SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hutang Emas Dibayar Uang


Akhwat (DEPOK)
1 year ago on Keluarga

Assalamu'allaikum ustad/ustadzah Saya mau bertanya, Ayah saya belum lama ini meninggal dunia Beliau semasa hidup memiliki hutang emas ke kakak kandungnya Setelah meninggal dunia, kakak kandung alm ayah saya minta di bayar hutangnya berupa uang sejumlah emas yang di pinjam ayah saya Apa itu sah pembayaran hutang alm ayah saya ? Terimakasih.
Redaksi salamdakwah.com
1 year ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Itu dibolehkan bila memang itu tidak disepakati sebelumnya pembayarannya seperti itu dan uangnya senilai dengan harga emas saat hari pembayaran dengan pembayaran cash tanpa ada kekurangan sedikitpun

Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya: Apa hukum meminjam emas batangan atau yang biasa kepada orang lain lalu mengembalikannya dalam bentuk emas dengan berat dan harga yang sama dan hukum meminjam uang dinar emas dari orang lain lalu mengembalikannya dalam bentuk dinar emas dengan nilai yang sama?

Mereka menjawab: Meminjam emas lalu membayarnya dalam bentuk emas dengan ukuran dan berat yang sama merupakan tindakan yang tidak dilarang, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam Emas dengan emas, sama timbangannya dan semisal Jika peminjam melebihkan bayarannya tanpa ada pensyaratan atau kesepakatan atas penambahan terlebih sebelumnya, maka hukumnya juga boleh, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam Sesungguhnya manusia yang paling baik adalah yang paling baik dalam membayar hutangnya Demikiann pula hukum mengembalikan nilai barang dengan harganya yang berlaku saat itu secara tunai, berdasarkan hadis Ibnu Umar radhiyallahu `anhuma berkata

قلنا: يا رسول الله، إنا نبيع بالدراهم ونأخذ الدنانير، ونبيع بالدنانير ونأخذ الدراهم، فقال: لا بآس أن تأخذها بسعر يومها ما لم تفترقا وبينكما شيء

Kami bertanya kepada Rasulullah, "Dulu kami menjual dengan dinar dan kami mengambil dirham. Terkadang kami menjual dengan dirham dan mengambil dinar." Lantas Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Tidaklah masalah kamu mengambil nya sesuai harganya di hari itu selagi kalian berdua belum berpisah dan masing-masing telah memegang barangnya (kontan)."

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Shalih bin Fawzan al-Fawzan (Anggota)    
Abdullah bin Ghadyan (Anggota)    
Abdul Aziz bin Abdillah Alu asy-Syaikh (Wakil Ketua)    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 14/113 Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor 19173

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com