di jalan Allah yang lurus dan menjadikan dia istiqomah di jalan itu.

Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2018 - Www.SalamDakwah.Com