SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menjadi TKW


Ikhwan
1 week ago on Fiqih

Assalaamu 'alaikum ustadz, bagaimana hukum perempuan yang bekerja menjadi TKW di luar negeri?
Redaksi salamdakwah.com
6 days ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Kami ingin berbicara secara umum terkait wanita yang bekerja di luar rumah. hukum asalnya seorang wanita selayaknya berada di rumah Allah ta'ala berfirman di surat al-Ahzab ayat 33 memberikan perintah kepada istri-istri Nabi shallallahu alaihi wa sallam (Yang mencakup wanita muslimah juga):


وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ...


Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. 

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


المَرْأَةُ عَوْرَةٌ، فَإِذَا خَرَجَتْ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ


Wanita itu adalah aurat. Apabila ia keluar (rumah), maka setan akan menghiasi dirinya (sehingga dipandang indah di mata pria.pent) HR. Tirmidzi no.1173. DIshahihkan oleh al-Albani 

Apabila memang seorang wanita tidak ada yang menafkahi atau ada yang menafkahi namun tidak mencukupi kebutuhan pokoknya maka dia boleh bekerja di luar rumah bila memang tidak ada pekerjaan yang bisa dikerjakan di dalam rumah. Namun ada  syarat yang harus dipenuhi, diantaranya:
1. Jenis pekerjaan yang digelutinya sesuai dengan tabiatnya sebagai seorang perempuan.

2. Tidak ada ikhtilat di tempat kerjanya.

3. Dia harus tetap memakai hijab syar’i ketika bekerja. 

4. Pekerjaan ini tidak menjadikannya bersafar tanpa mahram.
5. Keluarnya dia ke pekerjaan ini tidak menuntutnya untuk berbuat haram seperti khalwat di kendaraan.

6. Pekerjaan ini tidak melalaikannya dari kewajibannya sebagai seorang istri atau ibu jika dia mempunyai anak.
7. Ada izin bekerja dari suami atau walinya.

8. Jenis pekerjaannya halal.

9. Tempat di mana dia muqim aman 


Ulama' yang duduk di Komite tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi menerangkan: Kaum wanita boleh bekerja di bidang yang layak secara syariat, selama masih dalam batasan-batasan yang mampu memelihara harga diri, agama dan kehormatannya, tidak menjadi sumber fitnah di tengah masyarakat, juga tidak menjadi penyebab berkembangnya kerusakan, serta tidak mengabaikan hak-hak suami dan anak-anaknya, karena wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggungjawab terhadap keluarganya.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Qu'ud (Anggota) 
Abdullah bin Ghadyan (Anggota) 
Abdurrazzaq `Afifi (Wakil Ketua) 
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 17/235 pertanyaan kedua dari fatwa no.5512

Mereka juga menerangkan:

Kaum wanita tidak boleh bekerja dengan cara berbaur bersama lawan jenis, baik yang sudah menikah ataupun belum, karena Allah telah membuat fitrah kaum lelaki itu selalu berhasrat pada lawan jenisnya, begitu juga sebaliknya dengan kaum wanita yang lemah. Oleh sebab itu, jika terjadi perbauran antara wanita dan lelaki, maka fitnah akan terjadi dan menyebabkan timbulnya kerusakan, karena nafsu selalu mendorong untuk berbuat jahat. Namun seorang isteri tetap boleh bekerja atas izin suaminya di komunitas yang bersih dari perbauran antara lelaki dan wanita.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa 
Abdullah bin Qu'ud (Anggota) 
Abdullah bin Ghadyan (Anggota) 
Abdurrazzaq `Afifi (Wakil Ketua) 
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 17/234 pertanyaan kedua dari fatwa no.4945

Syaikh Ibnu Baz pernah ditanya mengenai seorang wanita yang bekerja di luar daerahnya, Beliau menjawab: 

Seorang wanita yang muqim di suatu negeri tanpa mahram tidaklah mengganggu dan bermasalah, apalagi jika tidak ada bahaya mengancam. (Pekerjaan itu boleh diterima.pen) Selama pekerjaan yang digelutinya berada di tengah-tengah wanita, terlindung dari laki-laki, dan pekerjaan itu termasuk yang diperbolehkan. Atau pekerjaan itu di bagian dalam di tengah-tengah perempuan maka semua ini dibolehkan, Akan tetapi yang dilarang adalah Anda bersafar sendirian. Fatawa Islamiyah 3/83, Dar Al-Wathon Riyadh.

Apabila syarat-syarat tadi terpenuhi maka tidak apa-apa seorang wanita bekerja di luar rumahnya, namun bila tidak terpenuhi maka  tidak boleh bekerja di luar rumahnya.

Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2017 - Www.SalamDakwah.Com