SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Suami Malas Bekerja


Akhwat (Jakarta)
1 week ago on Keluarga

Assalamualaikum, Ustadz, suami saya sudah wiraswasta sejak tahun 2011 (6 tahun) tetapi tidak menampakan kemajuan apapun. Kami menikah sejak tahun 2008 (9 tahun) tetapi tidak pernah memberikan saya nafkah sepeser pun. Suami selalu meminjam uang saya untuk kebutuhannya. Cicilan rumah dan kendaraan saya yang membayar, dari pajak, sampai dengan perbaikan-perbaikan, dan bensin. Suami saya tidak pernah mengeluarkan uang sepeser pun. Suami tidak pernah menceritakan progres usahanya, jika saya tanya laba usahanya dia selalu bilang belum dapat untung, banyak kerugian, banyak biaya operasional (ujung-ujungnya selalu meminjam uang kepada saya). Sehari-hari suami saya hanya bangun tidur, makan, dan browsing-browsing di internet (ngakunya mengirimkan penawaran-penawaran). Anak kami sudah dua (2) dan tidak pernah sekalipun Suami saya memperhatikan mereka, dari mulai pakaian, makan, biaya sekolah, dan lain-lainnya. Pernah acap kali anak saya demam tinggi, dan kebetulan saya berada diluar kota untuk tugas, Suami tidak membawa ke rumah sakit dengan alasan "Mengirit". Saya sudah tidak tahan jika hanya saya yang bekerja, dan Suami tidak ingin bekerja pada orang lain (Ingin jadi Bos dan punya anak buah), saya pernah meminta Suami untuk GrabCar/GoCar untuk mencari tambahan, karena Suami selalu bilang "TIDAK ADA UANG". Saya tidak tahan, selama 6 tahun usaha selalu bilang tidak ada uang. Saya minta hal tersebut Suami merasa gengsi untuk menjadi supir orang lain dan merasa terhina. Suami mengadu kepada orang tua saya tanpa sepengetahuan saya, tetapi orang tua malah membela Suami, dan memohon saya untuk memaklumi usahanya belum maju atau lagi sepi. Orang tua saya tahu bahwa Suami tidak pernah memberikan nafkah selama 9 tahun, tetapi tetap saya yang dianggap salah. Saya lelah bekerja dan mencari uang seorang diri, sedangkan Suami hanya berusaha dari komputernya. Kerjanya setiap hari makan, hanya otak'atik komputer, browsing2, baca2 artikel, tidur. Setiap hari selalu seperti itu. Mohon sarannya Ustadz, apakah Suami saya tersebut berdosa dan tidak layak lagi untuk menjadi seorang Suami dan Kepala Keluarga? Karena sudah 9 tahun Suami tidak pernah berubah meski kami sudah berdiskusi untuk mencari tambahan, Suami hanya mengandalkan pendapatan saya sampai saya tidak mempunyai tabungan setelah 10 tahun bekerja. Terima kasih.
Redaksi salamdakwah.com
1 week ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Suami sebagai seorang kepala rumah tangga wajib untuk memberi nafkah lahir dan batin kepada istri dan anak-anaknya, ia wajib untuk berusaha mencari rizki yang halal untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Allah ta’ala berfirman:


لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ ... (٧


Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.. Ath-Tholaq:7
 
Apabila seseorang lalai dalam mencukupi kebutuhan orang yang berada di bawah tanggungannya maka ia telah berdosa. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يَحْبِسَ، عَمَّنْ يَمْلِكُ قُوتَهُ


Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa orang-orang yang menahan makan (upah dan sebagainya) orang yang menjadi tanggungannya. HR. Muslim no.996
 
Termasuk perbuatan dosa berdasarkan hadits di atas adalah seorang suami yang tidak memberikan nafkah sama sekali (Sehingga keluarga tidak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya).

Seharusnya suami anda tidak bermasalah bila bekerja menjadi pegawai atau bawahan orang selama itu halal. Saran kami silahkan anda meminta bantuan kepada orang yang memiliki wibawa di mata suami anda supaya suami anda dinasehati. Apabila suami anda tetap tidak berubah maka anda berhak meminta cerai karena suami tidak melaksanakan kewajibannya.

Muhammad bin Ibrohim at-Tuwaijiri menerangkan diantara sebab yang dengannya seorang wanita boleh meminta talak dari suaminya:

1. Apabila suami lalai dalam memberi nafkah

2. Jika suami menimbulkan mudhorot untuk istri yang karenanya menjadikan hubungan suami istri tidak bisa berlangsung seperti selalu mencelanya, memukulnya, menyakitinya dan istri tidak mampu menahannya atau memaksanya berbuat mungkar atau semacamnya.

3. Bila istri terkena mudharat karena tidak hadirnya suami dan ia pun khawatir terkena fitnah karena itu.

4. Jika suaminya ditahan untuk waktu yang lama dan istri merasa terkena mudharat karena terpisah dengannya

5. Bila wanita mendapati ada aib yang berat seperti mandul, tidak mampu untuk melakukan penetrasi, berbau tidak sedap atau sakit dalam jangka waktu lama yang menyebabkan dia tidak mampu melakukan hubungan suami istri dan bersenang-senang dengan pasangan, atau suaminya memiliki penyakit berbahaya dan menular atau sejenisnya.

6. Apabila suaminya tidak melaksanakan apa yang Allah wajibkan,  atau dia biasa saja  ketika melakukan dosa besar  dan hal yang haram seperti laki-laki yang kadang-kadang tidak melaksanakan shalat, atau dia meminum khamr, atau dia berzina, atau memakai narkoba dan yang semacamnya. Maushu'ah al-Fiqhi al-Islami 4/191

Semoga Allah ta'ala memberi hidayah kepada suami anda sehingga dia menjadi orang yang bertanggung jawab.

Wallahu ta'ala a'lam

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2017 - Www.SalamDakwah.Com