SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hukum kerja sebagai akuntan


Ikhwan (Malang )
1 year ago on Mu'ammalah

Assalamu 'alaikum Ustadz, Mohon penjelasan untuk hukum bekerja sebagai akuntan yang telah umum di negeri ini, akuntansi konvensional. Pada kenyataannya bekerja sebagai akuntan tersebut berkecimpung dalam riba, misalnya mengakui/mencatat pendapatan luar usaha. Pendapatan luar usaha ini biasanya berupa pendapatan bunga (riba) dari akun bank konvensional perusahaan. Dan juga bekerja sebagai akuntan di perusahaan dagang apabila ia pada posisi AP (account payable) atau posisi AR (account receivable), mereka biasanya mengakui/mencatat pengeluaran dan penerimaan dari transaksi jual beli secara kredit yang dilakukan perusahaan, dan umumnya transaksi secara kredit tersebut terdapat bunga (riba). Dari keadaan tersebut apakah benar profesi sebagai akuntan haram Ustadz, karena termasuk yang mencatat dan menjadi saksi atas riba seperti yang tersebut pada hadits dibawah ini? Dari Jabir dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaknat pemakan riba, orang yang menyuruh makan riba, juru tulisnya dan saksi-saksinya." Dia berkata, "Mereka semua sama." (HR. Muslim 1589) Mohon penjelasannya Ustadz, supaya lebih mantap, karena dijelaskan oleh yang punya kapabilitas. Terima kasih.
Redaksi salamdakwah.com
1 year ago

 

Waalaikumussalam warahmatullahi wa barakatuhu

Melakukan pencatatan muamalah tiba pada cerita di atas minimal masuk dalam tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran. Seharusnya akuntan menerima tugas pencatatan untuk muamalah yang dibolehkan saja. Apabila pekerjaan yang dibebankan menuntut dia melakukan pencatatan sesuatu yang haram seperti investasi Ribawi maka seharusnya dia menolak. Ulama yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya:Saya berkesempatan untuk bekerja di kantor-kantor akuntan dan auditor keuangan, yang di antara pekerjaannya adalah memeriksa dan melakukan audit terhadap keuangan perusahaan-perusahaan asuransi, bank-bank riba, dan bank-bank non riba serta mengawasi keuangan tempat-tempat hiburan dan perusahaan-perusahaan pariwisata yang menyediakan hotel-hotel. Apakah berdasarkan syariat saya boleh bekerja di kantor tersebut dan mendapatkan gaji bulanan? Hal tersebut mengingat studi saya sesuai dengan pekerjaan tersebut.

Catatan: Saya paham bahwa obyek kerja kantor-kantor tersebut tidak terbatas pada perusahaan-perusahaan asuransi, bank-bank riba, perusahaan-perusahaan pariwisata, dan tempat-tempat hiburan, tetapi juga mengawasi keuangan perusahaan-perusahaan investasi dan profesi-profesi mandiri yang baik, seperti dokter, insinyur, guru, dan pengrajin.Oleh karena itu, saya mohon jawaban dari Anda atas pertanyaan saya ini agar hati saya tenang dan bahagia. Semoga Allah memberi taufik kepada Anda untuk melakukan apa yang mengandung maslahat bagi kaum Muslimin dalam urusan agama dan dunia mereka.

Mereka menjawab: Apabila realitas kantor, tempat yang Anda inginkan untuk bekerja, sebagaimana yang Anda sebutkan, yaitu melakukan audit terhadap keuangan perusahaan-perusahaan asuransi dan bank-bank riba dan mengawasi keuangan tempat-tempat hiburan, maka Anda tidak boleh bekerja di sana untuk tugas-tugas ini karena bekerja di tempat-tempat tersebut berarti saling membantu dengan para pemiliknya dalam perbuatan dosa dan pelanggaran. Allah Ta'ala berfirman,  Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. 

Namun, jika pekerjaan Anda bukan untuk urusan-urusan tersebut, yaitu usaha-usaha yang dibolehkan, seperti melakukan audit terhadap keuangan para wiraswasta dan para dokter, maka tidak apa-apa.

Hanya saja, pekerjaan ini lebih baik dihindari karena dikhawatirkan ikut melakukan pekerjaan-pekerjaan yang diharamkan sebagaimana yang telah disebutkan.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Abdullah bin Qu'ud (Anggota)
Abdullah bin Ghadyan (Anggota)
Abdurrazzaq Afifi (Wakil Ketua)
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Fatawa Al-Lajnah ad-Daimah 15/6-7 fatwa no.5516

 Akuntan bisa mencari lembaga keuangan islami yang tidak menyengaja melibatkan diri dengan kegiatan ribawi dan bekerja di sana. Semoga Allah ta'ala mudahkan urusan kita semua.

 

 

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com