SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hukum Safar


Akhwat
8 years ago

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

Ana pernah mendengar kajian, bahwa Rasulullah jika sedang safar, beliau hanya sholat sunnah qobliyah subuh dan shalat witir, sedangkan sholat-sholat sunnah yg lain ditinggalkan. Sementara dikajian lain ana mendengar ada anjuran untuk memperbanyak shalat-shalat sunnah saat berada di Makkah al-Mukarromah (sdg berada di masjidil haram), mengingat keutamaan pahala 100rb x dibanding dg shalat di masjid lain.

Pertanyaan : mana yg sebaiknya dilakukan?. Memperbanyak shalat sunnah atau seperti yg dilakukan Rasulullah saat sedang safar?

Jazakallahu khaer ustadz.
Redaksi SalamDakwah
8 years ago

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Ada pertanyaan yang mirip yang disampaikan kepada syaikh Utsaimin, berikut terjemahannya:
Pertanyaan:
Apa yang lebih utama untuk musafir apakah dia mengerjakan sunnah rawatib (qabliah ba’diah.pent) dan shalat nafilah, khususnya di Masjidil Haram, ataukah mencukupkan diri saja dengan shalat witir dan dua raka’at fajar saja?

Jawaban:
Disunnahkan bagi musafir untuk melaksanakan shalat nafilah secara umum, seperti:shalat malam, dua rak’at Dhuha, Istikharah, dan nafilah selainnya, terkecuali shalat rawatib Dhuhur, Maghrib, Isya’, karena sunnahnya bagi musafir adalah meninggalkan shalat rawatib ini saja. Adapun shalat sunnah sisanya maka dia tetap disunnahkan melaksanakannya.
Karena hadits hanya menerangkan bahwa yang ditinggalkan hanya shalat sunnah rawatib yang tiga, dan selainnya tetap disyariatkan.
Jika seseorang berada di Masjid Al-Haram kemudian melaksanakan shalat sunnah maka itu tidak masalah dan tidak dikatakan bahwa dia menyelisihi sunnah….dan kami katakan: jangan meninggalkan shalat-shalat sunnah, akan tetapi shalat sunnah rawatib khusus yang mengiringi Dhuhur, Maghrib dan isya’ yang lebih utama bagi musafir adalah meninggalkannya.
Majmu’ Fatawa wa Rasail Al-Utsaimin juz.14 hal.356-357
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com