SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mengangsur Sedekah Ketika Orang Yang Diambil Hutangnya Tidak Ditemukan


Akhwat (Bekasi)
2 years ago on Fiqih

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Ustadz sy dlu pnh bhutang dgn seseorang.,krn suatu alasan dan kbtulam sy hijrah sy khilangan contact dgn Tmn2 sy tmasuk dgn orang yg mbri hutang tsb.Skrg sy ingin mbayar hutang tsb tp sy sm skli tdk tahu dmn dia tgl,contactnya sdh tdk bs dhubungin..sy jg g py contact tmn atau kluarga nya..intinya sy sdh brusaha mcari cra utk mcarinya tp tdk memungkinkan krn mmg sy tdk pnh tau tmpt tgl dan kluarganya..yg sy ingin tanyakan...bolehkah sy mensedeqahkan hutang sy itu atas nama orang tsebut...dan bolehkan hutang itu dbayar / dsedeqahkan dgn cra dicicil...?kondisi kdua sy kbetulan py tmn yg fakir...bhkan tak jarang dia pnh tdk makan krn tdk py uang sm skli..pdhal dia msh mempunyai kakak2 yg tbilang mampu,,tp entah knp kakak2 ny sdh tdk pduli dgn keadaanny bahkan smpai melantarkannya,,dan sahabat sy ini sdh tdk mempunyai orgtua ,,dan dia sdh brusaha utk mdptkan pekerjaan tp qadarullah blm rezekinya..yg sy ingin tanyakan bolehkah jk hutang yg sy ingin sedeqahkan atas nama org yg sy hutangi tsb dberikan kpd tmn sy ini.,mhn penjelasanny ustadz...jazakallah khair ..barakallah fiik
Redaksi salamdakwah.com
2 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Berusahalah sebisa mungkin untuk mencarinya dan jangan mudah putus asa. Allah ta'ala maha tahu apakah anda sudah benar-benar mencarinya ataukah anda membohongi diri anda sendiri dan menghibur diri bahwa anda sudah maksimal. 

Bila ternyata orang yang anda ambil hutang darinya itu telah meninggal maka anda harus bayarkan kepada ahli warisnya. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya: Saudara saya meninggal dan saya berhutang kepadanya sebanyak 30.000 dirham Maroko. Perlu diketahui bahwa dia tidak mempunyai anak namun memiliki seorang istri, ibu, ayah, tiga orang saudara perempuan, dan seorang saudara laki-laki. Saya adalah saudara laki-laki kedua. Saya ingin melunasi hutang, maka apa yang harus saya lakukan?

Mereka menjawab: Anda harus melunasi hutang Anda kepada ahli waris saudara Anda, mereka adalah istri, ibu, dan ayahnya, jika realitasnya sebagaimana yang Anda sebutkan dalam pertanyaan. Saudara laki-laki tidak mendapatkan apa-apa karena mereka terhalang oleh ayah mereka. Setelah melihat susunan ahli warisnya, maka diperoleh angka pembagi untuk harta warisan tersebut, yaitu dua belas. Dengan demikian, istri mendapatkan tiga, karena bagiannya berdasarkan hukum syariat waris adalah seperempat. Ibu mendapatkan dua, karena bagian warisnya adalah seperenam. Sedangkan ayah mendapatkan tujuh karena bagiannya sesuai ketetapan syariat adalah 'ashabah (sisa pembagian).
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Ghadyan (Anggota) 
Bakar Abu Zaid (Anggota) 
Shalih al-Fawzan (Anggota) 
Abdul Aziz Alu asy-Syaikh (Wakil Ketua) 
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 14/77 Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor:20241

Apabila sudah anda cari dengan maksimal dan anda tidak menemukan mereka maka anda boleh mensedekahkan uang itu ke orang miskin atas nama orang yang anda ambil hutang darinya. Apabila ternyata di kemudian hari orang yang anda ambil hutang darinya itu menemui anda maka anda kasih dia opsi antara menerima apa yang ia lakukan dengan mensedekahkan uang dia atau anda membayar lagi ke dia senilai hutang anda.  Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz pernah ditanya: Wahai syaikh, saya dulu pernah berhutang ke beberapa orang, sebagian tempo pembayarannya panjang dan sebagian temponya pendek. Ketika mereka menagih saya tidak punya uang kala itu. Sekarang saya punya uang namun sebagian dari mereka ada dan sebagian dari mereka tidak ada, apa yang harus saya perbuat untuk hak orang-orang yang tidak saya dapati?

