SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bentuk Shalawat Kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam


Ikhwan (Depok)
1 week ago on Fiqih

Assalamu'alaikum.. saya mau tanya pak Ustadz, bolehkan saya bershalawat dengan lafal sebagai berikut : ALLAAHUMMA SHALLI ALAA MUHAMMAD WA ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA SHALLAITA ALAA IBRAAHIIM WA ALAA AALI IBRAAHIIM. WA BAARIK ALAA MUHAMMAD WA ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BAARAKTA ALAA IBRAAHIIM WA ALAA AALI IBRAAHIIM INNAKA HAMIDUM MAJIID. Jadi inti pertanyaan saya adalah menghilangkan kata "FIL ALAMIINA" pada bacaan SHALAWAT IBRAHIM tersebut. Dan jika saya membaca persis seperti bacaan/tulisan di atas apakah boleh/sah ? Demikian pertanyaan saya, terima kasih atas penjelasannya. Wassalamu'alaikum fadhol wahab
Redaksi salamdakwah.com
1 week ago

 

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila yang dimaksud oleh penanya adalah bershalawat kepada Nabi disaat shalat maka kami condong kepada pendapat yang menyatakan bahwa kita memakai yang ma'tsur saja. Diantara bentuk shalwat yang ma'tsur yang mendekati lafadz yang ditulis oleh penanya adalah lafadz yang ada pada hadits Ka'ab bin 'Ujroh radhiyallahu anhu yang dikeluarkan oleh Bukhari no.3370 dan Muslim no.406 berikut ini

اللهمَّ صلِّ على محمَّد وعلى آل محمَّد، كما صليتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم؛ إنَّك حميدٌ مجيد. اللهمَّ بارِك على محمَّد وعلى آل محمَّد، كما باركتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم؛ إنَّك حميدٌ مجيد

Oleh karena itu penanya bisa menyesuaikan dengan lafadz tersebut.

Apabila yang dimaksud oleh penanya adalah bershalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam di luar shalat maka boleh menggunakan lafadz yang penanya sebutkan dan boleh juga lafadz-lafadz lain yang maksudnya bershalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan tidak ada pelanggaran di lafadz itu. Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan:

 

وَذَهَبَ الْجُمْهُورُ إِلَى الِاجْتِزَاءِ بِكُلِّ لَفْظٍ أَدَّى الْمُرَادَ بِالصَّلَاةِ عَلَيْهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

 

Mayoritas Ulama' berpendapat bahwa setiap lafadz yang menunjukkan bahwa maksudnya adalah bershalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam maka itu sudah mencukupi. Fath al-Baari 11/166

Diantara bentuk yang melanggar syariat adalah bershalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam dengan mengangkat posisi beliau melebihi status beliau sebagai seorang hamba dan utusan ALlah ta'ala seperti memberikan sifat ketuhanan kepada beliau.

Wallahu ta'ala a'lam

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com