SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Ragu Dengan Status Diri Apakah Hasil Dari Zina Karena Jarak Kelahiran Dan Akta Nikah Orang Tua Dekat


Akhwat (Palembang)
3 years ago on Keluarga

Assalamualaikum, ustadz, mhon izin bertanya. Saya seorang akhwat, ingin menikah, tp saya risau terkait status saya. Saya menemukan hal yg aneh di buku nikah orang tua saya. Misal Saya lahir Mei 1994, tp ortu saya menikahnya tertulis januari 1994. Jd bisa dsmpulkan kalau saya mrpkn anak hasil zina. Setau saya anak hasil zina tdk bernasab ke ayah biologis, shg dia tdk berwali kpd ayahnya ktika menikah. Lalu bolehkah nanti jika ijab qabul yg menjadi wali adalah wali hakim, tetapi yg disebutkan nama saya binti nama ayah saya? Dan bolehkah ayah saya hadir? Karena tntu klo tdk hadir dan tdk disebut nama binti nya akan dipertnykan orang2. Lalu ustadz haruskah saya memberitahu kpd calon suami dan calon kluarganya ttg status saya ini? Krn jujur sy malu dn minder ustadz Mhon jawabannya ustadz, jazakumullah khairan Katsiraa
Redaksi salamdakwah.com
3 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Semoga Allah ta'ala memudahkan urusan dunia dan akhirat anda. Saudariku seiman yakng kami hormati. Kalau boleh kami memberikan saran selayaknya anda berhusnudhon kepada ayah dan ibu anda. Cobalah tanya baik-baik kepada salah satu atau keduanya apakah benar mereka akad nikah mereka terlaksana di tanggal, bulan dan tahun yang tertera di buku nikah orang tua anda. Bisa jadi pencatatan sipil terlaksana setelah berlalunya akad nikah yang dilakukan beberapa bulan sebelumnya. 

Bila dari jawaban orang tua anda bisa disimpulkan bahwa usia ibu anda mengandung anda adalah enam bulan atau lebih (setelah akad nikah) maka itu sudah cukup sebagai dasar bahwa anda adalah anak  yang sah sehingga anda tidak perlu mempermasalahkan nasab anda ke ayah anda. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab saudi menerangkan,"

أقل مدة الحمل ستة أشهر، قال تعالى: {وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا} (1) وقال تعالى: {وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ} (2) والعامان: أربعة وعشرون شهرا، فيبقى من الثلاثين ستة أشهر، وهي أقل مدة الحمل

Masa terpendek kehamilan adalah enam bulan. Allah Ta'ala berfirman,   Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, Allah juga berfirman,   dan menyapihnya dalam dua tahun Dua tahun adalah dua puluh empat bulan, sehingga yang tersisa dari tiga puluh bulan adalah enam bulan. Inilah masa paling singkat dari kehamilan.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Ghadyan (Anggota)    
Abdurrazzaq `Afifi (Wakil Ketua)    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 19/10 Fatwa Nomor:13279

Wallahu ta'ala a'lam

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com