Beliau menjawab: Bismillahirrohmanirrohim. Alhamdulillah washsholatu wassalamu ala Rasulillah wa Ala Alihi wa sahbihi wa man ihtada bi hudah. Amma Ba'du.

Anda wajib mencari tempat-tempat mereka, ketika anda tahu alamat mereka maka anda mengirim hak mereka. Ini kewajiban anda, sebab melunasi hutang hukumnya wajib, sedangkan ini adalah termasuk cara pelunasannya. Anda wajib bertanya-tanya dan semangat dalam mencari hingga anda tahu tempat mereka dan alamat mereka kemudian anda mengirim hak mereka. Jangn buru-buru (putus asa.pent) bisa jadi mereka akan datang dan bisa jadi anda tahu alamat mereka. Jika belum datang, jangan buru-buru (putus asa mencari.pent).


Apabila anda sudah putus asa maka bersedekahlah atas nama orang yang anda hutangi tersebut, ketika mereka suatu hari datang ke anda maka anda memberi mereka opsi, apabila mereka rela dengan sedekah yang anda lakukan untuk mereka maka pahala sedekah untuk mereka, bila mereka tidak menerima sedekah yang anda lakukan dengan uang mereka maka anda membayar uang ke mereka dan pahala sedekah menjadi milik anda. Semoga Allah ta'ala memberi taufik untuk semuanya. Jazakumullah khoir. http://www.binbaz.org.sa/noor/4100

 Apabila anda melakukan apa yang dilakukan oleh Abdullah bin Mas'ud seperti riwayat berikut maka itu bagus sekali.  Al-Imam  ath-Thahawi menyebutkan salah satu riwayat:

عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ: اشْتَرَى عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ خَادِمًا بِسَبْعِ مِائَةِ دِرْهَمٍ، فَطَلَبَ صَاحِبَهَا، فَلَمْ يَجِدْهُ، فَعَرَّفَهَا حَوْلًا، فَلَمْ يَجِدْ صَاحِبَهَا، فَجَمَعَ الْمَسَاكِينَ، فَجَعَلَ يُعْطِيهِمْ، وَيَقُولُ: " اللهُمَّ , عَنْ صَاحِبِهَا، فَإِنْ أَتَى فَعَنِّي، وَعَلَيَّ الثَّمَنُ

Dari Abu Wa'il dia berkata: Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu anhu telah membeli budak seharga 700 Dirham. Kemudian dia mencari penjualnya untuk menyerahkan pembayaran namun penjualnya tidak didapati. Maka Abdullah bin Mas'ud pun mengumumkannya selama setahun namun penjualnya belum didapati, kemudian Abdullah bin Mas'ud mengumpulkan orang-orang miskin dan memberi mereka sedekah, beliau berkata: Ya Allah sedekah ini atas nama si penjual, apabila penjual itu nanti datang lagi maka sedekah itu atas namaku dan aku tetap berkewajiban menyerahkan pembayaran kepadanya. Syarh Musykil al-Atsar 127/12

Dalam kasus anda secara khusus, apabila kondisi keuangan anda sekarang bagus karena Allah ta'ala meluaskan rizki anda maka tidak masalah bila anda mensedekahkan uang tersebut bila memang anda sudah maksimal dalam pencarian dia atau ahli waris dia.  Dan anda pun sudah siap membayar bila dia datang lagi dan hanya mau mengambil opsi uang kembali.

Apabila kondisi keuangan anda belum stabil maka kumpulkanlah uang dulu senilai hutang anda dan jangan buru-buru mensedekahkan dengan mengangsur karena anda harus siap membayar bila orang yang menghutangi itu tiba, jangan sampai anda sudah mensedekahkan kemudian dia tiba dan dia mau mengambil uangnya kemudian anda mengumpulkan uang lagi untuk membayar dia, artinya anda semakin lama membuat dia menunggu pembayaran anda.  Apabila setelah mengumpulkan uang anda memperoleh uang senilai dua kali lipat hutang anda maka tidak masalah mensedekahkan uang dari orang yang anda ambil hutang dari dia mengingat anda juga sudah siap dengan pengganti bila dia tiba dan hanya ingin opsi mengambil uangnya kembali. 

Wallahu ta'ala a'lam

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com