SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Suami Berjudi, Apa yang Harus Saya Lakukan?


Akhwat (Kebumen)
10 months ago on Keluarga

Assalamualaikum wr.wb Ustazd, Suami saya adalah seorang yang penyayang. Tapi, ia tidak memberi saya nafkah. Kebetulan saya adalah pekerja. Awalnya, ia beralasan uangnya untuk orang tuanya. Namun, lama kelamaan ketahuan bahwa suami saya adalah penjudi. Banyak hutang, hampir setiap hari saya ditagih. Berkali-kali suami saya minta maaf dan berjanji tidak akan melakukan judi lagi. Namun, berkali-kali juga suami saya ingkar. Sebelumnya, orang tua saya tidak tahu akan hal ini. Hingga akhirnya, orang tua saya pun tahu kelakuan buruk suami saya. Setelah bermusyawarah dengan keluarga, Orang tua saya memaafkan dengan syarat tidak akan mengulanginya lagi. Namun selang beberapa bulan, ternyata lagi-lagi suami saya ingkar. Ia bekerja dengan penghasilan yang besar, namun hanya beberapa bulan memberi nafkah dan hingga akhirnya terbukti kembali ia berjudi. Ia kembali meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi. Ustadz, apa yang harus saya lakukan? Keluarga saya menasehati agar berpisah dengan suami saya, karena berkali-kali ingkar untuk meninggalkan kebiasaanya berjudi dan berbohong. Di sisi lain saya masih sayang terhadap suami saya tapi saya juga takut disakiti lagi. Takut ia ingkar lagi. Ust, apakah judi itu tidak bisa disembuhkan? Terima kasih. Wassalamualaikum wr.wb
Redaksi salamdakwah.com
9 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila faktanya seperti yang disampaikan oleh penanya maka yang pertama kali harus diperbuat oleh istri adalah berdoa semoga suami memperoleh hidayah dari Allah ta'ala disertai pemberian nasehat kepada suaminya, baik itu secara kanngsung atau melalui orang lain yang didengar perkataannya oleh si suami. 

Apabila berkali-kali nasehat dari istri dan orang lain tidak merubah pendiriannya dan istri tetap tersiksa dan tertekan oleh perlakuan suaminya maka istri boleh meminta khulu' kepada suaminya.

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah menerangkan,"

ولكن لو تضررت المرأة ببقائها مع الزوج لبغضها له أو سوء عشرته أو أسباب أخرى فقد جعل الله لها فرجا بالمخالعة

Namun bila seorang wanita terkena mudhorot ketika dia bersama suami disebabkan karena bencinya wanita itu kepada suami atau karena perlakuan yang buruk dari suami atau sebab lain maka Allah telah memberikan jalan keluar berupa khulu'. Majmu' Fatawa Ibnu Baz  21/292

Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rahimahullah menerangkan,"

امرأة كرهت عشرة زوجها، إما لسوء منظره، أو لكونه سيئ الخلق، أو لكونه ضعيف الدين، أو لكونه فاتراً دائماً، المهم أنه لسبب تنقص به العشرة، فلها أن تطلب الخلع.

Seorang wanita benci perlakuan suami terhadapnya bisa jadi karena dhohirnya yang buruk atau karena suaminya buruk akhlaqnya atau karena agamanya lemah atau karena suaminya selalu lemah, yang penting dikarenakan sebab yang mengurangi kualitas pergaulan, maka kala itu istri boleh meminta khulu'. Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 12/451 


Muhammad bin Ibrohim at-Tuwaijiri menerangkan diantara sebab yang dengannya seorang wanita boleh meminta talak dari suaminya:

1. Apabila suami lalai dalam memberi nafkah

2. Jika suami menimbulkan mudhorot untuk istri yang karenanya menjadikan hubungan suami istri tidak bisa berlangsung seperti selalu mencelanya, memukulnya, menyakitinya dan istri tidak mampu menahannya atau memaksanya berbuat mungkar atau semacamnya.

3. Bila istri terkena mudharat karena tidak hadirnya suami dan ia pun khawatir terkena fitnah karena itu.

4. Jika suaminya ditahan untuk waktu yang lama dan istri merasa terkena mudharat karena terpisah dengannya

5. Bila wanita mendapati ada aib yang berat seperti mandul, tidak mampu untuk melakukan penetrasi, berbau tidak sedap atau sakit dalam jangka waktu lama yang menyebabkan dia tidak mampu melakukan hubungan suami istri dan bersenang-senang dengan pasangan, atau suaminya memiliki penyakit berbahaya dan menular atau sejenisnya.

6. Apabila suaminya tidak melaksanakan apa yang Allah wajibkan,  atau dia biasa saja  ketika melakukan dosa besar  dan hal yang haram seperti laki-laki yang kadang-kadang tidak melaksanakan shalat, atau dia meminum khamr, atau dia berzina, atau memakai narkoba dan yang semacamnya. Maushu'ah al-Fiqhi al-Islami 4/191

Dalam salah satu riwayat disebutkan:


أَنَّ الرُّبَيِّعَ بِنْتَ مُعَوِّذِ بْنِ عَفْرَاءَ، أَخْبَرَتْهُ: أَنَّ ثَابِتَ بْنَ قَيْسِ بْنِ شَمَّاسٍ ضَرَبَ امْرَأَتَهُ فَكَسَرَ يَدَهَا، وَهِيَ جَمِيلَةُ بِنْتُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُبَيٍّ، فَأَتَى أَخُوهَا يَشْتَكِيهِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى ثَابِتٍ فَقَالَ لَهُ: «خُذِ الَّذِي لَهَا عَلَيْكَ وَخَلِّ سَبِيلَهَا»، قَالَ: نَعَمْ، فَأَمَرَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَتَرَبَّصَ حَيْضَةً وَاحِدَةً، فَتَلْحَقَ بِأَهْلِهَا


Bahwa Ar Rubayyi' binti Mu'awwidz bin 'Afra telah mengabarkan kepadanya, bahwa Tsabit bin Qais bin Syammas memukul isterinya hingga mematahkan tangannya, yaitu Jamilah binti Abdullah bin Ubay. Saudaranya (Jamilah) lalu datang mengadukan hal tersebut kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutus seseorang kepada Tsabit dan berkata kepadanya: "Ambillah apa yang menjadi haknya atas dirimu dan lepaskan dia!" Tsabit lalu berkata, Ya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lantas menyuruh Jamilah untuk menunggu (Iddaah) dalam durasi satu kali haid sebelum kembali kepada keluarganya. HR. An-Nas'i no.3497 Dishahihkan oleh Al-Albani

Wallahu ta'ala a'lam

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com