SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apa yang harus saya lakukan terhadap adik?


Akhwat (Jakarta)
4 months ago on Keluarga

Malam ustad mau tanya. Suatu malam saya kan tidur di kamar, singkat cerita pas bangun saya kaget celana saya dalam keadaan melorot dan adik laki laki saya umur 17 tahun melakukan penetrasi kepada saya. Saya merontak juatru ia malah tambah bersemangat lakuin itu. Kira kira 1 jam.apa dampaknya dan apa yg harus saya lakukan terhadap adik?
Redaksi salamdakwah.com
4 months ago

 

إنا لله وإنا إليه راجعون

 

Bila ini kenyataan maka ini sungguh sangat menyedihkan mengingat seorang saudara lelaki seharusnya menjaga dan menghormati saudarinya. Dalam kasus ini malah seorang saudara berbuat keji kepada saudarinya, oleh karena itu perbuatan ini lebih buruk dari zina biasa yang dilakukan dengan non mahram. Abu Dawud dan at-Tirmidzi, keduanya meriwayatkan dari hadits al-Barro' bin Azib, Dia berkata:

 رَأَيْت خَالِي أَبَا بُرْدَةَ وَمَعَهُ رَايَتُهُ فَقُلْت: إلَى أَيْنَ؟ فَقَالَ: بَعَثَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إلَى رَجُلٍ تَزَوَّجَ امْرَأَةَ أَبِيهِ فَأَمَرَنِي أَنْ أَضْرِبَ عُنُقَهُ وَأُخَمِّسَ مَالَهُ

 "Aku berjumpa dengan pamanku yang sedang membawa bendera. Aku bertanya: 'Hendak kemanakah engkau?' Dia menjawab: 'Nabi mengutusku untuk memenggal leher dan mengambil harta seorang laki-laki YANG MENIKAHI BEKAS ISTRI AYAHNYA (mahramnya) ."

ِAda cerita, seorang laki-laki memperkosa saudari kandungnya. Masalah inipun diadukan kepada al-Hajjaj. Maka dia berkata: "Penjarakanlah dia, kemudian tanyakanlah masalah ini kepada para shahabat Rosululloh." Orang-orang kemudian bertanya kepada Abdulloh bin Abi Muthorrif, dan dia menjawab: "Aku pernah mendengar Nabi berkata:

[[ من تخطى الحرمتين الإثنتين؛ فخطوا وسطه بالسيف]]

"Barang siapa menodai dua kehormatan yang diharomkan, maka belahlah pertengahan tubuhnya dengan pedang."namun riwayat yang terakhir ini didhoifkan oleh sebagian Ulama'.

 

Dalam kitab Faidhul Qadir Syarh al-Jaami’ ash-Shghir setelah Al-Munawi / penulis membawakan keterangan dari Hajjaj di atas beliau menulis: Ulama’ telah berbeda pendapat mengenai orang yang terjatuh pada perbuatan keji dengan mahramnya pada beberapa pendapat:  Pertama, itu dihukumi sama dengan zina dan hukumannya sama dengan hukuman zina. Ini adalah pendapat Imam Syafi'i dan imam Malik, pendapat kedua, dia dibunuh dan ini adalah pendapat imam Ahmad. Juz 6 hal 100 cet 2 1972 dar al-Makrifah 

Terkait status penanya, apabila penanya dipaksa melakukan ini dan tidak punya celah untuk menolaknya kala itu (mungkin adiknya membawa senjata dan mengancam membunuh atau yang semisalnya) maka semoga saja penanya tidak terkena konsekwensi apapun, ini berdasarkan riwayat Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dia berkata,

إن الله تجاوز عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه 

"Sesungguhnya Allah memaafkan umatku yang kesalahan, lupa dan dipaksa." (HR. Ibnu Majah, no. 2045, dishahihkan oleh Al-Albany dalam takhrijnya terhadap Misykatul Mashabih, no. 6248)

Saran kami adalah penanya bila tidak mampu lagi mengontrol adiknya dengan nasehat maka perlu perbuatan si adik itudilaporkan ke orang tuanya. Bila ortu juga tidak mampu mengontrol maka perlu dilaporkan ke pihak berwajib supaya ada efek jera dan penanya bisa terhindar dari perbuatan keji tersebut. Wallahu ta'ala a'lam 

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com