SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Zhihar Dalam Pernikahan


Ikhwan (Bandung)
3 months ago on Keluarga

Assalamualaikum wr wb Ustadz akhir2 ini saya gelisah dan takut sehingga tidak bisa tidur . Saya memikirkan tentang zihar dalam pernikahan sebelumnya saya tidak paham makna zihar ..setelah saya tau zihar itu menyerupakan istri dg ibu atau wanita yg menjadi mahrom suami jika seorang suami berkata pada istrinya " bagiku kamu seperti punggung ibuku " Yg sy ingin tanyakan adalah 1. Apa makna zhihar itu yg sebenarnya ? 2. Saya pernah berkata pada istri saya " istriku kamu mirip bibimu " apakah ini termasuk zhihar pak ustadz ? Maksud saya tidak berniat zhihar dan waktu itu juga saya tidak paham zhihar .maksud saya berkata seperti itu adakah sebagai ungkapan umum bahwa istri saya mirip bibinya karena memang keponakan dan bibi . 3. Saya pernah berbincang dg istri " istriku kenapa air susumu tidak keluar sehingga anak kita tidak bisa menyusu apa karena puting payudara mu masuk kedalam/ tidak menonjol ?( qodarullah istri saya tidak ada air susunya sedikit dan juga putingnya tidak menonjol ) lalu saya lihat putri saya yg pertama kelas 5 SD saat itu tidak sengaja terlihat payudara nya pada saat ganti baju dan saya heran melihat payudara putri saya juga putingnya masuk kedalam / tidak terlihat menonjol .saya melanjutkan pembicaraan dg istri saya " istriku coba lihat putri kita payudaranya juga sama denganmu putingnya tidak terlihat menonjol keluar , apakah ini faktor keturanan darimu ? Khawatir jika dewasa nanti sdh menikah tidak bisa menyusui anak seperti mu .." lalu istri saya menjawab " ga apa apa mungkin dia masih anak2 jadi ga terlihat putingnya entar juga kalau sdh dewasa akan normal tidak seperti aku " Yg sy tanyakan dari poin 3 ini apakah perbincangan saya dg istri saya termasuk zihar pak ustad ? Saya sangat gelisah sekali ..karena takut zihar menyebut payudara istri saya sama seperti payudara putri saya ada kelainan .tapi waktu itu maksud saya adalah membahas khawatir seperti istri saya tidak bisa menyusui nantinya . Mohon jawabannya pak ustadz terimakasih sebelumnya .. Wassalamualaikum wr wb
Redaksi salamdakwah.com
3 months ago

 

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

 Berikut ini terjemahan dari keterangan syaikh Ibrohim at-Tuwaijiri yang disebutkan dalam kitab Mukhtashor al-Fiqhi al-Islami 

Zihar: Yaitu menyerupakan isteri atau sebagian tubuhnya dengan dia yang diharamkan untuk dinikahi selamanya, seperti perkataan: kamu seperti ibuku, atau seperti punggung saudariku, dan semisalnya.

Pada zaman jahiliyah, ketika seorang suami marah terhadap isterinya, karena disebabkan oleh suatu permasalahan, dia akan melontarkan perkataan: (bagiku kamu itu seperti punggung ibuku), maka langsung dia bercerai darinya.

Ketika Islam datang, agama ini menyelamatkan wanita dari kesulitan ini, dan menjelaskan kalau zihar merupakan sebuah kemungkaran dari perkataan dan dusta; karena dia berdiri bukan diatas landasan. Sebab isteri bukanlah seorang ibu, sehingga menjadi haram sepertinya, hukumnya dibatalkan, dan menjadikan wanita tersebut menjadi haram bagi suaminya sebelum dia membatalkannya dengan kafarat zihar.

Terkait kasus penanya. Apabila dia tidak berniat untuk mendhihar istrinya maka hukumnya ini tidak ada konsekwensinya. Namun kami sarankan untuk menghindari kata kata yang mirip dengan dhihar. Berikut ini kami terjemahkan fatwa Syaikh Ibnu Baz rahimahullahu ta'ala di situs resmi beliau:

 ini berbeda keadaannya sesuai dengan niat. Apabila seseorang berkata kepada istrinya “engkau seperti saudariku” atau “engkau seperti ibuku” dengan tujuan untuk menghormatinya dan dengan tujuan untuk memuliakannya yakni dalam pembahasan menghargainya maka ini tidaklah haram dan tidak ada konsekwensi yang dihadapi namun meninggalkan hal ini lebih utama karena itu bisa menimbulkan persepsi dan persangkaaan (yang tidak baik.pent). Selayaknya ini tidak digunakan ketika bermuamalah dengan istri. 

Adapun bila si suami dengan ucapan itu ingin mengharamkan dirinya mempergauli istri (dalam bentuk yang sama ketika bermuamalah dengan mahram.pent). Yakni misalnya istrinya diharamkan seperti saudarinya atau seperti ibunya atau seperti putrinya maka ini adalah dhihar yang dikenal. Kala itu ada konsekwensi dhihar yang itu telah diurutkan dalam al-Qur’an   

https://binbaz.org.sa/fatwas/7486/حكم-قول-الرجل-لزوجته-انت-مثل-اختي-دون-قصد-تحريمها

 

 

 

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com