SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Suami Suka Memukul dan Diam Bila Istri Dihina serta Dicaci


Akhwat (jakarta)
2 years ago on Keluarga

Assalamualaikum wr.wb Agwan ustadz.. Bolehkan seorang isteri meminta cerai kepada suaminya yg sering memukul dan diam saja saat keluarganya memfitnah, menghina dan mencaci maki isterinya.. Jazakallahu khoir barokallah fikum Wassalamualaikum wr.wb
Redaksi salamdakwah.com
2 years ago

 

Waalaikumussalam warahmatullahi wa barakatuhu

Apabila faktanya suami sering memukul istrinya  (didasari alasan  dan yang tidak syar'i serta cara memukul nya juga melewati batas) dan itu membuat mudhorot untuk istrinya, serta tujuan sakinah mawadah dan rohmah tidak tercapai maka seorang istri harus memberikan nasehat kepada suaminya baik itu secara langsung atau melalui orang yang disegani suami supaya dia rujuk dari   kesalahannya  dan dia bisa  memperbaiki diri.

Bila suami tidak berubah setelah diberi masukan masukan maka boleh bagi istri untuk meminta cerai.

Muhammad bin Ibrohim at-Tuwaijiri menerangkan diantara sebab yang dengannya seorang wanita boleh meminta talak dari suaminya:

1. Apabila suami lalai dalam memberi nafkah

2. Jika suami menimbulkan mudhorot untuk istri yang karenanya menjadikan hubungan suami istri tidak bisa berlangsung seperti selalu mencelanya, memukulnya, menyakitinya dan istri tidak mampu menahannya atau memaksanya berbuat mungkar atau semacamnya.

3. Bila istri terkena mudharat karena tidak hadirnya suami dan ia pun khawatir terkena fitnah karena itu.

4. Jika suaminya ditahan untuk waktu yang lama dan istri merasa terkena mudharat karena terpisah dengannya

5. Bila wanita mendapati ada aib yang berat seperti mandul, tidak mampu untuk melakukan penetrasi, berbau tidak sedap atau sakit dalam jangka waktu lama yang menyebabkan dia tidak mampu melakukan hubungan suami istri dan bersenang-senang dengan pasangan, atau suaminya memiliki penyakit berbahaya dan menular atau sejenisnya.

6. Apabila suaminya tidak melaksanakan apa yang Allah wajibkan,  atau dia biasa saja  ketika melakukan dosa besar  dan hal yang haram seperti laki-laki yang kadang-kadang tidak melaksanakan shalat, atau dia meminum khamr, atau dia berzina, atau memakai narkoba dan yang semacamnya. Maushu'ah al-Fiqhi al-Islami 4/191

 

 

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com