SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menjauhi orang yang dekat dengan kita karena berniat butuk


Akhwat (Bandung)
2 months ago on Fiqih

Saya dekat dengan seorang guru, saya menganggapnya hanya sebatas guru, tapi guru tersebut menganggap saya lain dan berniat buruk pada saya, apa yang harus saya lakukan? Saya ingin menjauh dari beliau karena sudah sangat keterlaluan, dan umur beliau sama dengan umur ayah saya , beliau pun sudah memiliki istri, saya hrus bagai mana, boleh kah saya menjauh? Jika menjauh itu artinya memutus silaturahmi, apa dibolehkan?
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه

 

Apabila maksud anda laki-laki itu ingin menjalin hubungan semacam pacaran dengan anda maka perlu difahami bahwa silaturrahim itu sifatnya terbatas dan tidak dijalin kepada seluruh kaum muslimin.

Shilaturrahim secara bahasa artinya menyambung sanak.

Berikut ini keterangan Imam nawawi mengenai pengertian shilaturrahim yang kami terjemahkan:

Silaturrahim adalah berbuat baik kepada kerabat sesuai dengan yang menyambung dan yang disambung tali silaturrahimnya, kadang dengan harta, kadang dengan pelayanan,kadang dengan kunjungan dan salam serta yang lainnya. Syarh sohih muslim oleh imam Nawawi juz 2 hal 201


Berikut ini penuturan syaikh Utsaimin yang juga mengenai silaturrahim:
Silaturrahim terlaksana sesuai dengan adat dan yang diikuti oleh orang-orang, karena di Qur’an dan Sunnah belum dijelaskan macam, jenis dan ukurannya, Rasul Shallallahu alaihi wa sallam juga belum membatasi dengan batasan tertentu,(tapi ini terbatas pada adat orang islam bukan adat orang kafir). http://www.ibnothaimeen.com/all/books/article_18186.shtml



Siapa yang kita sambung tali silaturrahimnya?

صلة الرحم terdiri dari dua kata صلة (menyambung) dan رحم (sanak)

رحم bentuk pluralnya أرحام


Syaikh Bin Baz menjelaskan pengertian arham (terjemahan bebas) :
Arham adalah kerabat dari jalur ibu dan dari jalur bapak.bapak,ibu,kakek dan nenek adalah termasuk arham. Anak-anak dan cucu laki-laki atau perempuan dari jalur putra atau putri juga termasuk arham,
Begitu pula, saudara atau saudari dan anak-anak mereka.juga dihitung dalam arham, serta tidak ketinggalan saudara ayah atau ibu dan anak-anak mereka termasuk arham. http://www.binbaz.org.sa/mat/9326

Sehingga bila guru itu bukanlah sanak maka tidak dinamakan silaturrahim ketika menyambung hubungan  baik dengannya. Bila guru itu termasuk sanak namun bukan mahram anda tetap harus menjaga jarak dengannya mengingat hubungan antara laki-laki  dan wanita yang bukan mahram sangatlah terbatas.

Diantara hal hal yang terlarang antara lawan jenis yang bukan mahram adalah:

1. Khalwat, yaitu berduaan tanpa ada mahram yang menemani, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.”HR. Bukhari no.5233 dan Muslim no.1341

2. Melihat kepada lawan jenis yang bukan mahram dengan sengaja tanpa alasan yang syar'i, Allah ta'ala berfirman dalam surat An-Nur ayat 30-31:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ.....

“Katakanlah kepada laki – laki yang beriman :”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ.

“Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya”

3. Bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram, Rasulullah shallallahu alihi wa sallam bersabda:

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagiannya untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” HR. Muslim no.2657

Meski zina Tangan tidak seperti zina Farj tapi itu tetaplah dosa sebagaimana yang disebutkan dalam hadits, karena julukan untuk perbuatan tertentu dengan julukan yang sama dengan julukan perbuatan yang haram, maka yang pertama dihukumi dengan hukum kedua (haram)

4. Secara umum perbuatan yang mengantarkan dua orang yang bukan mahram ke arah perzinahan dilarang oleh Allah ta'ala dalam surat Al-Isra' ayat 32:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

 Jadi intinya menjaga jarak dengan guru tersebut merupakan usatu keharusan mengingat status anda dan dia yang bukan suami istri. Dan ini bukankah termasuk memutus tali silaturrahim yang terlarang. Apabila tifak memungkinkan selamat dari pendekatan dia kecuali dengan pindah sekolah maka lakukanlah itu. 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2017 - Www.SalamDakwah.Com