SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kerelevanan antara melihat konten pornografi (sebelum menikah) dan melihat suami/istri sendiri ketika berhubungan badan


Akhwat (Cilacap)
6 months ago on Fiqih

Assalamualaikum ustadz/ah, ada satu pertanyaan yang membuat saya selalu penasaran. Riset mengatakan pornografi bisa membuat otak menjadi lemah berfikir, susah konsentrasi dll, tetapi apa bedanya dengan wanita atau lelaki yg sudah menikah melihat istri atau suami nya telanjang? Atau apabila yang menjadi permasalahan disini, apabila kita melihat konten pornografi khususnya ketika kita belum menikah untuk memuaskan diri sendiri dan menjadi susah berkonsentrasi dikarenakan selalu teringat oleh "adegan" tersebut, lalu apa beda nya dengan ketika kita menikah dan melihat suami/istri kita "telanjang badan" dan selalu teringat dikala kita beraktivitas. Bukannya itu sama saja pornografi ttp hanya perbedaan status saja yg sudah halal ustadz/ah? Dan apakah "pornografi" setelah kita menikah pun tetap bisa membuat kita susah berkonsentrasi atau otak menjadi lemah berfikir? Mohon arahannya ustadz/ah mengenai kasus ini dalam pandangan Islam, terimakasih ustadz/ah atas bimbingannya๐Ÿ™
Redaksi salamdakwah.com
6 months ago

 

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

 

Perlu difahami bahwa hukum asalnya seorang mukmin dan mukminah ketika mendapati perintah Allah ta'ala dan Rasul-Nya maka ia harus taat kepada perintah itu, baik itu dia tahu hikmah pensyariatan dari perintah tersebut atau tidak. 

Allah Ta’ala berfirman,

ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูู…ูุคู’ู…ูู†ู ูˆูŽู„ุง ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุฉู ุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุถูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑุงู‹ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฎููŠูŽุฑูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนู’ุตู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุถูŽู„ูŽู‘ ุถูŽู„ุงู„ุงู‹ ู…ูุจููŠู†ุงู‹ 

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.” (SQ. Al-Ahzab: 36)

Allah ta'ala berfirman di surat an-Nur:


ู‚ูู„ู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูŠูŽุบูุถูู‘ูˆุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุญู’ููŽุธููˆุง ููุฑููˆุฌูŽู‡ูู…ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุฒู’ูƒูŽู‰ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุฎูŽุจููŠุฑูŒ ุจูู…ูŽุง ูŠูŽุตู’ู†ูŽุนููˆู†ูŽ (ูฃู )ูˆูŽู‚ูู„ู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูŠูŽุบู’ุถูุถู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู†ูŽู‘ ูˆูŽูŠูŽุญู’ููŽุธู’ู†ูŽ ููุฑููˆุฌูŽู‡ูู†ูŽู‘ ูˆูŽู„ุง ูŠูุจู’ุฏููŠู†ูŽ ุฒููŠู†ูŽุชูŽู‡ูู†ูŽู‘ ุฅูู„ุง ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง...(31


30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat".
31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya,

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


«ูŠูŽุง ุนูŽู„ููŠูู‘ ู„ูŽุง ุชูุชู’ุจูุนู ุงู„ู†ูŽู‘ุธู’ุฑูŽุฉูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุธู’ุฑูŽุฉูŽุŒ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุฃููˆู„ูŽู‰ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽุชู’ ู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู»


"Wahai Ali, jangan ikuti pandangan (pertama) dengan pandangan berikutnya. Bagimu yang pertama, namun (pandangan) berikutnya sudah bukan hakmu lagi." (HR. Abu Daud no. 2149 dan Tirmidzi, no. 2777 dan yang lainnya. Dihasankan oleh Al-Albany

Syeikh Ibnu Baaz –rahimahullah- berkata:

“Diharamkan baginya untuk melihat wanita, jika melihat tersebut disertai syahwat maka keharamannya lebih berat, berdasarkan firman Allah –Ta’ala- :

(ู‚ูู„ู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูŠูŽุบูุถูู‘ูˆุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุญู’ููŽุธููˆุง ููุฑููˆุฌูŽู‡ูู…ู’)

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya". (QS. An Nuur: 30)

Dan karena mengumbar pandangan menjadi sarana terjerumus pada perbuatan keji, maka menjadi sebuah kewajiban untuk menundukkan pandangan disertai kehati-hatian dari sebab-sebab munculnya fitnah...(Majmu’ Fatawa Ibnu Baaz: 15/269)

Sengaja melihat aurat lawan jenis bisa termasuk dalam zina mata.

film porno karena itu termasuk zina mata. Rasulullah shallallahu alihi wa sallam bersabda:


ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ู†ูŽุตููŠุจูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฒูู‘ู†ูŽู‰ ู…ูุฏู’ุฑููƒูŒ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ุงูŽ ู…ูŽุญูŽุงู„ูŽุฉูŽ ููŽุงู„ู’ุนูŽูŠู’ู†ูŽุงู†ู ุฒูู†ูŽุงู‡ูู…ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุธูŽุฑู ูˆูŽุงู„ุฃูุฐูู†ูŽุงู†ู ุฒูู†ูŽุงู‡ูู…ูŽุง ุงู„ุงูุณู’ุชูู…ูŽุงุนู ูˆูŽุงู„ู„ูู‘ุณูŽุงู†ู ุฒูู†ูŽุงู‡ู ุงู„ู’ูƒูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽุฏู ุฒูู†ูŽุงู‡ูŽุง ุงู„ู’ุจูŽุทู’ุดู ูˆูŽุงู„ุฑูู‘ุฌู’ู„ู ุฒูู†ูŽุงู‡ูŽุง ุงู„ู’ุฎูุทูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจู ูŠูŽู‡ู’ูˆูŽู‰ ูˆูŽูŠูŽุชูŽู…ูŽู†ูŽู‘ู‰ ูˆูŽูŠูุตูŽุฏูู‘ู‚ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ููŽุฑู’ุฌู ูˆูŽูŠููƒูŽุฐูู‘ุจูู‡ู


“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagiannya untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” HR Muslim no.2657

Di sisi lain menonton film porno bisa mengarahkan kepada perbuatan zina yang efeknya adalah ketidak jelasan nasab dll. Segala sesuatu yang mengarahkan kepada zina maka itu tidak boleh. 

Allah ta'ala dalam surat Al-Isra' ayat 32:

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู‚ู’ุฑูŽุจููˆุง ุงู„ุฒูู‘ู†ูŽุง ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ููŽุงุญูุดูŽุฉู‹ ูˆูŽุณูŽุงุกูŽ ุณูŽุจููŠู„ู‹ุง

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

Kalau boleh kami mengulik argumentasi penanya maka ada sesuatu yang tidak nyambung tapi berusaha dianalogikan dengan asumsi pribadi dan tanpa ada data. Seakan akan ilmiah tapi sebenarnya tidak demikian. Yaitu menyamakan nonton porno yang menyebabkan lemah dalam konsentrasi dengan orang yang sudah menikah dan akan hilang konsentrasi karena melihat aurat suami/istrinya. Perlu difahami dengan teliti bahwa penelitian yang ada adalah pengaruh menonton film porno terhadap daya konsentrasi dan belum ada penelitian yang membuktikan bahwa melihat aurat suami/istri akan menghilangkan konsentrasi. Dengan demikian argumen pelaku hanya didasari asumsi pribadi yang perlu dibuktikan dengan penelitian ilmiah sehingga bisa dipertanggungjawabkan pendapatnya dan analoginya.

Selanjutnya apabila kita berpikir mendasar sebagaimana pola pikir penanya maka akan nampak ada usaha yang belum maksimal dalam menganalogikan karena coba kita perhatikan dengan teliti perbedaan berikut yang menjadikan hasil dari analogi penanya harusnya juga berbeda namun penanya berusaha menyamakan, yaitu, orang menonton porno apakah kemungkinan besar bisa melampiaskan nafsunya (setelah menyaksikan film porno atau memandang gambar porno) kepada bintang porno yang dia lihat, maka jawabannya sangat jelas bahwa prosentase orang yang mampu melampiaskan nafsunya kepada bintang porno sangatlah kecil dibandingkan orang yang hanya mampu mengkhayalkan ini bila kita asumsikan bahwa bintang porno bisa dibeli jasanya dengan uang yang banyak, sehingga hanya orang yang kaya yang bisa menyewanya.

Keadaan ini berbeda dengan suami istri, di mana seseoran bila melihat suami/istrinya dalam keadaan yang membangkitkan nafsu maka ia bisa melampiaskan nafsunya setelah kegiatan melihat itu sehingga terpuaskanlah nafsunya dan terjawablah rasa penasarannya. akhirnya tidak ada yang mengganggu pikirannya lagi.

Kalau kami sederhanakan lagi, bila seseorang dalam keadaan lapar sekali kemudian ia diperlihatkan makanan-makanan yang lezat maka ia kemungkinan besar atau bisa dipastikan ingin sekali menikmati makanan itu. Apabila di akhir makanan lezat itu diberikan maka ia tidak akan penasaran lagi bila ia memakannya sampai kenyang. Ini berbeda bila seseorang lapar kemudian diperlihatkan makanan yang lezat namun ia tidak diberikan makanan lezat itu namun ia hanya diberikan makanan biasa maka rasa penasarannya akan terus muncul meskipun ia sudah makan makanan lain namun berada di level lebih rendah dari makanan yang diperlihatkan selalu kepadanya. Akhirnya ini bisa mengganggu konsentrasi dia ketika ia beraktifitas sehari-hari karena ia terus diperlihatkan makanan-makanan lezat itu namun tidak pernah bisa merasakannya.

Kembali kepada masalah zina, oleh karena itu Islam menutup pintu yang bisa membuat seseorang tidak puas dengan istri atau suaminya dengan cara menjaga pandangan dan menundukkannya ketika melihat lawan jenis yang tidak halal baginya. Sehingga tertutuplah pintu yang menjadikan seorang yang telah bersuami atau beristri membayangkan selain pasangannya. Nabi sendiri mengarahkan pria yang melihat lawan jenis yang tidak halal supaya melampiaskan syahwatnya kepada istrinya.

Apabila masih belum puas maka bisa melakukan ta'addud. Apabila masih belum puas ketika menikah dengan empat wanita maka ia bisa berpuasa.

 Wallahu ta'ala a'lam    

 

 

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com