SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

suka berkata cerai


Akhwat (balikpapan)
3 years ago on Keluarga

Assalamualaikum ustadz, mau tanya. Bagaimanakah hukumnya bagi seorang suami yang seringkali berkata cerai kepada istrinya, dan sudah lebih dari 3 kali?? apakah sudah jatuh talak?? lantas jikalau ingin berbaikan lagi bagaimana caranya? apakah harus menikah ulang?
Redaksi salamdakwah.com
3 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila suami itu tahu makna dan konsekwensi perkataan talak dan dia ketika mengucapkan talak itu dalam keadaan sadar maka telah jatuh talak.  Disebutkan dalam hadits:


أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " ثَلَاثٌ جِدُّهُنَّ جَدٌّ، وَهَزْلُهُنَّ جَدٌّ: النِّكَاحُ، وَالطَّلَاقُ، وَالرَّجْعَةُ 


Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: ada tiga hal yang serius dalam tiga hal ini adalah serius dan bercanda di dalamnya juga dianggap serius: Nikah, Thalaq dan Ruju'. HR. Abu Daud no.2194;Tirmidzi no.1184;Ibnu Majah no.2039. Dihasankan oleh al-Albani 

Apabila dia menjatuhkan talak kemudian di masa iddah dirujuk kemudian ditalak lagi dan di masa iddah dirujuk lagi kemudian ditalak lagi maka tidak boleh dirujuk kecuali wanita itu menikah lagi dengan laki-laki lain dengan pernikahan yang sesungguhnya kemudian wanita itu bercerai dengan suami kedua tersebut.

Allah ta'ala berfirman  di surat Al Baqarah ayat 229 :

 
الطلاق مرتان فإمساك بمعروف أو تسريح بإحسان

Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali, setelah itu boleh rujuk lagi atau menceraikan dengan cara yang baik. 

ِAllah ta'ala juga berfirman di surat Al Baqarah ayat 230 :

فإن طلقها فلا تحل له من بعد حتى تنكح زوجا غيره فإن طلقها فلا جناح عليهما أن يتراجعا إن ظنا أن يقيما حدود الله وتلك حدود الله يبينها لقوم يعلمون

Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang ke dua), maka perempuan itu tidak halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkannya kepada kaum yang (mau) mengetahui.

Lebih jelasnya masalah ini dibawa ke pengadilan agama setempat supaya bisa diselidiki lebih dalam dan menyeluruh.

Wallahu ta'ala a'lam

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com