SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Wudhu Saat Ada Anggota Wudhu Yang Terluka


Akhwat (Ciamis)
1 year ago on Ibadah

Assalamu'alaikum ka, saya mau tanya. Gimna hukumnya kalo kita itu wudu tapi di anggota wudu itu ada luka dan kata dokter biar cpet sembuh, jangan kena air, tapi itukan wajib d basuhnya.
Redaksi salamdakwah.com
1 year ago

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

Ahmad berkata, "Jika dia berwudhu dan khawatir lukanya terkena air, maka hendaknya dia mengusap kain (yang menutupi lukanya). Demikian pula jika dia meletakkan obat pada bagian lukanya, dan khawatir jika obat tersebut dia copot, maka dia dapat mengusapnya."

Al-Atsram meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Umar, bahwa ibu jarinya mengalami luka, lalu beliau meletakkan sejenih ramuan, kemudian dia berwudhu (dengan mengusap) atasnya.

Seandainya kuku seseorang pecah dan pada jarinya terdapat luka yang dia khawatir jika terkena air akan menambah lukanya, maka dia dibolehkan mengusapnya. Hal tersebut telah dinyatakan oleh Imam Ahmad. Al-Qadhi berkata, tentang perban di atas luka, "Jika mencopotnya tidak membahayakan, maka harus dicopot dan membasuh bagian yang sehat serta bertayammum untuk mengganti bagian luka (yang tidak dapat dibasuh) serta mengusap bagian yang luka. Jika mencopotnya berbahaya, maka hukumnya adalah hukum perban, cukup diusap di atasnya." (Al-Mughni, 1/172-173, Lihat: Al-Mausuah Al-Fiqhiyyah, 14/273)

Ulama yang tergabung dalam Al-Lajnah Ad-Daimah berkata, "Jika pada salah satu anggota wudhu terdapat luka yang tidak mungkin dibasuh atau diusap, karena jika hal itu dilakukan akan semakin menambah sakit atau menunda kesembuhan, maka yang diwajibkan bagi orang tersebut adalah tayammum." (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 5/357)

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, "Jika terdapat luka pada salah satu anggota bersuci, maka ada beberapa tingkatan;

 Tingkatan pertama: Lukanya terbuka dan tidak berbahaya jika dibasuh. Dalam hal ini maka dia wajib dibasuh jika dia merupakan anggota yang wajib dibasuh.

 Tingkatan kedua; Lukanya terbuka tapi berbahaya jika dibasuh dan tidak berbahaya jika diusap. Dalam tingkatan ini, yang diwajibkan adalah diusap, tidak dibasuh.

 Tingkatan ketiga: Lukanya terbuka dan berbahaya jika dibasuh dan diusap. Maka dalam kondisi seperti itu, hendaknya dia bertayammum untuk mengganti basuhan anggota wudhu tersebut.

 Tingkatan keempat: Lukanya tertutup oleh perban dan semacamnya dan hal itu dibutuhkan. Dalam tingkatan seperti ini, cukup baginya mengusap di atasnya. Hal itu sudah menggantikan basuhan dan usapan di atasnya. (Majmuah Fatawa wa Maqalat Ibnu Utsaimin, 11/121)

Berdasarkan kesimpulan tersebut, jika anggota wudhu anda tidak berbahaya untuk dibasuh dengan air, maka anda wajib membasuhnya. Apabila berbahaya jika dibasuh dan tidak berbahaya jika diusap, maka wajib diusap. Jika berbahaya dibasuh dan diusap dan telah anda perban, maka cukup bagi anda mengusap bagian atasnya

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com