SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Sikap Terhadap Tetangga Yang Kurang Baik


Akhwat (Jakarta)
9 months ago on Keluarga

Assalamualaikum Ustadz, saya memiliki kucing peliharaan dan tetangga saya lainnya tidak keberatan dengan hal itu. Saya dan keluarga saya sudah berusaha untuk menjaga kebersihan lingkungan mengenai kucing tersebut. Dan jikapun kucing tersebut buang air sembarangan kami selalu membersihkannya dengan baik. Namun ada satu tetangga saya yang entah mengapa membenci sekali saya memelihara kucing tersebut. Menyindir keluarga kami yang memberi makan kucing tersebut dan mengolok olok kami "orang susah saja belagu sampai sok ngasih makan binatang." Saat itu saya katakan pada orang tua saya untuk bersabar. Lalu kemudian olok" tersebut makin menjadi perkataan yang sangat tidak mengenakkan dan bahkan sudah keterlaluan, bahkan keluarga kami dimaki maki dengan kasar dengan sebutan binatang dan tidak pantas lainnya. Adik saya yang pada dasarnya sifatnya mudah emosi pun merasa tersinggung dan menegur orang tersebut. Tapi justru keluarganya malah merasa tidak terima dan mengeroyok adik saya. Lalu pada suatu hari tetangga kami tersebut melapor ke RT dan meminta kami untuk diusir, namun karena RT kami tidak menanggapinya dan hanya meminta keluarga saya untuk bersabar menghadapi orang tersebut. Sejak saat itu kelakuannya makin menjadi, kucing saya dipukuli dan bahkan dibuang entah kemana. Saya menangis dan merasa sudah tidak sanggup lagi menghadapi tetangga saya tersebut dan berkata "Bahkan kalau orang itu mati saya tidak akan datang untuk melayat". Berdosakah saya?
Redaksi salamdakwah.com
9 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Menyakiti tetangga hukumnya adalah haram, ada beberapa nash yang menjelaskan itu, diantaranya adalah sabda Rasul shallallahu alaihi wa sallam:


مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِي جَارَهُ

Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka janganlah ia menyakiti tetangganya. HR. Bukhari no.5185 dan  Muslim no.47

Sikap seorang muslim ketika menghadapi gangguan tetangganya adalah bersabar dan bersabar serta menasehatinya, akan tetapi jika tetangga tersebut tidak berhenti dari keburukannya meski orang muslim itu sudah bersabar maka dia boleh menerangkan keburukan tetangga tersebut ke khalayak supaya tetangga tersebut sadar dan menghentikan kelakuannya karena malu dan menghindari laknat orang-orang yang tahu keburukannya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْكُو جَارَهُ، فَقَالَ: «اذْهَبْ فَاصْبِرْ» فَأَتَاهُ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا، فَقَالَ: «اذْهَبْ فَاطْرَحْ مَتَاعَكَ فِي الطَّرِيقِ» فَطَرَحَ مَتَاعَهُ فِي الطَّرِيقِ، فَجَعَلَ النَّاسُ يَسْأَلُونَهُ فَيُخْبِرُهُمْ خَبَرَهُ، فَجَعَلَ النَّاسُ يَلْعَنُونَهُ: فَعَلَ اللَّهُ بِهِ، وَفَعَلَ، وَفَعَلَ، فَجَاءَ إِلَيْهِ جَارُهُ فَقَالَ لَهُ: ارْجِعْ لَا تَرَى مِنِّي شَيْئًا تَكْرَهُهُ. 

Seorang laki-laki pernah datang kepada Nabi mengeluhkan tetangganya. Maka Rasulullah menasehatinya,"kembali dan bersabarlah". Lelaki itu kemudian mendatangi Nabi lagi sampai dua atau tiga kali, maka Beliau bersabda padanya,"Pulanglah dan lemparkanlah barang-barangmu ke jalan". Maka lelaki itu pun melemparkan barang-barangnya ke jalan, sehingga orang-orang bertanya kepadanya, ia pun menceritakan keadaannya kepada mereka. Maka orang-orang pun melaknat tetangganya itu: semoga Allah melakukan ini, ini dan itu terhadapnya. Hingga tetangganya itu mendatanginya dan berkata,"Kembalikanlah barang-barangmu, engkau tidak akan melihat lagi sesuatu yang tidak engkau sukai dariku. HR. Abu Daud  5153

Dalam Surat An-Nisa Ayat 148


لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dalam Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia disebutkan:
Allah tidak menyukai ucapan buruk yang disiarkan secara terbuka, bahkan Dia membencinya dan mengancam pelakunya. Akan tetapi orang yang dizalimi boleh mengucapkan kata-kata yang buruk secara terbuka untuk mengadukan orang yang menzaliminya, atau mengutuknya, atau membalasnya dengan ucapan yang serupa. Namun kesabaran dari orang yang dizhalimi lebih baik daripada mengeluarkan ucapan yang buruk secara terbuka. Dan Allah Maha Mendengar ucapan kalian lagi Maha Mengetahui niat kalian. Maka hindarilah ucapan yang buruk atau niat yang buruk.

Wallahu ta'ala a'lam

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com