SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

PEMBAGIAN HARTA WARISA


Ikhwan (SERANG)
1 week ago on Keluarga

ASSALAMUALAIKUM. WR.WB MAAF USTAD SAYA MAU MENANYAKAN BAGAIMANA PEMBAGIAN HARTA WARISAN BAPAK KANDUNG KETIKA SUDAH MENIKAH LAGI DAN MEMPUNYAI ANAK LAGI BAPAK SAYA BERCERAI DENGAN IBU SAYA YANG MEMPUNYAI 3 ORANG ANAK (2 LAKI-LAKI DAN 1 PERMPUAN) DAN KEMUDIAN MENIKAH LAGI DAN DI KARUNIAI 2 ORANG ANAK LAKI-LAKI, KETIKA ALMARHUM MENINGGAL DIA MENINGGALKAN 1 ORANG ISTRI (IBU TIRI SAYA), 2 ORANG ANAK LAKI LAKI YANG MASIH KECIL, 2 ORANG ANAK LAKI LAKI (1 SUDAH BERKELUARGA DAN 1 MASIH BUJANGAN), DAN 1 ANAK PERMPUAN (SUDAH BERKELUARGA) BAPAK SAYA MEMPUNYAI 2 RUMAH DI SEBUAH PERUMAHAN DAN MEMPUNYAI RUMAH DAN KEBUN KURANG LEBIH 1000M DI PEDESAAN, RUMAH YANG DI PERUMAHAH BERENCANA DI JUAL OLEH ALMARHUM SEBELUM MENINGGAL, KETIKA ALMARHUM SUDAH MENINGGAL RUMAH ITU BARU TERJUAL, BAGAIMANA DAN BERAPA PEMBAGIAN HARTA WARISAN ITU. MOHON DI JAWAB TERIMA KASIH, DAN WASALAMUALAIKUM WR.WB
Redaksi salamdakwah.com
1 week ago

 

Waalaikumussalam warahmatullahi wa barakatuhu

 

Masalah semacam ini sebenarnya membutuhkan keterangan yang jauh lebih banyak dibanding yang disampaikan di pertanyaan. Oleh karena itu masalah seperti ini bisa juga dibawa ke pengadilan agama untuk memperoleh keterangan utuh dari berbagai sisi.

Untuk jawaban singkat berdasarkan keterangan yang ada, bila memang tidak ada masalah dan yang tersisa dari harta sebagaimana disebutkan serta tidak ada ahli waris lain kecuali yang disebutkan maka harta warisan anak tidak berbeda baik itu anak dari istri pertama maupun istri kedua, tidak ada pula perbedaan antara anak yang sudah berkeluarga atau yang belum, tidak ada beda antara anak yang dewasa maupun yang masih kecil. Diantara yang membedakan jumlah warisan yang diterima adalah jenis kelamin.

Secara umum. Bagian istri ( ibu tiri penanya) adalah seperdelapan dan sisanya menjadi hak milik anak-anak dari kedua orang istri. Dengan catatan bagian anak laki laki dua kali bagian anak perempuan.

Dalil untuk pembagian di atas adalah

Surat an-Nisa' ayat 11


يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الأنْثَيَيْنِ فَإِنْ كُنَّ نِسَاءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ وَإِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ وَلأبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِنْ كَانَ لَهُ وَلَدٌ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلأمِّهِ الثُّلُثُ فَإِنْ كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلأمِّهِ السُّدُسُ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا


Allah mensyari'atkan bagi kalian  tentang(pembagian harta untuk) anak-anak kalian. Yaitu : bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, Maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, Maka ia memperoleh separuh harta. dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), Maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, Maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tua kalian dan anak-anak kalian, kalian tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagi kalian. ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Allah ta'ala berfirman di surat an-Nisa':12


وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوَاجُكُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُنَّ وَلَدٌ فَإِنْ كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِينَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَكُمْ وَلَدٌ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُمْ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوصُونَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ وَإِنْ كَانَ رَجُلٌ يُورَثُ كَلالَةً أَوِ امْرَأَةٌ وَلَهُ أَخٌ أَوْ أُخْتٌ فَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ فَإِنْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ فَهُمْ شُرَكَاءُ فِي الثُّلُثِ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصَى بِهَا أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَارٍّ وَصِيَّةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ 


Dan bagi kalian (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isteri kalian, jika mereka tidak mempunyai anak. jika isteri-isteri kalian itu mempunyai anak, Maka kalain mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kalian tinggalkan jika kalian tidak mempunyai anak. jika kalian mempunyai anak, Maka Para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kalian tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kalian buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutang kalian. jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), Maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, Maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Penyantun.

Diantara teknis pembagiannya adalah misalnya hasil penjualan rumah sebesar 800 juta maka istri yang meninggal memperoleh 100 juta kemudian 700 juta dibagi menjadi sembilan bagian. Setiap anak  laki laki mendapatkan dua bagian sedangkan yang perempuan memperoleh satu bagian.

Anak yang masih kecil uang warisan nya bisa juga dititipkan ke walinya atau washi nya supaya nanti di masa mendatang bisa diserahkan ke anak anak tersebut bila sudah dewasa.

Untuk harta yang berbentuk bukan uang /cash maka pembagiannya bisa melalui perkiraan nilai fisik sesuatu yang bukan uang kemudian nanti tinggal pembagiannya sebagai mana uang cash

Wallahu ta'ala a'lam

 

© 2017 - Www.SalamDakwah.Com