SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Berdoa Supaya Dijodohkan Dengan Laki-Laki Sholeh Yang Dikagumi


Akhwat (sulawesi tenggara ( kendari ))
3 years ago on Fiqih

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mohon maaf ustadz, saya ingin bertanya tentang seorang wanita yang mengagumi sosok laki2, dimana wanita dan laki2 ini tdk saling mengenal hanya saja wanita ini kagum melihat sosok laki2 tersbut krn laki2 ini sering mengisi dakwah2 di beberapa daerah dan wanita ini kagum terhadap laki2 tersbut krn sosok ini paham mengenai sunnah meskipun mungkin tidak sesempurna para ulama dahulu seperti imam syafi'i. Dan sosok pria ini sudah berkeluarga tapi wanita ini ttp sj sperti mngharapkan ridho Allah agar bisa diberi jodoh dgn pria tersebut bahkan wanita ini iklas kalau dirinya harus menerima poligami dan wanita ini seperti tdk trlalu peduli mengenai usia yg terpaut jauh krn rasa inginnya wanita tersebut memiliki suami yg ahli sunnah. Apakah boleh wanita ini berdoa berharap seperti yg saya jelaskan diatas ,mohon penjelasaanya . Terimakasih . Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Redaksi salamdakwah.com
3 years ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Semoga Allah ta'ala memberikan wanita tersebut pasangan hidup yang agama dan akhlaqnya bagus sehingga dia akan mengantarkan si wanita kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Kami sarankan kepada wanita tersebut untuk beristikhoroh kepada Allah ta'ala dan berdoa kepada Allah ta'ala meminta laki-laki yang terbaik baginya menurut Allah ta'ala. Jadi dalam doa si wanita tidak meminta untuk dijodohkan secara khusus dengan laki-laki itu namun meminta laki-laki yang terbaik baginya menurut Allah ta'ala mengingat laki-laki yang sholeh dan baik agamanya bukan hanya laki-laki itu. Semoga Allah ta'ala mudahkan wanita itu untuk melakukan tindakan yang tepat dalam masalah ini setelah istikhoroh. Dalam salah satu hadits disebutkan terkait istikhoroh,"


عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ الله عَنْهُ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، كَالسُّورَةِ مِنَ القُرْآنِ: " إِذَا هَمَّ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ العَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الغُيُوبِ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - أَوْ قَالَ: فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ - فَاقْدُرْهُ لِي، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي - أَوْ قَالَ: فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ - فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِي الخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ رَضِّنِي بِهِ، وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ


Dari Jabir radliallahu 'anhu dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengajarkan istikharah kepada kami untuk setiap perkara, sebagaimana mengajarkan surat dari Al Qur'an. (Beliau bersabda): "Jika salah seorang menginginkan sesuatu maka hendaknya ia mengerjakan dua raka'at lalu ia mengucapkan: ALLAHUMMA INNI ASTAKHIRUKA BI 'ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BI QUDRATIKA WA AS'ALUKA MIN FADLIKAL ADZIMI FAINNAKA TAQDIRU WALA AQDIRU WA TA'LAMU WALA A'LAMU WA ANTA A'LLAMUL GHUYUB, ALLAHUMMA IN KUNTA TA'LAMU ANNA HADZAL AMRA KHAIRAN LII FII DIENIE WA MA'AASYII WA 'AQIBATI AMRI -atau berkata; FII 'AAJILI AMRII WA AAJILIHI- FAQDURHU LI WA IN KUNTA TA'LAMU ANNA HAADZAL AMRA SYARRAN LI FI DIINII WA MA'AASYII WA 'AAQIBATI AMRII -atau berkata; FII 'AAJILI AMRII WA AAJILIHI- FASHRIFHU 'ANNI WASHRIFNI 'ANHU WAQDURLIIL KHAIRA HAITSU KAANA TSUMMA RADDLINI BIHI kemudian ia menyebutkan hajat yang ia inginkan. (Ya Allah saya memohon pilihan kepada Engkau dengan ilmu-Mu, saya memohon penetapan dengan kekuasaan-Mu dan saya memohon karunia-Mu yang besar, karena Engkaulah yang berkuasa sedangkan saya tidak berkuasa, Engkaulah yang Maha mengetahui sedangkan saya tidak mengetahui apa-apa, dan Engkau Maha mengetahui dengan segala yang ghaib. Ya Allah jikalau Engkau mengetahui urusanku ini adalah baik untukku dalam agamaku, kehidupanku, serta akibat urusanku -atau berkata; baik di dunia atau di akhirat- maka takdirkanlah untukku, sebaliknya jikalau Engkau mengetahui bahwa urusanku ini buruk untukku, agamaku, kehidupanku, serta akibat urusanku, -atau berkata; baik di dunia ataupun di akhirat- maka jauhkanlah aku daripadanya, serta takdirkanlah untukku yang baik baik saja, kemudian jadikanlah aku ridla dengannya.) " Lalu ia menyebutkan hajatnya. HR. Bukhari, Kitab Ad-Da'awat, Bab Ad-Du'a' 'inda Al-Istikhoroh no.6382. Imam Bukhari juga menyebutkannya di tempat lain di nomer 7390

Apabila kecondongan kepada laki-laki yang dikagumi itu semakin kuat maka silahkan mencari wasilah yang akan menawarkan kepada laki-laki sholeh tersebut untuk menikahi si wanita. Menawarkan diri kepada laki-laki sholeh bukanlah aib.

Dari Tsabit Al-Bunani mengatakan,


كُنْتُ عِنْدَ أَنَسٍ ، وَعِنْدَهُ ابْنَةٌ لَهُ ، قَالَ أَنَسٌ : جَاءَتْ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعْرِضُ عَلَيْهِ نَفْسَهَا ، قَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَكَ بِي حَاجَةٌ ؟ .   فَقَالَتْ بِنْتُ أَنَسٍ : مَا أَقَلَّ حَيَاءَهَا ، وَا سَوْأَتَاهْ ! وَا سَوْأَتَاهْ ! قَالَ : هِيَ خَيْرٌ مِنْكِ ، رَغِبَتْ فِي النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَعَرَضَتْ عَلَيْهِ نَفْسَهَا

“Saya di sisi Anas dan beliau mempunyai anak wanita. Anas mengatakan, “Seorang wanita mendatangi Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam menawarkan dirinya kepada beliau seraya mengatakan, “Ya Rasulullah apakah anda membutuhkan diriku? Anak wanita Anas mengatakan, “Sedikit sekali rasa malunya. Oh malunya !! oh malunya !! berkata (Anas), “ Dia lebih baik dari kamu, dia menginginkan Nabi sallallahu alaihi wa sallam dan menawarkan diri kepada beliau.” (HR. Bukhari, no. 4828).

Imam Bukhari membuat bab dengan mengatakan ‘Bab:


 عرْض المرأة نفسَها على الرجل الصالح


Seorang wanita menawarkan dirinya kepada lelaki sholeh’

Dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, 30/50, dikatakan “Seorang wanita dibolehkan menawarkan dirinya kepada seorang lelaki dan menyampaikan padanya akan keinginannya. Karena kebaikan laki-laki itu dan keutamaannya atau karena ilmu dan kemuliaannya. Atau karena salah satu perangai agama,  hal yang demikian bukanlah kehinaan. Bahkan hal itu menunjukan akan kemulyaannya. Dimana Bukhori telah mengeluarkan hadits Tsabit Albunany berkata, saya di sisi Anan… dan menyebutkan hadits tadi.

Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com