SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apakah sah talak saya?Berdosakah istri yang meninggalkan saya?


Ikhwan (Malang)
1 year ago on Keluarga

Assalamu'alaikum Ustadz Saya seorang kepala rumah tangga dengan satu anak. Awalnya saya terpengaruh teman dan terjerumus ke judi online.karena judi online semua yang saya punya saya jual dan saya gadaikan hingga saya tidak bisa menafkahi istri saya selama 2 bulan.dan kami pun bertengkar hingga tanpa sengaja saya megucapkan kalimat dalam WA yang isinya bengini."kalau tidak kuat ya pisah aja" Dan satu kalimat lagi."kalau kamu ingin pisah ya kamu urus saja sendiri suratnya karna aku tidak punya uang" tapi semua itu hanya gertakan supaya istri saya takut dan nurut. Jujur saya menyesal telah terjerumus ke judi online yang membuat saya kehilangan semuanya.saya sudah minta maaf dan menyesali perbuatan saya terhadap istri saya. Dan berharap istri saya mau saya ajak rujuk. Tapi istri menolak dan memilih pergi dari kontrakan dan sekarang tinggal bersama saudaranya.namun saya masih memberi dia nafkah seadanya dengan bekerja seadanya pula. Saya ingin bertobat dan ingin memulai kembali rumah tangga saya. Yang saya mau tanyakan apakah kalimat saya melalui WA sudah termasuk talak.dan apakah sah pula. Dan berdosakah istri saya yang sudah meninggalkan saya dalam kondisi saya yang sedang terpuruk seperti sekarang. Terima kasih Ustadz assalamu'alaikum wr.wb
Redaksi salamdakwah.com
1 year ago

 وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila istri penanya menyatakan dirinya tidak kuat maka talak dianggap jatuh. Begitu pula bila istri mengurus surat cerai atas nama suaminya maka talak juga jatuh. Apabila istri tidak merespon perkataan suami tersebut dan tidak melakukan tindakan oengurusan maka talak tidak jatuh. 

 

Syaikh Utsaimin rahimahullah menerangkan: seandainya suami mengatakan kepada istrinya: engkau punya opsi. kalau engkau mau maka engkau bisa tetap tinggal bersama anak anak, dan engkau perlu bersabar atas sikapku. engkau adalah orang yang menguasai rumah. sebaliknya bila anda ingin cerai maka saya menceraikan anda. Apabila seseorang berkata demikian maka itu tidak mengndung apa-apa karena memang begitulah faktanya. Al-Liqa' asy-Syahri

Beliau juga  menerangkan, apabila suami berkata berkata: pergilah engkau ke keluargamu dan surat (perceraian.pent) akan tiba. Ternyata surat itu tidak pernah tiba maka ini bukanlah talak. Liqo' al-Bab al-Maftuh

Imam an-Nawawi berkata: seandainya suami berkata: apabila engkau ridho, atau apabila engkau suka, apabila engaku ingin cerai maka engkau tertalak. Kemudian istri merespon dengan saya ridho (itu.pent), saya suka atau saya ingin maka status wanita itu adalah tertalak. Raudhat ath-Thalibin, 8/161

Apabila istri penanya ternyata tertalak namun talaknya adalah masih jenis talak raj'i maka di masa iddah istri tidak boleh pergi dari rumah yang di situ ada suaminya kecuali diizinkan oleh suaminya untuk pergi. Seperti ke masjid untuk menuntut ilmu dan semisalnya. Wanita yang dicerai raj'i harus menunggu masa iddahnya di rumah yang ada  suaminya di situ. Kalau dia keluar tanpa ada alasan, maka dia berdosa dan harus kembali (ke rumah) sampai selesai masa iddahnya.  Ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:

لا تُخْرِجُوهُنَّ مِنْ بُيُوتِهِنَّ وَلا يَخْرُجْنَ إِلا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ 

“Janganlah kalian keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang.” )QS. At-Thalaq: 1)

Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma sesungguhnya dia berkata:

إذا طلق الرجل امرأته تطليقة أو تطليقتين لم تخرج من بيتها إلا بإذنه  

“Kalau seorang laki-laki menceraikan istirnya dengan talak satu atau dua, maka dia (istrinya) tidak diperkenankan keluar dari rumah kecuali dengan izinnya.” (HR. Ibnu Abu Syaibah dalam kitab Musonnafnya, 4/142)

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:

“Pendapat yang kuat bahwa wanita yang dicerai raj'i, maka dia seperti istri yang belum dicerai. Yakni bahwa dia dibolehkan keluar ke tetangga atau kerabatnya atau pergi ke masjid untuk mendengarkan nasehat atau semisal itu. tidak seperti yang wanita yang suaminya meninggal dunia. Sedangkan firman Allah Ta’ala ‘Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang.” (QS. At-Thalaq: 1). Maksudnya adalah keluar berpisah, yaitu meninggalkan keluar rumah kemudian tinggal di rumah lain.’ (Fatawa Nurun  Alad Darb)

 Apabila istri penanya ternyata tertalak bain maka ada pendapat yang menyatakan bahwa memang ia tidak tinggal lagi di rumah yang di situ ada mantan suaminya. Wallahu ta'ala a'lm

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com