SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Sah kah talak suami pada saat emosi


Akhwat (Malang)
3 months ago on Keluarga

Assalamualaikum ustadz saya ingin bertanya.beberapa waktu lalu saya dan suami mengalami perdebatan entah kenapa suami emosinya tidak terkontrol akhirnya dia mengucapkan talak.kebetulan saya masih satu rumah dengan orang tua.ucapan tersebut terdengar oleh orang tua saya.lalu sekarang orang tua saya ingin mengusir hanya suami saya dikarenakan dia sudah mengucapkan talak ke saya dan menurut orang tua saya saya haram untuk bersama.bagaimana kah harusnya saya ustad?saya masih ingin memperbaiki rumah tangga saya mengingat anak saya masih 8 bulan.terima kasih atas waktu dan jawaban nya ustadz Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Redaksi salamdakwah.com
3 months ago

 

 

Waalaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuhu

 

Apabila tingkat kemarahannya sampai menjadikan suami tidak sadar dengan apa yang ia ucapkan maka kata talak itu tidak dianggap. Apabila suami marah namun ia masih sadar atas ucapannya maka talak itu jatuh 

Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya," Terjadi perdebatan antara saya dengan istri hingga dia mengatakan sesuatu yang menyakiti perasaan saya hingga membuat saya marah. Dalam kondisi seperti itu, saya mengucapkan perkataan, "Kamu tertutup". Kami telah memiliki empat orang anak. Apakah perkataan saya tersebut adalah dianggap sebagai pemisah antara saya dengannya? Perlu diketahui bahwa saya meralat pernyataan saya dengan disaksikan oleh dua orang saksi.

Mereka menjawab:"Jika kenyataannya seperti yang telah disebutkan dan kemarahan yang menyebabkan Anda mengatakan, "Kamu tertutup" disebabkan ketidaksadaran dan Anda memiliki bukti atas hal itu maka ucapan, "Kamu tertutup" tidak menyebabkan perceraian. Namun apabila Anda dalam keadaan sadar dengan apa yang anda katakan, maka ucapan "Kamu tertutup" adalah kiasan dari talak dan dengan begitu telah terjadi perceraian karena adanya petunjuk keterangan yang menunjukkan bahwa maksud anda adalah untuk bercerai yaitu terjadinya perdebatan antara Anda dengan istri hingga menimbulkan kemarahan.

Apabila ini bukan talak tiga - sebagaimana yang Anda sebutkan- dan seketika itu Anda merujuknya ketika mengucap talak, maka rujuk Anda sah dan istri Anda tetap berada dalam lindungan Anda hingga jatuh talak ketiga. Namun apabila ini adalah talak terakhir -talak ketiga- maka rujuk Anda tidak sah kecuali setelah dia dinikahi oleh orang lain. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Abdullah bin Ghadyan selaku Anggota    

Abdurrazzaq Afifi selaku Wakil Ketua    

Ibrahim bin Muhammad Ali asy Syaikh selaku Ketua

Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 20/49-50 Fatwa Nomor 1081          

Apabila ternyata suami masih sadar maka dia bisa rujuk segera (di masa iddah) bila ini talak sah yang pertama atau yang kedua dan tidak perlu  menikah ulang. Apabila talak ketiga maka tidak bisa rujuk lagi hingga istri menikah dengan laki laki lain dalam bentuk pernikahan yang sesungguhnya dan kemudian terjadi talak oleh suami kedua.

Wallahu ta'ala a'lam

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com