SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Pertanyaan sambungan dari pertanyaan 6931-zakat-penjualan-sawah


Akhwat (Banfung)
1 week ago on Fiqih

Assalaamu'alaikum.wr.wb, Pak Ustadz, maaf ini menyambung pertanyaan 6931. Tanah sawah yang mau kami jual itu adalah sawah warisan, jadi bukan sawah yg dibeli untuk diperjual belikan, kemudian hasil penjualannya akan dibagikan kepada para ahli waris. Jazakumullaahu khairan katsiraan atas jawaban Ustadz.
Redaksi salamdakwah.com
1 week ago

 


Waalaikumussalam warahmatullahi wa barakatuhu

Ada perbedaan pendapat di kalangan Ulama' bila tanah itu bukan hasil kerja seseorang dan dijual bukan untuk dijadikan modal kegiatan komersial. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi berpandangan bahwa selama itu diniatkan untuk dijual dan dipasarkan maka kena zakat bila nilainya telah mencapai nishab dan telah berlalu 1 haul sejak pemasaran itu. Mereka pernah ditanya

Sejak sekitar lima belas tahun ayah saya - semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya - membeli sebidang tanah, kemudian di atas tanah tersebut beliau membangun rumah yang terdiri dari satu tingkat untuk tempat tinggal. Lalu setelah beliau meninggal ibu saya dengan uangnya membangun tingkat kedua. Tetapi karena kurangnya uang beliau tidak bisa menyempurnakan pembangunan. Kemudian hidup dan pendidikan kami berlanjut di wilayah di mana kami hidup sejak kecil dan di situ juga rumah yang kami sewa. Kemudian setelah kami lulus dari perguruan tinggi salah satu dari kami tidak ada yang berpikir untuk menyempurnakan pembangunan rumah dan tinggal di rumah itu. Hal ini karena jika ia melakukannya ia tidak akan dapat membayar hak warisan kepada sebagian atau sisa ahli waris yang lain, terutama saudara-saudara perempuan ketika mereka akan menikah. Setelah itu muncul ide untuk menjual rumah sebagaimana adanya, lalu setiap ahli waris mengambil haknya masing-masing sesuai syariat. Tapi ketika kami berpikir tentang ide menjual, harga jual saat itu rendah, dan sebenarnya kami belum membutuhkan uang yang mendesak, dan itu sejak lima tahun yang lalu. Ibu saya berkata, "Kita bisa membiarkan dulu sementara, nanti bisa jadi harganya naik. Pada saat yang sama salah seorang saudara atau berapa orang dapat tinggal di sana dan dia dapat memberi hak warisan kepada sisa saudaranya yang lain". Situasi terus begitu sampai penjualan itu terjadi sekitar sebulan lalu dengan harga hampir dua kali harga selama sekitar lima tahun yang lalu.

Pertanyaannya adalah apakah zakat wajib dikeluarkan pada harta tersebut? Apabila zakat wajib dikeluarkan pada harta tersebut, apakah dihitung dari harga sebelumnya dengan harga lama atau yang terakhir?

Mereka menjawab: Jika rumah tersebut pada masa itu ditawarkan penjualannya maka zakat wajib padanya senilai setiap tahun. Dan zakat wajib pada semua ahli waris. Masing-masing sebanyak bagiannya dari bagian atau nilai jika mencapai nisab atau lebih, dan bagi yang bagiannya tidak mencapai nisab maka ia tidak wajib mengeluarkan zakat. Jika rumah itu dalam masa tersebut berada dalam keraguan antara akan dijual dan tetap berada dalam kepemilikan ahli waris maka tidak ada zakat padanya kecuali jika rumah itu disewakan. Setiap ahli waris wajib mengeluarkan zakat dari ongkos sewa yang didapat jika mencapai nisab dan berlalu satu tahun.


Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Bakar Abu Zaid (Anggota)
Shalih al-Fawzan (Anggota)
Abdul Aziz Alu asy-Syaikh(wakil Ketua)
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (ketua)
Fatawa Al Lajnah Ad Daimah 8/164-165 fatwa no.18499

© 2017 - Www.SalamDakwah.Com