SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apakah pilihan orang tua adalah pilihan Allah.


Akhwat (Bungo, jambi)
6 months ago on Fiqih

Assalamualaikum ustadz. Saya adalah seorang perempuan berusia 21 tahun. Jadi beberapa bulan yang lalu saya di kenalkan dengan seorang pria oleh kenalan saya, orang tua saya sangat berharap saya bisa berjodoh dengan pria itu, Tetapi orang tua saya sendiri juga tidak begitu mengenalnya. Dia sering menghubungi saya lewat whatsapps atau telfon. Ustadz apakan telfonan dan saling berbalan pesan adalah hal yang di benarkan? dan dia beberapa kali datang ke rumah saya fikir untuk melamar saya tapi ternyata dia datang hanya untuk melihat saya. Haruskan saya menemuinya ustadz?. Dari yang saya tau pria itu jarang sholat, juga berani mengajak saya berpacaran?. dan saya mulai menceritakan hal itu kepada orang tua saya, tapi orang tua saya kekeh bahwa kepribadianya bisa di rubah saat kami sudah menikah, bahkan orang tua saya sampai sakit karena memikirkan hal tersebut. Sedangkan saya ingin memilih laki laki karena agamanya. Bagaimana saya harus menyikapi hal ini ustadz?. Mohon bimbinganya terimakasih. Wassalamualaikum
Redaksi salamdakwah.com
6 months ago

 

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila yang penanya sampaikan adalah fakta, di mana laki-laki itu jarang shalat dan mengajak pacaran maka itu merupakan tanda kekurangan agama pada diri laki-laki tersebut.  Arahkanlah laki-laki itu untuk belajar agama dan kirimlah ke dia materi nasehat terkait sisi kurangnya dia dalam beragama Islam. Apabila dia berubah baik maka alhamdulillah. Apabila tidak berubah maka orang tua penanya tidak berhak untuk memaksa penanya menikah dengan laki-laki yang seperti itu. Kami sarankan penanya meminta bantuan dari pemuka agama setempat untuk menerangkan masalah laki-laki yang layak menjadi suami.

Kami sarankan kepada penanya untuk berkomunikasi dengan saudari-saudarinya seiman yang memang biasa mencarikan jodoh laki-laki yang baik, diharapkan dengan begitu semoga ada laki-laki yang akan maju untuk ta'aruf dengan penanya, sehingga orang tua penanya tidak lagi bersedih karena ada calon jodoh untuk anak mereka sebagai pengganti laki-laki yang sebelumnya datang namun tidak baik. Bisa juga meminta bantuan ustadz yang dipercaya oleh penanya untuk mencarikan jodoh yang baik. Usaha-usaha ini tidaklah terlarang dan tidak pula menjatuhkan martabatnya. Bahkan seorang wanita dibolehkan menawarkan dirinya kepada laki-laki tertentu yang baik agamanya supaya dinikahi.  Dari Tsabit Al-Bunani mengatakan,


كُنْتُ عِنْدَ أَنَسٍ ، وَعِنْدَهُ ابْنَةٌ لَهُ ، قَالَ أَنَسٌ : جَاءَتْ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعْرِضُ عَلَيْهِ نَفْسَهَا ، قَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَكَ بِي حَاجَةٌ ؟ .   فَقَالَتْ بِنْتُ أَنَسٍ : مَا أَقَلَّ حَيَاءَهَا ، وَا سَوْأَتَاهْ ! وَا سَوْأَتَاهْ ! قَالَ : هِيَ خَيْرٌ مِنْكِ ، رَغِبَتْ فِي النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَعَرَضَتْ عَلَيْهِ نَفْسَهَا

“Saya di sisi Anas dan beliau mempunyai anak wanita. Anas mengatakan, “Seorang wanita mendatangi Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam menawarkan dirinya kepada beliau seraya mengatakan, “Ya Rasulullah apakah anda membutuhkan diriku? Anak wanita Anas mengatakan, “Sedikit sekali rasa malunya. Oh malunya !! oh malunya !! berkata (Anas), “ Dia lebih baik dari kamu, dia menginginkan Nabi sallallahu alaihi wa sallam dan menawarkan diri kepada beliau.” (HR. Bukhari, no. 4828).

Imam Bukhari membuat bab dengan mengatakan ‘Bab:


 عرْض المرأة نفسَها على الرجل الصالح


Seorang wanita menawarkan dirinya kepada lelaki sholeh’

Dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, 30/50, dikatakan “Seorang wanita dibolehkan menawarkan dirinya kepada seorang lelaki dan menyampaikan padanya akan keinginannya. Karena kebaikan laki-laki itu dan keutamaannya atau karena ilmu dan kemuliaannya. Atau karena salah satu perangai agama,  hal yang demikian bukanlah kehinaan. Bahkan hal itu menunjukan akan kemulyaannya. Dimana Bukhori telah mengeluarkan hadits Tsabit Albunany berkata, saya di sisi Anan… dan menyebutkan hadits tadi.

Semoga saja Allah ta'ala memberikan petunjuk kepada orang tua penanya sehingga tidak memaksa anaknya untuk menikah dengan laki-laki yang tdak baik. Semoga saja Allah ta'ala mengganti orang tersebut 

Wallahu ta'ala a'lam

   

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com