SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Motivator Bertanya Masa Lalu


Akhwat (Kab. Kulon Progo)
6 months ago on Aqidah

Assalamu'alaikum ustad, kalo misal nih ada motivator nanya-nanyain pasal aib (yang pernah ngelakuin disuruh tunjuk jari), tapi kitanya bener-bener nggak mau mengakui karna malu dilihat banyak orang. Apakah kita dianggap dos karna sudah berbohong? Terimakasih ...
Redaksi salamdakwah.com
6 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Hukum asalnya seseorang tidak boleh menceritakan aib dosa di masa lalu. Termasuk dalam kasus yang disampaikan oleh penanya, ia tidak boleh menceritakan aib dosa di masa lalu baik itu dengan ucpan atau gerakan. Dalam Salah satu hadits disebutkan:


قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا المُجَاهِرِينَ، وَإِنَّ مِنَ المُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا، ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ، فَيَقُولَ: يَا فُلاَنُ، عَمِلْتُ البَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ "


Abu Hurairah berkata: Aku mendengar Raslullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Setiap ummatku akan diampuni, kecuali orang-orang yang berterus-terang dengan kemaksiatannya. Diantara sikap berterus-terang dengan kemaksiatan ialah bila seseorang melakukan kemaksiatan pada malam hari, lalu Allah telah menutupi perbuatannya, akan tetapi ia malah berkata pada pagi hari: Wahai fulan, sungguh tadi malam aku telah berbuat demikian dan demikian. Padahal Rabb-Nya telah menutupi perbuatannya, namun ia malah menyingkap tabir Allah (untuk menutupi dosa) dari dirinya." HR. Bukhari no.6069 Dan. Muslim no.2990 Dan yang lainnya

Perbuatan meminta orang lain mengakui dosa di masa lalu tanpa ada alasan syar'i bisa termasuk dalam mencari-cari aib muslim. Dan hal itu terlarang. Dalam salah satu riwayat disebutkan:


، عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: صَعِدَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المِنْبَرَ فَنَادَى بِصَوْتٍ رَفِيعٍ، فَقَالَ: «يَا مَعْشَرَ مَنْ أَسْلَمَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يُفْضِ الإِيمَانُ إِلَى قَلْبِهِ، لَا تُؤْذُوا المُسْلِمِينَ وَلَا تُعَيِّرُوهُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيهِ المُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ رَحْلِهِ»


Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah menaiki mimbar, kemudian berkata dengan suara lantang: wahai orang yang masuk Islam dengan lisannya sedangkan iman belum merasuk ke dalam hatinya, janganlah kalian menyakiti kaum muslimin janganlah menjelek-jelekannya dan jangan pula mencari-cari cacat/kekurangan mereka. Karena barang siapa mencari-cari kesalahan saudaranya (orang Islam) maka Allah akan mencari-cari kesalahannya. Barang siapa yang Allah cari kesalahannya,maka Allah akan permalukan dia walau dia sedang berada di tengah-tengah tempat tinggalnya. HR. At-Tirmizi no.2032 dan yang lainnya. Al-Albani menerangkan bahwa hadits ini hasan-shahih.

Apabila penanya mendapati seorang motivator melakukan kesalahan dalam agama maka penanya perlu  memberikan masukan dan mengingatkannya, baik itu secara diam-diam atau melalui tulisan atau hal lain yang memaksimalkan kemungkinan masukan itu diterima oleh yang diberi masukan. Apabila penanya tidak mampu memberikan masukan maka janganlah ia berada di tempat perkumpulan motivator itu. 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com