SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Jamaah Tabligh


Ikhwan
8 years ago

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Apa pendapat/pandangan ustadz tentang JT ? Mohon penjelasan secara ilmiah/dalil2nya, terima kasih
بَارَكَ اللّهُ فِيكُم
وَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Berikut ini pertanyaan dan jawaban Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa yang mengandung masukan untuk Jama'ah Tabligh:
Pertanyaan:
Kami hendak menyampaikan kepada Anda bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan petunjuk kepada banyak orang di seluruh penjuru dunia. Hal itu berkat dakwah yang dilakukan di rumah-rumah dan keluarnya objek dakwah ke lingkungan keimanan. Biasanya ini dilakukan dengan tahap yang berbeda-beda. Ada yang tiga hari dalam sebulan, empat puluh hari dalam setahun, dan empat bulan seumur hidup. Demikianlah metode dakwah ini dibuat dengan beberapa tahap. Sebab, banyak amalan yang tidak dapat dilakukan secara teratur dan disiplin, kecuali jika dilakukan secara bertahap. Contohnya adalah kedisiplinan para pegawai dan lain-lain, di seluruh lini kehidupan. Direktur Kantor Dakwah dan Pembinaan Masyarakat Buraidah, Syekh Abdul Aziz at-Tuwaijiri, telah mengunjungi Pakistan dan tidak menyinggung bahwa metode semacam itu termasuk bidah. Pertanyaannya, wahai Syekh yang mulia:
Bagaimana hukum urutan dakwah semacam itu? Semoga Allah memberikan berkah di sepanjang waktu, menjadikan Anda semua sebagai orang-orang yang bermanfaat bagi Islam dan kaum Muslimin, serta menjaga Anda sebagai aset bernilai dakwah. Mohon beri kami fatwa, dan semoga Allah akan membalasnya.

Mereka menjawab:
Dakwah untuk mengajak kepada ajaran Allah adalah tugas para Nabi dan pengikutnya, sebagaimana firman Allah Ta'ala

{قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik".

Metode dakwah kepada Allah diambil dari Alquran, Sunnah, dan perjalanan sejarah Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Ia tidak dilandaskan pada istilah-istilah jamaah yang tidak ada dalilnya, baik dari Alquran maupun Sunah. Metode dakwah yang disebutkan di atas itu tidak memiliki landasan, baik dari Alquran maupun Sunah. Metode tersebut hanyalah buatan sekelompok manusia. Perkataan seseorang boleh diterima atau ditolak, kecuali sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Dakwah apapun yang tidak memperhatikan penegakan akidah, tidak memerintahkan kemurnian ibadah hanya untuk Allah, tidak melarang bidah dan urusan-urusan yang dibuat-buat, serta tidak memperhatikan pencarian ilmu yang bermanfaat yang yang bersumber dari Alquran, hadis Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, melalui para Ulama, maka dakwah yang demikian itu adalah tidak benar. Sebab, metode dakwah seperti itu bertentangan dengan cara yang dilakukan para Nabi saat mengajak untuk menuju ajaran Allah. Setiap nabi selalu mengawali dakwahnya kepada kaumnya dengan mengucapkan,

{يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ}

"Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya"

«ولما بعث رسول الله - صلى الله عليه وسلم - معاذا إلى اليمن قال له: إنك تأتي قوما من أهل الكتاب فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله فإن هم أجابوك لذلك فأعلمهم أن الله افترض عليهم خمس صلوات في اليوم والليلة فإن هم أجابوك لذلك فأعلمهم أن الله افترض عليهم صدقة تؤخذ من أغنيائهم فترد على فقرائهم

Ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengutus Mu`adz ke Yaman, Rasulullah berpesan kepadanya, "Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab, maka hendaknya hal pertama yang kamu sampaikan kepada mereka adalah bersaksi bahwa tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Jika mereka mematuhi apa yang kamu dakwahkan, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan salat lima waktu dalam sehari semalam. Jika mereka mematuhi apa yang kamu sampaikan, maka katakan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan zakat yang diambil dari orang-orang kaya diantara mereka dan diberikan kepada orang-orang yang fakir."

Jadi, hal pertama yang harus dilakukan seorang dai adalah mengajak untuk mengesakan Allah, tanpa harus dibatasi waktu seminggu, sebulan, atau setahun. Sebab, penentuan waktu semacam itu tidak ada dalilnya, dan kebutuhan akan dakwah senantiasa ada di setiap waktu.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 11/29-31 fatwa no.21894

Berikut ini nasehat dari Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa ketika kita mendapati banyaknya kelompok dan pemikiran di sekitar kita. Ada pertanyaan yang ditujukan kepada Komite:
Saya seorang mahasiswa yang hidup dalam bermacam-macam pendapat dan pemikiran, dan di antara banyak kelompok yang masing-masing mengaku lebih baik dari yang lain dan berusaha sekuat tenaga untuk mencari pendukung seperti, Jamaah Ikhwanul Muslimin, Jamaah Tabligh yang terkenal dengan khuruj (keluar) 40 hari, 4 bulan, Jamaah Ansharus Sunnah, dan Jamaah Ishlahiyyah pimpinan Abdul Hamid bin Badis.
Untuk itu saya berharap kepada Anda sekalian agar mengarahkan kami ke jalan yang benar; jalan kebahagiaan kami dan keselamatan Islam dari segala pengaruh pemikiran-pemikiran luar yang menghancurkan tanpa kami sadari.

Mereka menjawab:
Anda harus senantiasa berpegang-teguh pada kebenaran dan sesuatu yang berdasarkan dalil tanpa berpihak kepada kelompok tertentu. Dan kelompok yang paling utama untuk dapat bergabung dengannya adalah kelompok yang senantiasa menjaga aqidah yang benar sebagaimana para imam salaf saleh radhiyallahu 'anhum, dan komitmen mengamalkan Kitab Allah Ta'ala dan Sunnah Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam, serta memerangi bid`ah dan khurafat.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 2/236-237 pertanyaan kedua dari fatwa no.4093

Semoga Allah ta'ala senantiasa menuntun kita untuk tetap menapaki jalan yang benar.

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com