SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Suami Tidak Peduli ke Orang Tua Istri


Akhwat (Jakarta )
2 months ago on Keluarga

Assalamualaikum Ustadz. Sy anak pertama dr 3 bersaudara. Sy sdh menikah dn memiliki 1 org anak(1.5th). Suami sy bkerja dgn gaji yg cukup utk keluarga kami. Ayah sy tukang ojek (58th). Sy tinggal dekat dgn orgtua sy. Ibu mertua sy tinggal di kampung dgn anaknya yg bs diblg sdh mapan. Suatu hari ibu sy minta uang utk biaya sekolah adik sy. Sy lgsg chat suami sy tp tdk ada balasan, dn saat plg kerja sy takut utk menanyakan krn setiap sy minta uang utk ibu sy wajahnya sllu murung. Pdhl sy minta tdk sebulan/3 bulan sekali. Sy dikasih jatah bulanan oleh suami sy. Semua gaji dia yg pegang. Akhirnya krn ibu sy sgt butuh, katanya ngojeknya lg sepi jg. Yaudah sy pakai uang bulanan sy tnpa suami sy tau. Bulan bsknya, suami sy transfer ibunya, beli printer, daftar kursus B. Arab dgn biaya yg sy blg itu lumayan besar. Dia hampir sebulan sekali transfer utk ibunya. Sy tdk prnh marah krn sy tau syurga suami ada di ibu. Tp ada rasa iri. Knp dia tdk ada rasa peduli utk keluarga sy. Pdhl ibu sy syg sm dia. Ibu sy sllu bantu sy dn anak sy. Sy prnh bertanya ke suami sy, knp dia bgtu. Jwbnnya "ayahmu kan msh bs kerja sdgkn ibu cuma di sawah" Sy ga prnh mau keluarga sy dikasihani tp apa hrs kyk gini? Sy sllu berdoa, semoga Allah membukakan hati suami sy utk keluarga sy. Sy minta izin utk bekerja tp tidak boleh. Sy ingin bekerja utk bantu ayah sy. Agar semuanya tdk ditanggung oleh beliau sendirian. Ttp saja dgn alasan itu dia tdk izinkan. Saya harus gimana ustadz?
Redaksi salamdakwah.com
1 month ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Seorang laki-laki disyariatkan untuk berbuat baik kepada mertuanya dan orang lain, namun kepada mertuanya lebih ditekankan karena dengan berbuat baik kepada mertuanya dia telah membantu istrinya untuk berbakti. Dalam salah satu riwayat yang shahih disebutkan:


عَنْ عَلِيٍّ قَالَ: كُنْتُ رَجُلًا مَذَّاءً وَكُنْتُ أَسْتَحْيِي أَنْ أَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَكَانِ ابْنَتِهِ فَأَمَرْتُ الْمِقْدَادَ بْنَ الْأَسْوَدِ فَسَأَلَهُ فَقَالَ: «يَغْسِلُ ذَكَرَهُ وَيَتَوَضَّأُ»


Dari Ali bin Abi thalib radhiyallahu anhu, ia berkata:”Aku adalah orang yang banyak mengeluarkan madzi, namun aku malu untuk bertanya langsung kepada Rasulullah karena kedudukan putrinya (Fatimah) yang menjadi istriku. Akupun meminta al-Miqdad Ibnu al-Aswad untuk menanyakan kepada Rasulullah, Beliau menjawab:


يَغْسِلُ ذَكَرَهُ وَيَتَوَضَّأُ


“Seharusnya ia mencuci kemaluannya dan berwudhu" HR. Bukhari no.178 dan Muslim no.303. Lafadz ini adalah lafadz Muslim

Setelah membawakan riwayat tersebut imam an-Nawawi rahimahullah menerangkan:

 

وَفِيهِ اسْتِحْبَابُ حُسْنِ الْعِشْرَةِ مَعَ الْأَصْهَارِ وَأَنَّ الزَّوْجَ يستحب له أن لا يذكر بِجِمَاعِ النِّسَاءِ وَالِاسْتِمْتَاعِ بِهِنَّ بِحَضْرَةِ أَبِيهَا وَأَخِيهَا وَابْنِهَا


Imam an-Nawawi rahimahullah ta'ala terkait hadits itu menerangkan: pada hadits itu ada anjuran untuk berbuat baik kepada keluarga istri. Syarh an-Nawawi Ala Shahih Muslim 3/214

Pertanyaan Apakah sikap baik dan bakti kepada kedua orang tua suami adalah hak suami atas istrinya, meskipun kedua mertua itu non-muslim? Perlu diketahui, bahwa istri tersebut tinggal bersama suaminya di sebuah rumah yang terpisah dari keluarga suami. Istrinya juga mengunjungi kedua mertuanya dari waktu ke waktu. Mohon jelaskan kepada kami. Semoga Allah memberi kebaikan kepada Anda.

Mereka menjawab: Seorang muslimah dituntut bersikap baik kepada kedua mertua dan yang lainnya. Akan tetapi, yang paling ditekankan adalah sikap baik terhadap kedua mertua, karena itu merupakan bentuk bakti kepada suami. Ini juga berarti membantu suami untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Bakr Abu Zaid (Anggota)    
Shalih al-Fawzan (Anggota)    
Abdullah bin Ghadyan (Anggota)    
Abdul Aziz Alu asy-Syaikh (Ketua)
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 19/266 Pertanyaan Ketiga dari Fatwa Nomor:18280

Diantara solusi yang bisa ditempuh adalah suami anda berzakat kepada suaminya. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi menerangkan salah satu jawaban untuk pertanyaan seorang suami: Anda boleh memberikan zakat kepada saudara-saudara sekandung dan ayah mertua Anda sampai mencukupi kebutuhan mereka, jika pemasukan mereka tidak dapat mencukupinya. Namun, istri Anda tidak boleh memberikan zakat kepada ayahnya.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Ghadyan (Anggota)     
Abdurrazzaq `Afifi (Wakil Ketua Komite)    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 10/60 Fatwa Nomor12826

Diantara solusi lainnya adalah mengusulkan kepada suami supaya istri kerja namun tetap di rumah dan tidak melanggar syariat seperti mengambil order kerajinan halal ke rumah dan mengerjakannya di rumah atau melakukan jual beli online (untuk barang yang halal dan dengan cara yang halal) dan yang semisalnya di saat kewajiban sebagai istri sudah terpenuhi. Wallahu ta'ala a'lam

Semoga Allah ta'ala membukakan hati suami anda dan semoga Allah ta'ala memberikan solusi terbaik untuk masalah finansial orang tua anda

PERTANYAAN TERKAIT

© 2017 - Www.SalamDakwah.Com