SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Asuransi Kantor


Ikhwan (Tangerang)
7 months ago on Fiqih

Assalamualaikum Mohon bantuannya jawaban atas pertanyaan di link ini tidak bisa dibuka. http://www.salamdakwah.com/pertanyaan/5971-asuransi-kantor
Redaksi salamdakwah.com
7 months ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

 

Kami meminta maaf atas bermasalahnya link-link yang lama. InsyaAllah link-link yang baru tidak demikian. Apabila penanya bertanya tentang asuransi kantor. Maka perlu dilihat keadaannya. Misalnya kantor mengikutkan para pegawainya di perusahaan asuransi komersial dengan sistem bukan sukarela, artinya sebagian premi dibayar oleh perusahaan dan sebagian lagi dipotong bulanan dari gaji pegawai maka ketika klaim pegawai hanya boleh mengambil senilai premi yang dia dan perusahaan setorkan sedangkan lebihnya diganti dan diberikan ke fakir miskin. Apabila pegawai itu sendiri juga miskin maka ia berhak atas semua hasil klaim itu.

Ada pertanyaan yang ditujukan kepada Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi, pertanyaan itu berbunyi,"Toko salah seorang muslim dilalap api, hampir semua barang dagangan di dalamnya ludes terbakar. Karena sejak beberapa tahun dia mengasuransikan toko tersebut di perusahaan asuransi, maka pihak perusahaan mengganti hampir semua barang yang terbakar. Apa hukum harta ganti rugi itu, mengingat bahwa nilai premi yang dibayarkan pedagang kepada perusahaan asuransi selama beberapa tahun tidak sebanding dengan uang yang diterima pasca kebakaran, bahkan tidak sampai setengahnya? Anda semua tahu bahwa di beberapa negara asuransi menjadi sebuah keharusan."

Mereka menjawab,"Ini merupakan bentuk dari asuransi komersial yang diharamkan, karena mengandung riba, penipuan, ketidakjelasan, dan memakan harta dengan cara batil. Korban kebakaran yang Anda sebutkan hanya boleh mengambil sejumlah premi yang dia bayarkan ke perusahaan tersebut. Sedangkan sisanya harus dia sedekahkan kepada fakir miskin atau untuk aspek-aspek kebaikan lainnya. Dia juga harus segera keluar dari keanggotaan asuransi tersebut. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu 'Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Ghadyan selaku Anggota
Abdullah bin Qu'ud selaku Anggota
Abdurrazzaq `Afifi selaku Wakil Ketua
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 15/259-260 Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor:4862   

Kalau bisa pegawai melobi pihak kantor supaya dia tidak diikutkan dalam asuransi komersial. Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com