SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Sedekah Tanpa Izin Suami


Akhwat (Kalimantan Utara)
1 year ago on Keluarga

Assallamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Ustadz saya ingin bertanya, bolehkah seorang istri bersedekah dengan menggunakan uang gaji suami tanpa izin suaminya? Bahkan tidak ada pembicaraan sebelumnya untuk bersedekah. Semuanya atas inisiatif istri sendiri? Jazakallahu khoyran
Redaksi salamdakwah.com
1 year ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila suami memberi istri uang dan membebaskannya untuk membelanjakan uang tersebut maka tidak ada masalah istri bersedekah dengan uang tersebut atau menabungnya. Apabila uang yang diberikan tersebut adalah uang untuk kebutuhan rumah tangga dalam periode waktu tertentu maka ini perlu perincian.

Apabila suami melarang istri mensedekahkan uang belanjanya maka istri tidak boleh melanggar larangan ini, sebab itu adalah harta suami dan ia berhak untuk mengaturnya. Dalam salah satu riwayat disebutkan: 


سَمِعْتُ أَبَا أُمَامَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلم يَقُولُ: " إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَعْطَى كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ، فَلَا وَصِيَّةَ لِوَارِثٍ، وَلَا تُنْفِقُ الْمَرْأَةُ شَيْئًا مِنْ بَيْتِهَا إِلَّا بِإِذْنِ زَوْجِهَا، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلَا الطَّعَامَ، قَالَ: «ذَاكَ أَفْضَلُ أَمْوَالِنَا»


Saya mendengar Abu Umamah berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah memberikan hak kepada setiap yang memiliki hak, maka tidak ada wasiat bagi pewaris. Dan tidak boleh seorang wanita menginfakkan sesuatu dari rumahnya kecuali dengan seizin suaminya." Kemudian beliau ditanya, "Wahai Rasulullah, tidak juga dengan makanan?" Beliau menjawab: "Itu adalah harta kita yang terbaik." HR. Abu Daud no. 3565 dan Tirmidzi no.670 dan Ibnu Majah no.2295. Dishahihkan oleh al-Albani

Jikalau seorang suami mengizinkan hartanya (Uang belanja termasuk harta suami yang dibelanjakan untuk kebutuhan rumah tangga) disedekahkan, baik itu dengan izin ucapan secara langsung atau memang kebiasaan mayarakat menunjukkan hal yang demikian maka boleh bagi istri untuk mensedekahkan harta suaminya, misalnya bila kebiasaan di masyarakat seorang suami tidak mempermasalahkan seorang istri memberi pengemis dari sedikit uang belanjanya maka hukum bersedekah dari harta suami kala itu tidaklah bermasalah.

Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya: Ibu saya mengatakan bahwa dia telah mengambil sebagian harta suaminya. Namun, ibu saya juga ikut bekerja membantu suaminya dan berulang kali menggembala kambing di bukit. Perlu kami sampaikan bahwa kami adalah penduduk badui. Ibu saya telah bersedekah untuk dirinya dari harta suami tanpa sepengetahuan suaminya. Apakah dalam kasus tersebut, ibu saya salah? Jika tidak, mohon sampaikan kepada kami, semoga Allah memberi balasan terbaik kepada Anda.

Mereka menjawab: Menurut hukum asal, seorang istri tidak boleh bersedekah dengan harta suaminya tanpa izin. Namun dibolehkan dalam jumlah yang menurut kebiasaan setempat dianggap sedikit, seperti memberi sesuatu kepada tetangga atau pengemis dalam jumlah yang tidak besar dan tidak merugikan suami. Mereka berdua pun mendapat pahala, karena suami yang mempunyai harta dan istri yang memberikannya. Ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam,"


إذا أنفقت المرأة من طعام بيتها غير مفسدة كان لها أجرها بما أنفقت ولزوجها أجره بما اكتسب، وللخازن مثل ذلك لا ينقص بعضهم من أجر بعض شيئا

Apabila seorang istri menafkahkan sebagian makanan dari rumahnya tanpa menimbulkan kerugian, maka dia mendapatkan pahala dari apa yang telah dinafkahkan. Suaminya juga mendapatkan pahala dari usahanya. Orang yang menyimpannya juga (mendapat pahala) sama. Mereka tidaklah mengurangi sedikit pun pahala satu sama lain." (Muttafaq `Alaih)

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Ghadyan (Anggota)
Abdurrazzaq `Afifi (Wakil Ketua Komite)
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 10/81 Pertanyaan Ketiga dari Fatwa Nomor (12592 )

Wallahu ta'ala a'lam

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com