SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menggambar Hewan Untuk Edukasi Anak


Ikhwan (Jogja)
4 years ago on Fiqih

Assalamu'alaikum Ustad. bagaimana hukumnya menggambar hewan dengan tujuan mengedukasi anak. ?
Redaksi salamdakwah.com
4 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Terima kasih atas kepercayaan dan kunjungan anda ke salamdakwah.com. Kami berdoa semoga Allah ta'ala berkenan memberikan kita petunjuk untuk selalu bisa meniti jalan-Nya yang lurus hingga kita menghembuskan nafas terakhir.

Menggambar makhluq yang memiliki roh dengan tangan adalah termasuk dosa besar. Banyak riwayat yang melarang itu, diantaranya:

حديث ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «إن الذين يصنعون هذه الصور يعذبون يوم القيامة، ويقال لهم: أحيوا ما خلقتم  » رواه البخاري ومسلم

Hadits Ibnu Umar radhiyallahu `anhuma, bahwasanya Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam, bersabda," Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar-gambar ini akan disiksa pada hari kiamat seraya dikatakan kepada mereka: "Hidupkan apa yang telah kamu buat" (HR. Bukhari dan Muslim)

 وحديث عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «إن أشد الناس عذابا يوم القيامة المصورون  » رواه البخاري ومسلم


Dan hadits Abdullah bin Mas`ud radhiyallahu `anhu, ia berkata: "Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda: Sesungguhnya manusia yang paling pedih siksanya pada hari kiamat adalah para pelukis (HR. Bukhari dan Muslim).

وحديث أبي هريرة رضي الله عنه قال: «سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: قال الله تعالى: ومن أظلم ممن ذهب يخلق كخلقي، فليخلقوا ذرة أو ليخلقوا حبة أو ليخلقوا شعيرة  » رواه البخاري ومسلم

 Dan hadits Abu Hurairah radhiyallahu `anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda, "Allah Ta'ala berfirman: "Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menyerupai ciptaan-Ku, maka buatlah semisal jagung atau buatlah seperti biji-bijian atau buatlah seperti gandum." (HR. Bukhari dan Muslim).

وحديث عائشة رضي الله عنها قالت: «قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم من سفر وقد سترت سهوة لي بقرام فيه تماثيل، فلما رآه رسول الله صلى الله عليه وسلم تلون وجهه وقال: يا عائشة، أشد الناس عذابا عند الله يوم القيامة الذين يضاهون بخلق الله، فقطعناه فجعلنا منه وسادة أو وسادتين » رواه البخاري ومسلم

 Demikian juga hadits Aisyah radhiyallahu `anha, ia berkata: Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam datang dari suatu perjalanan dan aku telah menutupi bilik tidurku dengan kain tipis yang ada gambar-gambar padanya. Ketika Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam melihatnya, wajah beliau berubah warna (marah). Kemudian beliau bersabda: "Wahai Aisyah, orang yang paling keras siksanya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang-orang yang meniru ciptaan Allah". Lalu kami memotong kain tipis itu dan menjadikannya satu atau dua bantal (HR. Bukhari dan Muslim)

وحديث ابن عباس رضي الله عنهما قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «من صور صورة في الدنيا كلف أن ينفخ فيها الروح يوم القيامة وليس بنافخ » رواه البخاري ومسلم

 Juga hadits Ibnu Abbas radhiyallahu `anhuma berkata: "Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda: Barangsiapa menggambar suatu lukisan di dunia, maka ia akan diperintahkan untuk meniupkan roh kepadanya pada hari kiamat, sedangkan ia tidak akan sanggup melakukannya. (HR. Bukhari dan Muslim).

 وحديثه عبد الله بن عباس عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: «كل مصور في النار يجعل له بكل صورة صورها نفسا فتعذبه في جهنم 


 Demikian juga haditsnya dari Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam, bahwasanya beliau bersabda: Setiap pelukis masuk neraka. Setiap lukisan yang telah ia lukis akan dihidupkan, lantas lukisan tersebut menyiksanya di dalam neraka Jahanam

قال ابن عباس رضي الله عنهما: «فإن كنت لا بد فاعلا فاصنع الشجر وما لا روح فيه  » رواه البخاري ومسلم

Ibnu Abbas radhiyallahu `anhuma berkata Jika kamu memang harus melakukannya, maka buatlah (gambarlah) pohon dan sesuatu yang tidak bernyawa (HR. Bukhari dan Muslim).

Sungguh berat balasan untuk orang yang melukis makhluq yang memiliki roh. Di sisi lain tidak ada keadaan darurat yang mengharuskan kita untuk melukis makhluq yang memiliki roh demi kepentingan edukasi. Maksudnya belum ada data dan fakta yang membuktikan bahwa anak yang tidak dididik dengan menggambar makhluq hidup maka dia akan terkena mudharat dalam akalnya atau kemampuan berpikirnya.

Alhamdulillah masih banyak metode pendidikan yang halal dan bagus untuk pengembangan pola pikir anak dan kemampuan penalarannya sehingga dengan demikian alasan edukasi tidak bisa menjadi dasar bolehnya melanggar hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang sangat jelas dan gamblang.

Wallahu ta'ala a'lam

© 2022 - Www.SalamDakwah.Com